AFC Dukung Penyelidikan Skor Bahrain-Indonesia

1
95

AFC-Asosiasi Sepakbola Asia (AFC) mendukung keputusan badan sepakbola dunia, FIFA, untuk menyelidiki kemenangan besar Bahrain atas Indonesia dengan skor 10-0 dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia.

“AFC mendukung investigasi rutin yang dilakukan oleh FIFA,” bunyi pernyataan tertulis AFC.

Lembaga itu juga berjanji akan “membantu dan bekerja sama dengan FIFA.”

Kemenangan besar Bahrain Rabu (29/02) mengundang kecurigaan karena timnas negara itu perlu mengejar defisit sembilan gol atas Qatar yang juga berada di grup E untuk lolos ke babak selanjutnya.

Bahrain juga perlu Qatar kalah dalam pertandingan melawan Iran, namun Qatar berhasil mencetak gol dan menyamakan kedudukan 2-2 dalam pertandingan terakhir mereka.

Dengan hasil ini, Qatar akan melaju ke babak selanjutnya kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia.

“Ada kejanggalan dalam hasil pertandingan ini dan kami akan mengadakan pemeriksaan umum,” kata petugas media Badan Sepak Bola Dunia kepada BBC Indonesia.

FIFA juga mengatakan akan “mengumpulkan sebanyak mungkin informasi dari pertandingan ini dan menghubungi sejumlah orang yang terkait dalam pertandingan.”

Permohonan Maaf

“Kami meminta maaf kepada rakyat Indonesia,” kata Sekjen PSSI Tri Goestoro dalam sebuah pernyataan.

“PSSI berusaha memilih pemain terbaik dan mengejar hasil terbaik untuk pertandingan terakhir ini, namun Bahrain bermain lebih baik dan mengalahkan kami.”

Koordinator timnas Bob Hippy mengkritik wasit berkebangsaan Lebanon, Andre El Haddad karena memberikan empat penalti pada Bahrain dan memberikan kartu merah kepada penjaga gawang Samsidar di menit kedua.

“Sebelum pertandingan, saya mendengar rumor bahwa Bahrain akan menang besar dan memang terjadi,” kata Hippy.

“Bagaimana mungkin wasit memberikan begitu banyak penalti untuk Bahrain? Ia membunuh kita.”

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng menuntut PSSI untuk menghentikan konflik internal.

“Itulah yang kita dapat kalau para pejabat PSSI terus berkelahi,” kata Mallarangeng.

“Mereka harus meletakkan kepentingan sepakbola lebih dulu. Mereka harus menghentikan pertikaian secepatnya, kita menjadi korban dualisme liga.”

Kekalahan atas Bahrain dalam pertandingan kemarin menjadi sejarah buruk karena merupakan kekalahan dengan skor terbesar yang pernah diderita oleh Timnas sepakbola Indonesia.[bbc]

1 KOMENTAR

Comments are closed.