Resolusi Traveling 2019: Liburan Bersama Keluarga ke Malaysia dan Singapura

47
resolusi traveling 2019

Sebelum menyusun resolusi traveling 2019, saya akan menceritakan terlebih dahulu pengalaman traveling yang saya lakukan bersama teman-teman pada tahun 2018 silam. Pengalaman itu mengajarkan kepada saya banyak hal. Bahwa, traveling yang direncanakan dengan sangat matang jauh lebih efisien dan tidak mengecewakan. Pun begitu, banyak hal yang tidak kami harapkan terjadi selama masa traveling, dan inilah alasan kenapa saya ingin merencanakan traveling di tahun 2019 ini.

Januari 2018 silam, saya dan dua orang teman mengunjungi Siem Reap di Kamboja, dan Ho Chi Minh City di Vietnam. Perjalanan itu sudah kami rencanakan sejak Juli 2017 dan menjadi resolusi traveling kami pada tahun 2018. Rencana itu kami susun dengan sangat rapi, mulai dari memesan tiket dari salah satu maskapai penerbangan, destinasi perjalanan dan penginapan. Sementara paspor baru kami perpanjang dua minggu sebelum keberangkatan.

Saat itu, kami sepakat memilih Siem Reap dan Ho Chi Minh City, karena pertimbangan jarak. Kami melakukan riset kecil-kecilan terkait destinasi yang akan kami tuju. Misalnya, berapa lama waktu yang akan kami habiskan untuk mengunjungi sebuah tempat, dan tempat apa saja yang menarik untuk dikunjungi. Lalu, kami mulai menyusun jadwal dan menyesuaikan dengan waktu yang kami miliki.

Bagi seorang traveler yang belum berpengalaman, menyusun jadwal dan memilih destinasi sangatlah penting dilakukan. Bahkan, soal ini harus dilakukan jauh sebelum waktu keberangkatan. Liburan yang direncanakan dengan detail, tidak hanya penting untuk memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin melainkan juga menghemat isi kantong. Tidak ada waktu yang terbuang percuma, dan pengeluaran tak terbuang percuma.

Di Siem Reap, misalnya, salah satu destinasi yang wajib dikunjungi adalah Angkor Wat, komplek candi terbesar di Kamboja. Namun, ada banyak candi lain yang juga tak bisa diabaikan begitu saja seperti Angkor Thom dan Ta Prohm. Mengunjungi beberapa lokasi ini tentu tidak cukup kalau cuma sehari. Karenanya, jauh hari kami sudah membuat rencana, bahwa kami akan butuh beberapa hari di Siem Reap. Akhirnya, kami sepakat mengalokasikan waktu tiga hari di Siem Reap. Satu hari akan kami gunakan untuk berkeliling tempat-tempat menarik di kota ini, dan dua hari lagi akan kami gunakan mengunjungi beberapa candi.

Syukurlah, rencana ini berjalan sempurna. Hari pertama, misalnya, kami berkeliling kota Siem Reap menggunakan Tuk-tuk, moda transportasi paling populer di kota ini. Banyak tempat-tempat menarik yang kami datangi, salah satunya, berkunjung ke killing field yang hampir setiap kota memilikinya. Sementara malam hari, kami gunakan untuk berkeliling kota, dan kami memilih berjalan kaki.

Siem Reap adalah kota yang sangat hidup di malam hari. Pub Street dan Night Market menjadi dua tempat yang paling ramai. Banyak turis dari mancanegara tumpah ruah ke sini. Mereka bisa menikmati musik tradisional, atraksi tarian ular atau berburu souvenir khas Siem Reap dan Kamboja. Para turis bule memilih menghabiskan waktu berkaroeke di cafe-cafe atau diskotik di kawasan Pub Street ini.

Berdasarkan rencana yang kami susun, di hari kedua kami menjajal destinasi favorit di Siem Reap: Angkor Wat. Kami menggunakan jasa guide yang disediakan pihak penginapan. Hampir semua penginapan di Siem Reap menyediakan jasa guide tour ke Angkor Wat. Para traveler cukup melaporkan kepada resepsionis hostel, dan mereka akan menentukan kapan jadwal kunjungan ke Angkor Wat. Setidaknya begitulah pengalaman kami ketika itu.

Lalu, setelah 3 hari di Siem Reap dan mengeliling Angkor Wat, Angkor Thom (Bayon Temple) dan Ta Prohm, kami pun pindah ke Phnom Penh. Saat itu kami memilih menggunakan bus antar-kota. Dari Siem Reap ke Phnom Penh hanya 6 jam perjalanan. Selam di Phnom Penh, kami mengunjungi beberapa tempat yang menjadi saksi bisu kekejaman rezim Pol Pot, seperti Choeung Ek, sebuah ladang pembantaian terbesar di Kamboja, dan Tuol Sleng, museum genosida. Kedua tempat ini menjadi lokasi wajib yang harus didatangi para traveler jika ingin mengetahui kekejaman rezim Pol Pot.

