• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Monday, October 5, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result

AJI: Ungkap Kasus Pembunuhan Sembilan Wartawan

Misdarul Ihsan by Misdarul Ihsan
17/10/2018
in Uncategorized
0
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Tanggal 23 November 2011, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bergabung dengan ribuan jurnalis di seluruh dunia memperingati kampanye internasional Anti Impunitas.

Kegiatan ini merupakan solidaritas AJI terhadap kasus pembantaian 32 wartawan di kota Ampatuan, Provinsi Maguindanau, Filipina, 23 November 2009. Setelah dua tahun, pemerintah Filipina belum berhasil mengungkap atau menangkap pelaku pembunuhan ke pengadilan.

READ ALSO

Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud

Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?

Impunitas adalah praktek pembiaran atau pembebasan pelaku kejahatan dari tanggung jawab hukum, merupakan praktek yang dewasa ini marak di berbagai negara. Mengutip Internatinal Freedom of Expression Exchange (IFEX) dimana AJI menjadi anggotanya, lebih dari 500 wartawan tewas dalam 10 tahun terakhir dari berbagai negara.

Sembilan dari sepuluh kasus tersebut, pembunuhnya bebas dari tanggung jawab hukum. Irak memiliki tingkat impunitas tertinggi dengan 92 wartawan tewas tanpa ada penegakan hukum, disusul Pakistan, Somalia,Afganistan, dan Filipina.

“Perlindungan terhadap jurnalis adalah kewajiban semua pihak termasuk media tempat Jurnalis tersebut bekerja. Untuk menghindari kekerasan, jurnalis dituntut proporsional dan profesional. Jurnalis juga diimbau menghindari pemberitaan yang berisiko hilangnya nyawa,” kata Mukhtaruddin Yacob, Ketua AJI Kota Banda Aceh

AJI mencatat selama periode 2005-2010 terjadi 321 kasus kekerasan termasuk pembunuhan terhadap jurnalis di Indonesia. Sejak 1996 AJI mencatat 10 kasus pembunuhan wartawan, sebagian besar dari kasus itu belum terungkap atau dibiarkan menjadi misteri. Sepuluh kasus pembunuhan itu diantaranya :

Alfrets Mirulewan (Tabloid Pelangi), tewas pada 18 Desember 2010, di Pulau Kisar, MalukuBarat Daya. Ridwan Salamun (Sun TV), tewas pada 20 Agustus 2010, di Tual, Maluku Tenggara. Ardiansyah Matra’is (Merauke TV), ditemukan tewas pada 29 Juli 2010, di Merauke, Papua.
Muhammad Syaifullah (Kompas), ditemukan tewas pada 26 Juli 2010, di Balikpapan.
Anak Agung Prabangsa (Radar Bali), ditemukan tewas pada 16 Februari 2009, di PadangBai, Bali. Herliyanto (wartawan freelance), tewas pada 29 April 2006, Probolinggo, Jawa Timur.

Elyudin Telaumbanua (Berita Sore), hilang sejak 24 Agustus 2005, di Nias, Sumatera Utara. Ersa Siregar (RCTI), tewas tertembak pada 29 Desember 2003, di propinsi Aceh. Agus Mulyawan (Asia Press), tewas pada 25 September 1999, di Los Palos, Timor Timur. Fuad Muhammad Syarifuddin (Bernas Yogya), dibunuh pada 16 Agustus 1996 di Bantul, Yogyakarta

“Memperingati tahun ke dua Hari Impunitas Internasional, AJI menuntut kepolisian Republik Indonesia agar menuntaskan berbagai kasus pembunuhan jurnalis, termasuk kasus Udin di Yogya. AJI juga mengecam bebasnya pelaku pembunuhan terhadap Ridwan Salamun di Tual, Maluku Tenggara,” ujar Eko Maryadi, Pengurus Divisi Advokasi AJI Indonesia.

Beberapa waktu lalu, Aliansi Jurnalis Independen memprotes Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, yang akan menghentikan penyidikan kasus pembunuhan wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin yang dibunuh pada 16 Agustus 1996 di Bantul. AJI mendesak Kepolisian Republik Indonesia menyelesaikan utang kasus Udin sebelum kasus ini kadaluawarsa memasuki usia 18 tahun. AJI menyebut contoh keberhasilan Polri mengungkap kasus pembunuhan terhadap AA Prabangsa di Bali pada 16 Februari 2009. Para pembunuh wartawan Radar Bali itu divonis hukuman seumur hidup sampai 8 tahun.

Pada peringatan Hari Impunitas ini, AJI menyerukan agar pemerintah menunjukkan keberpihakannya bagi upaya penegakan hukum, termasuk kasus pembunuhan jurnalis.

“AJI akan mengawal berbagai kasus pembunuhan tersebut, dan tidak ragu membawanya ke komunitas internasional apabila pemerintah menunjukkan itikad pembiaran dan melanggengkan impunitas,” ucap Nezar Patria.

Related Posts

Teknologi

Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud

01/10/2026
News

Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?

01/10/2026
Teknologi

WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

01/10/2026
Teknologi

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026
Teknologi

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM
Ekonomi

Meta Luncurkan Program Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM di Indonesia

09/07/2026
Next Post

Penyaluran Air PDAM Lambaro Kurang Optimal

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM

Meta Luncurkan Program Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM di Indonesia

09/07/2026
Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026

EDITOR'S PICK

Belasan Toko Terbakar di Kota Jantho

28/12/2011
Wow…Rumah di Banda Aceh Bakal Dibangun Menggunakan Robot

Wow…Rumah di Banda Aceh Bakal Dibangun Menggunakan Robot

22/02/2019

Kakao dan Kopi Aceh Perlu Perlindungan Hukum

16/03/2012
Vladimir Furdik

Game of Thrones: Vladimir Furdik Tidak Suka Peran The Night King

05/12/2018

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar
  • iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.