More

    42 Naskah Kuno Aceh Direstorasi

    Banda Aceh-Sebanyak 42 Naskah Kuno milik Tarmizi A. Hamid, kolektor manuskrip Aceh direstorasi oleh pihak Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh. Restorasi kitab kuno ini berlangsung selama dua hari, Minggu (22/1) dan baru selesai Senin (23/1).

    Menurut Tarmizi A. Hamid, kitab kuno miliknya sebenarnya berjumlah 482 naskah dan pihaknya telah mengajukan tawaran restorasi pada pemerintah setahun yang lalu. Namun, dikarenakan keterbatasan dana PKPM hanya bisa merestorasi manuskrip sebanyak 42 buah saja dan baru tahun ini terlaksana.

    “Saya merasa senang dengan adanya perhatian dari kawan-kawan mengenai manuskrip kuno ini. Apalagi pihak terkait mau me-restorasi kitab-kitab koleksi saya meskipun pada awalnya hanya ditargetkan 30 buah manuskrip saja,” ungkap Tarmizi A. Hamid, kolektor manuskrip Aceh di dampingi Hermansyah, M.A. Hum, ahli filolog Aceh pada Aceh Corner, Senin (23/1).

    “Alhamdulillah dengan adanya restorasi ini, kondisi kertas yang mulai lapuk dimakan usia akan terselamatkan dan teks-teks yang hampir hancur bisa di perbaiki dengan tisu Jepang,” terangnya, seraya mengatakan bahwa kertas untuk restorasi ini hanya bisa didapatkan dari negeri sakura mengutip penjelasan dari ahli kutikologi dari Jepang, Dr. Kazuhiro Arai.

    Sebenarnya, kata Tarmizi A. Hamid, kondisi koleksi manuskrip kitab kunonya masih bagus. Namun, dengan adanya restorasi ini, Ia mengatakan akan bertambah bagus lagi sehingga para peminat manuskrip kuno Aceh akan mudah membaca dan mengkajinya kembali.

    “Adapun naskah-naskah yang direstorasi oleh PKPM tersebut antaranya adalah kitab-kitab yang menyangkut fiqih, tasawuf, sejarah dan ilmu kesehatan,” tambah Tarmizi.

    Sumbangan dan Membuka Pintu

    “Siapa saja boleh mendatangi koleksi pribadi ini, baik mahasiswa dari dalam negeri ataupun luar negeri untuk membaca dan mengkaji kitab warisan leluhur Aceh ini,” jelasnya.

    Sang kolektor ini berharap, koleksi manuskripnya ini nanti bermanfaat bagi anak cucu Aceh. Ia juga berharap adanya donatur yang mau menyumbang dana baik itu untuk restorasi kitab kuno, memberikan catalog serta penelitian di pustaka miliknya tersebut.

    “Ya, atas nama pribadi, saya berharap ada orang-orang yang mau membantu melestarikan budaya Aceh ini ke depannya,” pungkasnya.[]

    Terbaru

    Begini Cara Mendapatkan Token Listrik Gratis dari PLN dengan Mudah

    Selama wabah pandemi Corona, PT PLN (Persero) memberikan cara mendapatkan token listrik gratis secara cuma-cuma untuk pelanggan prabayar golongan 450 VA (Volt Ampere) dan...

    Fagetti Supplier Marmer Premium Utama dan Terlengkap di Indonesia

    Fagetti sudah lama dikenal sebagai supplier marmer premium utama dan terlengkap di Indonesia. PT. Fajar Gelora Inti (Fagetti) yang dibangun oleh Ferdinand Gumanti, satu-satunya...

    Kerkhof Petjut, Saksi Bisu Perang Aceh

    Seorang pria dengan cetok di tangan tampak menyemen sebuah nisan. Ia merapikan bekas plesteran pada sudut-sudut dinding nisan yang sudah patah. Sebuah topi melindungi...

    Cara Mendapatkan Uang $300 dari Quora dengan Mudah

    Kalian tidak salah baca judul di atas! Kali ini saya akan membagikan kiat bagaimana cara mendapatkan uang $300 dari Quora dengan mudah. Namun, sebelumnya...

    Related articles

    1 Comment

    Comments are closed.