• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Saturday, October 3, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Sosok

Falevi Kirani: Perjalanan Hidup Seorang Aktivis [bagian-2]

Taufik Al Mubarak by Taufik Al Mubarak
10/04/2019
in Sosok
0
Falevi Kirani

Falevi Kirani dalam sebuah acara. (Foto: fb.com/falevi.kirani)

20
SHARES
91
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

M Rizal Falevi lahir di Kiran Dayah, pada 24 November 1981. Ia anak ke-2 dari enam bersaudara. Tumbuh dan menghabiskan masa kecilnya di Kiran, sebuah kampung di Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya.

Falevi masuk pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kiran pada tahun 1988 atau setahun menjelang operasi jaring merah diberlakukan di Aceh. Kala itu, seperti anak lain seusianya, Falevi tidak tahu menahu urusan politik atau tentang Aceh Merdeka. Dia berangkat ke sekolah seperti biasa, seperti tak ada kejadian apa-apa.

READ ALSO

Falevi Kirani: Perjalanan Hidup Seorang Aktivis [Selesai]

Khairullah: Saya Tidak Berpolitik Tulak Moto Brok

Operasi yang lebih dikenal dengan Daerah Operasi Militer (DOM) itu dimulai tahun 1989, diberlakukan terutama di Pidie, Aceh Utara dan Aceh Timur, tiga daerah yang dianggap sebagai basis dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Saat itu, generasi pertama dari pemuda Aceh yang mendapat pelatihan militer di Libya baru kembali ke Aceh.

Mereka beraksi dengan cara menyerang pos aparat di ketiga daerah yang mendapat label merah itu. Pemerintah Daerah yang kewalahan menghadapi kelompok ini meminta bantuan pemerintah pusat. Lalu dikirimlah ribuan tentara terutama dari Kopassus untuk memburu gerilyawan AM (Aceh Merdeka).

Suatu hari, Falevi menyaksikan beberapa helikopter terbang di atas langit Kiran menuju Samalanga. Helikopter itu membawa benda berbentuk kotak seukuran 2×2 meter yang bergelantungan di udara. Di lain kesempatan, dia menyaksikan pesawat terbang menjatuhkan selebaran berisi ajakan melawan gerakan pengacau keamanan (GPK). Di kemudian hari, Falevi baru mengerti bahwa kotak yang dibawa itu berisi amunisi untuk Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang kini dikenal dengan TNI.

Di tengah situasi keamanan Aceh yang tidak menentu, Falevi berhasil menyelesaikan pendidikan dasarnya pada tahun 1994. Orang tuanya sempat galau memikirkan pendidikan untuk sang anak yang saat itu berusia 13 tahun. Ada beberapa sekolah menengah pertama yang bagus di Kecamatan Ulee Gle, yang dapat dipilih untuk sekolah lanjutan bagi bocah Falevi. Bahkan, orang tuanya sempat terpikir untuk memasukkannya ke Dayah Jeumala Amal, Lueng Putu yang cukup dikenal kala itu.

Akhirnya, setelah musyawarah keluarga, Falevi dimasukkan ke MTsN Tangse, di mana orang tuanya menjadi guru di sana. Setidaknya, hal itu akan menjamin Falevi mendapat pendidikan dan pengawalan dari orang tuanya. Lagi pula, kondisi keamanan Aceh yang tidak kondusif membuat sang bocah itu lebih aman jika bersama keluarganya.

Falevi menamatkan MTsN setahun sebelum gerakan reformasi bergelora di seluruh Indonesia. Seperti anak seusianya, ia turut menjadi saksi bagaimana seorang jenderal yang berkuasa selama 32 tahun akhirnya tumbang oleh gerakan mahasiswa. Ketika itu, ia baru bersiap-siap mengikuti ujian kenaikan kelas. Setelah tamat dari MTsN di kota dingin Tangse itu, orang tua Falevi kemudian memasukkannya ke MAN Beureunuen. Kota perdagangan itu relatif lebih aman untuk anak seusianya dibanding di Tangse.

