Dow Jones Anjlok 203 Poin

0
26

New York– Indeks Dow Jones akhirnya jatuh lebih dari 200 poin semalam membuat bursa Wall Street mengalami hari terburuk dalam tiga bulan terakhir akibat kekhawatiran baru dari default Yunani dan pelambatan ekonomi Cina akan memukul pertumbuhan ekonomi global.

Illustrasi

Setelah beberapa kali mencoba bertahan didekat level psikologis 13.000 akhirnya Dow Jones merosot 203,66 poin (1,57 persen) ke level 12.759,15, pada perdagangan Selasa waktu setempat. Ini merupakan penurunan terbesar sepanjang tahun 2012. Demikian pula dengan indeks saham teknologi terkoreksi 40,16 poin (1,36 persen) menjaid 2.910,32, serta indeks S&P 500 juga turun 20,97 poin (1,54 persen) ke 1.343,36.

Analis telah memprediksikan dalam beberapa pekan terakhir bahwa bursa akan mengalami koreksi setelah menguat cukup kencang dalam beberapa bulan terakhir. Namun, meskipun mengalami penurunan , indeks S&P 500 masih mencatat kenaikan hampir 7 persen tahun ini, atau melonjak 20 persen sejak 30 September tahun lalu.

Mengukur kecemasan di bursa Wall Street, indeks Volatilitas (VIX) CBOE melonjak sekitar 16 persen mendekati level 21, naik diatas pergerakan rata-rata (MA) 50 hariannya untuk pertama kalinya sejak November lalu. Hal ini mengindikasikan meningkatnya kekhawatiran investor

Bursa New York telah menguat terus dan tanpa halangan yang berarti sejak Desember kemarin didukung oleh harapan bahwa masalah Eropa akan mereda serta ekonomi Cina tidak mengalami pelambatan terlalu cepat.

“Mungkin ini hanya sedikit koreksi setelah melihah prospek ekonomi tahun ini seperti apa,” kata Burt White, direktur pengelola dan kepala pejabat investasi di LPL Financial, Boston.

Ini adalah penurunan Dow Jones lebih dari 200 poin sejak 23 November 2011, dan terkahir kali indeks S&P jatuh lebih dari satu persen sejak akhir Desember lalu. Pelambatan Eropa mulai muncul untuk berubah menjadi resesi penh akibat turunnya belanja rumah tangga, eskpor manufaktur di bulan – bulan terahir tahun 2011, Uni Eropa mengatakan.

Produk Domestik Bruto Brasil diperkirakan hanya akan tumbuh 2,7 persen dibandingkan dengan tahun 2011. Sedangkan Cina telah merevisi target pertumbuhannya menjadi 7,5 persen awal pekan ini sehingga menimbulkan kecemasan baru dipasar finansial. Pertumbuhan dipasar berkembang diharapkan bisa menjadi katalis bagi penguatan bursa.

Sebuah kelompok yang mewakili pemegang obligasi Yunani memperingatkan gagal bayar senilai 1 triliun euro (US$ 1,3 miliar) dapat menyebabkan kerusakan wilayah tersebut. Kreditor mempunyai waktu sampai Kamis malam untuk menerima obligasi swap (pertukaran obligasi) dimana mereka akan mengalami kerugian hampir tiga perempat dari nilai surat utang yang mereka miliki.[tempo.co/reuters]