Nelayan Menjerang Angin

Angin membawa aroma asin. Angin menerbangkan amis ikan hingga ke tengah perkampungan. Angin menyibak gemawan dan mempertegas bulan sabit dan gemintang, pertanda kapan nelayan...

Pertemuan Sahabat Lama

Cerpen: Mahdi Idris Setelah kami berpisah sekian lama, akhirnya waktu jualah yang mempertemukan kami di sebuah kota. Entah dia sengaja menemuiku di sini atau tidak...

Suatu Sore di Musim Gugur

Suatu hari beberapa minggu yang lalu. Sebuah bungkusan plastik biru tergeletak di pinggir trotoar, kuabaikan saja dan aku terus berjalan. Memoriku mengatakan di dalam...

Suatu Sore di Musim Gugur (2)

Baca dulu Suatu Sore di Musim Gugur (1) Duduk dua jam membolak balik buku Gramatica Italiana membuat punggungku kebas. Aku berdiri dan berjalan-jalan mengitari ruang...

Jawa Juga Gempa? (Cerpen Spontan)

Setelah sepi berhari-hari, berbulan, bertahun tak sampai selebai itu akhirnya kelas FAMe Pidie diadakan lagi. Kali ini tidak tanggung-tanggung, legend di dunia per-cerpen-an diundang....

Tangan Bercincin Giok yang Terpotong

Setelah Kyai Abdullah menjadi presiden, Indonesia tidak lagi bermasalah dengan terorisme. Sudah bertahun tidak terdengar kejadian terorisme. Maka setelah pemindahan dan mutasi kemana-mana anggotanya....

Terbaru

Populer

6,490FansSuka
1,074PengikutMengikuti
5,862PengikutMengikuti
163PelangganBerlangganan