Falevi Kirani
Falevi Kirani (Foto: fb.com/falevi.kirani)

Status DOM yang sudah berlangsung selama sepuluh tahun baru dicabut setelah Soeharto tumbang oleh gerakan reformasi 1998. Panglima ABRI ketika itu, Jenderal Wiranto, mewakili pemerintah mengumumkan pencabutan DOM saat berada di Lhokseumawe, sekaligus memerintahkan penarikan tentara non organik dari Aceh. Sementara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mulai menggeliat kembali di bumi Aceh, tidak hanya di tiga daerah bekas DOM, melainkan sudah merata di seluruh Aceh.

Sambil menyelesaikan pendidikan di MAN Beureunuen, Falevi ikut memperdalam ilmu agama di Dayah Tgk Sjiek Di Peulumat Jojo, kecamatan Mutiara, Pidie sekaligus sebagai tempat tinggal. Dia memang tumbuh besar di dalam lingkungan yang kental dengan nuansa agama. Sejak kecil, ia sudah menuntut ilmu agama. Selama 6 tahun dia belajar ilmu agama di Dayah Babul Ilmi Kiran Dayah, Kec Jangka Buya, Pidie Jaya, antara tahun 1988- 1994.

Di Beureuneun pula, dia mulai berkenalan dengan semangat dan ideologi Aceh Merdeka. Saat itu, kota perdagangan di Kabupaten Pidie ini menjadi salah satu sentral perlawanan terhadap Jakarta. Bendera Aceh Merdeka merdeka beberapa kali sempat dikibarkan di atap pertokoan. Bahkan, ketika euphoria referendum sedang menggema di seluruh Aceh, warga di kota Beureunuen ini merelakan toko mereka dilukis grafiti referendum. Tidak hanya itu, di setiap blok pertokoan dipasang spanduk tuntutan referendum. Simbol perlawanan sipil tersebut menjadi pemandangan sehari-hari warga yang pergi ke Beureunuen.

Falevi yang masih duduk di bangku kelas 3 MAN menyaksikan fenomena tersebut dengan perasaan gundah. Ia memendam hasrat agar suatu hari kelak juga ikut menjadi bagian dari gerakan referendum. Ini pula yang menuntunnya aktif di Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) ketika kuliah IAIN Ar Raniry. Dia yang masih semester awal menjadi motor yang menggerakkan mahasiswa seleting dengannya untuk melawan pemerintah. [bersambung]

Related Posts

M Rizal Falevi Kirani
Sosok

Falevi Kirani: Perjalanan Hidup Seorang Aktivis [Selesai]

12/04/2019
Khairullah DPR RI
Sosok

Khairullah: Saya Tidak Berpolitik Tulak Moto Brok

04/04/2019
Falevi Kirani
Sosok

Falevi Kirani: Perjalanan Hidup Seorang Aktivis

06/04/2019
Senyawa Meulungkop Kanot Bu, Laporan Diskusi Dengan Senyawa di Bivak Emperoom
Sosok

Senyawa Meulungkop Kanot Bu, Laporan Diskusi Dengan Senyawa di Bivak Emperoom

07/03/2026
Miftahul Jannah, Hijaber Aceh di Arena Judo
Sosok

Miftahul Jannah, Hijaber Aceh di Arena Judo

15/10/2018
Sosok Istri Khabib Nurmagomedov dan Misteri Keluarganya
Sosok

Sosok Istri Khabib Nurmagomedov dan Misteri Keluarganya

28/10/2020
Next Post
Karina Roque

Gadis 18 Tahun Potong Alat Vital Sang Adik dan Memakannya

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM

Meta Luncurkan Program Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM di Indonesia

09/07/2026
Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026

EDITOR'S PICK

Senyum Asing di Jalan Baru

Dampak Steemit Selain STEEM dan SBD

07/03/2026

KIP Pidie Kembali Tunda Tahapan Pemilukada

12/12/2011
Off the Record

Off the Record

07/03/2026
cara berhenti donasi unicef

Cara Berhenti Donasi UNICEF Indonesia dengan Cepat dan Mudah

30/09/2023

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar
  • iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.