Senin, Februari 18, 2019

Nelayan Menjerang Angin

Angin membawa aroma asin. Angin menerbangkan amis ikan hingga ke tengah perkampungan. Angin menyibak gemawan dan mempertegas bulan sabit dan gemintang, pertanda kapan nelayan akan berangkat ke lautan. Angin...

Jawa Juga Gempa? (Cerpen Spontan)

Setelah sepi berhari-hari, berbulan, bertahun tak sampai selebai itu akhirnya kelas FAMe Pidie diadakan lagi. Kali ini tidak tanggung-tanggung, legend di dunia per-cerpen-an diundang. Maka dari itu saya semangat...

Cut Kak dan Pliek U

Mentari pagi  menyeruak dari celah jendela kontrakanku. Warnanya yang keemasan memancing gairah setiap hamba untuk terus berpacu mengarungi hari, seakan tak peduli suatu hari nanti mentari akan berganti warna. Tepat...

Suatu Sore di Musim Gugur (2)

Baca dulu Suatu Sore di Musim Gugur (1) Duduk dua jam membolak balik buku Gramatica Italiana membuat punggungku kebas. Aku berdiri dan berjalan-jalan mengitari ruang tamu apartemen kecil kami untuk...

Malam Pertama

Nurul masuk kamar sebentar. Ah, tersenyum malu-malu dia. Lantas buru-buru keluar lagi. Semenit sebelumnya ia sempat masuk kamar juga dan menyodorkanku selembar sarung motif kotak-kotak cap Gajah Duduk. “Bentar,...

Lukisan Merah

Tak pernah lupa aku pada puisi-puisi pendek yang kerap datang ketika matahari telah dhuha, atau ketika petang mulai menjelang. Bagaimana mungkin aku bisa lupa, puisi-puisi itu telah mengembalikan seluruh...

Terbaru

Populer