Advertisements
Kamis, Januari 21, 2021
Hosting Unlimited Indonesia
Buku inilah tempat bermuaranya  13 cerpen terbaik Edgar Allan Poe yang ngeri, sadis dan mengharukan. kalau digambarkan dalam genre film, cerita pendek dalam buku  ini lebih  pada cerita thriller, tapi ada yang konyol juga lebih kepada cerita Thriller. Cerita...
Nurul masuk kamar sebentar. Ah, tersenyum malu-malu dia. Lantas buru-buru keluar lagi. Semenit sebelumnya ia sempat masuk kamar juga dan menyodorkanku selembar sarung motif kotak-kotak cap Gajah Duduk. “Bentar, ke belakang dulu. Abang udah ke belakang?” tanyanya. Di daerah kami...
Oleh: Ferdian A Majni Matahari meronta di batas langit timur. Semilir angin memungut embun yang berlomba membasahi daun segala daun. Rinai embun semalam juga masih lembap di atap gubuk tua itu. Aku masih dalam peraduan dengan posisi bersujud. Lalu aku...
Angin membawa aroma asin. Angin menerbangkan amis ikan hingga ke tengah perkampungan. Angin menyibak gemawan dan mempertegas bulan sabit dan gemintang, pertanda kapan nelayan akan berangkat ke lautan. Angin membawa kedamaian, kemarahan, hingga hawa mesum persenggamaan. Termasuk membawa segenap...
Tak pernah lupa aku pada puisi-puisi pendek yang kerap datang ketika matahari telah dhuha, atau ketika petang mulai menjelang. Bagaimana mungkin aku bisa lupa, puisi-puisi itu telah mengembalikan seluruh imajinasiku yang sempat karam oleh trauma masa lalu. Puisi-puisi yang kuyakini...
Setelah Kyai Abdullah menjadi presiden, Indonesia tidak lagi bermasalah dengan terorisme. Sudah bertahun tidak terdengar kejadian terorisme. Maka setelah pemindahan dan mutasi kemana-mana anggotanya. Densus 88 dibubarkan. Masalah satu-satunya bangsa ini adalah korupsi. Maka Kyai Abdullah Panggabean (KAP) membentuk...
Mentari pagi  menyeruak dari celah jendela kontrakanku. Warnanya yang keemasan memancing gairah setiap hamba untuk terus berpacu mengarungi hari, seakan tak peduli suatu hari nanti mentari akan berganti warna. Tepat jam 10 pagi. Gemuruh suara pesawat Garuda menembus bilik peristirahatanku,...
Setelah sepi berhari-hari, berbulan, bertahun tak sampai selebai itu akhirnya kelas FAMe Pidie diadakan lagi. Kali ini tidak tanggung-tanggung, legend di dunia per-cerpen-an diundang. Maka dari itu saya semangat lagi menulis setelah sudah empat hari tidak memainkan tuts keyboard....
Suatu hari beberapa minggu yang lalu. Sebuah bungkusan plastik biru tergeletak di pinggir trotoar, kuabaikan saja dan aku terus berjalan. Memoriku mengatakan di dalam plastik itu ada kertas yang sangat familiar dimataku. Aku tidak peduli, terus melangkah. Tapi, lagi-lagi...
Cerpen: Mahdi Idris Setelah kami berpisah sekian lama, akhirnya waktu jualah yang mempertemukan kami di sebuah kota. Entah dia sengaja menemuiku di sini atau tidak menduga sama sekali bahwa aku telah berada di kota ini. Kukira, pertemuan ini samar-samar.  Aku...
Advertisements