Redam Permainan Rap Rap!

0
54
Lukman Emha| Dok. Pribadi

Ternyata, PSSB yang hampir seratus persen bermaterikan pemain muda eks Paraguay mampu memberikan perlawanan sengit kepada PSBL Langsa yang bermaterikan pemain senior dan berpengalaman di Divisi Utama liga Indonesia dalam tarung kedua tim pada (18/12) tahun lalu. Pertandingan perdana bagi kedua tim pada musim 2011/2012 berkesudahan 1-1.

PSSB sempat membuat kejutan dengan memimpin lebih dulu di babak pertama melalui gol Imanda Putra. Anak Bireun itu mengecoh bek PSBL, lalu mengelabui kiper The Blue Eagle dengan skill individu sebelum mencocor bola ke dalam gawang PSBL yang sudah kosong. Gol yang berkelas.

Lawan selanjutnya yang siap menguji kualitas PSSB muda di Stadion H Dimoerthala Lampineung adalah Pro Duta asal Kota Medan (6/1). Pro Duta yang sebelumnya berlabel Pro Titan, bertekad untuk unjuk gigi pada musim ini setelah terseok-seok di musim lalu.

Tidak tanggung-tanggung, untuk mewujudkan keinginan ini, manajemen Pro Duta mengontrak pelatih asal Amerika Latin Roberto Bianchi sebagai headcoach dan menunjuk eks pemain nasional Anshari Lubis sebagai asisten pelatih. Duet pelatih ini akan menjadi jaminan mutu Pro Duta.

Pro Duta tidak gentar dengan anak muda jebolan Paraguay yang mendominasi skuad PSSB. Bianchi pasti sangat mafhum dengan karakter permainan tim-tim asal Amerika Latin, termasuk Paraguay.

Bila PSSB bermain ala latin, kehadiran Bianchi tentu menjadi berkah bagi Pro Duta. Bila PSSB memainkan pola alami sepakbola Aceh, pun tidak masalah bagi mereka sebab Uwak, sapaan Anshari Lubis, cukup faham dengan tipikal sepakbola Aceh.

Persoalan justru terletak pada PSSB muda yang belum familiar dengan tim-tim yang berlaga di Divisi Utama Indonesia. Baru PSBL yang mereka jajali. Sehingga butuh beberapa pertandingan lagi agar Muarif cs. mampu menyesuaikan diri dengan iklim kompetisi yang keras.

Perbedaan fisik antara punggawa muda PSSB dan tim lain yang menggunakan tenaga senior sebagaimana halnya Pro Duta merupakan masalah tersendiri. Tim pelatih harus menyuntik pemain agar memeragakan permainan yang tidak banyak memerlukan kontak fisik.

Hati-hati! Semua tim asal kota Medan mewarisi karakter keras menjurus kasar. Sliding tackle menjadi bunga permainan bagi setiap tim metropolitan itu. Bahaya bagi FaumiĀ  cs. yang bermain stylish. Pola rap-rap ala Medan bisa membuat anak PSSB ciut nyalinya.

Kolektifitas dengan umpan-umpan pendek satu dua adalah solusi yang amat mungkin dipraktikkan. Jangan lupa lakukan itu dengan sabar. Solusi ini bisa jadi mujarab untuk meredam permainan rap-rap ala tim asal provinsi tetangga, seperti Pro Duta.