Hanya dua hari saja kami berada di Phnom Penh, dan ini sesuai dengan jadwal yang kami susun. Seusai mengunjungi Choeung Ek dan Tuol Sleng, kami merasa bahwa dua tempat itu sudah lebih cukup untuk mengisi hari-hari kami di Phnom Penh. Setelah puas melihat kota Phnom Penh dari dekat, kami pun memutuskan berangkat ke Ho Chi Minh City, kota terbesar di Vietnam. Menuju ke kota yang dulunya bernama Sai Gon itu, kami menggunakan bus. Selain karena harganya murah, kami memang ingin melihat-lihat suasana di sepanjang jalan menuju Ho Chi Minh. Rupanya, pembangunan di Kamboja sangat jauh tertinggal dibandingkan negara Komunis itu.

Kami tiba di Ho Chi Minh City pukul 22.00 waktu setempat. Hal pertama yang kami lakukan adalah membeli kartu internet. Tanpa koneksi internet, kami kesulitan mencari lokasi hostel yang sudah kami pesan sebelumnya sewaktu masih berada di Phnom Penh. Selain itu, kami berniat mencari informasi terkait destinasi wisata yang ingin kunjungi. Soalnya, kami akan berada di Ho Chi Minh selama tiga hari, dan kami tidak ingin mengunjungi tempat-tempat biasa saja yang tidak memberi kesan apapun. Lagi pula, destinasi yang kami susun sebelumnya terlalu banyak, dan kami harus memilih destinasi prioritas. Untuk itulah, kami perlu menentukan destinasi yang benar-benar menarik dan penting selama berada di kota Vietkong ini.

Resolusi Traveling 2019
Dari penjelasan di atas, tampak jelas bahwa merencanakan liburan sebaik-baik mungkin sangatlah penting. Dan, rencana yang sudah kita susun seringkali tidak selalu membantu ketika kita mulai melakukan perjalanan. Misalnya, kita sering kesulitan menentukan mana destinasi yang penting dikunjungi, pilihan penginapan dan tips selama perjalanan.

Ketiga hal itu tentu saja tidak menjadi masalah besar jika kita melakukan traveling bersama dengan teman-teman cowok. Soalnya, kita bisa berkeliling ke mana pun, dan menginap di mana saja. Tapi akan menjadi persoalan kalau kita traveling bersama keluarga. Semuanya harus sudah dipikirkan sebaik mungkin: mulai dari kepastian destinasi yang ingin dikunjungi, penginapan yang sudah dibooking jauh hari, dan tentu saja tips perjalanan jika membawa keluarga.

Dan inilah yang akan saya siapkan untuk resolusi traveling 2019 ini. Soalnya, akhir tahun ini saya merencanakan traveling bersama keluarga ke Malaysia dan Singapura. Mengunjungi dua negeri jiran itu menjadi tujuan saya di tahun 2019. Untuk perjalanan kali ini, saya akan memanfaatkan RedDoorz untuk membuat rencana perjalanan yang menyenangkan bersama keluarga. Sebagai informasi, RedDoorz bisa menjadi teman perjalanan yang akan sangat membantu.

Kenapa memilih menggunakan RedDoorz? Melalui situs yang memiliki tagline “your traveling buddy” kita bisa mencari tahu banyak informasi terkait destinasi yang ingin dituju dan pilihan penginapan yang cocok untuk traveling bersama keluarga. Misalnya, situs RedDoorz banyak menyediakan informasi terkait destinasi wisata di seluruh dunia dan ulasan destinasi mana saja yang cocok dikunjungi bersama keluarga. Ulasan yang dibuat RedDoorz sangat lengkap dan kita bisa memilih destinasi mana saja yang ingin kita datangi.

Dalam resolusi traveling 2019 ke Singapura, saya akan membawa keluarga ke Kampong Glam. Saya mendapatkan 6 lokasi wisata di Kampong ini setelah membaca sebuah tulisan di RedDoorz yang berjudul 6 Wisata Kampong Glam di Singapura Paling Menarik untuk Dikunjungi! Penjelasan dalam postingan ini sangat membantu saya nantinya ketika melakukan perjalanan ke Singapura.

Selain itu, kita pun bisa mendapatkan informasi mengenai penginapan dan tempat tinggal selama perjalanan. Sebagai informasi, tempat penginapan yang direkomendasikan oleh RedDoorz sudah terjamin kualitasnya, seperti linen bersih, kamar mandi bersih, perlengkapan mandi, televisi, air mineral dan WI-FI gratis. Layanan seperti ini tentu saja sangat sesuai untuk traveling bersama keluarga.

Karena itu, bagi kalian yang ingin merencanakan liburan, jangan lupa untuk memanfaatkan jasa dari RedDoorz. Kalian bisa mendapatkan banyak informasi terkait dengan tempat wisata favorit, tempat penginapan keluarga dan informasi kuliner yang perlu dicoba selama dalam perjalanan. Ulasan yang disampaikan situs sahabat traveling itu bisa menjadi kompas yang akan memandu kita selama perjalanan. Selamat berpetualang!