• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Saturday, October 24, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home News Nanggroe

Anak Korban Tsunami Tanam Bunga Harapan

Maimun Saleh Oleh Maimun Saleh
26/12/2011
in Nanggroe
0
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lampuuk – Puluhan anak-anak korban tsunami Aceh menanam 5.000 bunga kertas di Lapangan golf serimusim, Lampuuk, Aceh Besar, Senin (26/12). Bunga itu berisi pesan kesiap-siagaan, harapan dan pernyataan seruan agar tetap semangat.

“Bunga ini bernama Shinsai Mirai no Hana artinya bunga masa depan,” kata Nishika Ryo, representatif Co. to. hana, lembaga sosial dari Jepang.

READ ALSO

5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan Calon Gubernur Aceh di Toilet

Qanun Mukim yang Mengatur Cara Penangkapan Ikan

Menurut Ryo, Shinsai Mirai no Hana pertama sekali ditanam saat memperingati gempa Kobe, 15 tahun silam. Di Banda Aceh, sudah dimulai sejak peringatan gempa dan tsunami Aceh tahun lalu.

“Mari bangkit bersama!” tulis You, salah seorang murid sekolah dasar di Kagaya, Jepang untuk masyarakat Aceh lewat bunganya.

Ryo menyatakan, anak-anak Aceh juga akan menulis pesan-pesannya di bunga harapan, 5000 bunga karya anak Aceh akan ditanam di Jepang.

Ryo menambahkan, Shinsai Mirai no Hana Akan dipasang di setiap kota-kota yang terkena bencana agar orang-orang berfikir tentang gempa, pencegahan bencana di kotanya.

Aliya Humaira, 8 tahun, bocah korban tsunami asal Cadek, Banda Aceh, menulis pesan cinta di bunga untuk seluruh keluarganya yang hilang digulung tsunami.

“I love papa, i love mama, I love kak Icha (kakaknya), i love bang kiki (abang),” tulis bocah sebatang kara itu.

Aliya kini tinggal di Medan, Sumatera Utara, ia sampai ke Aceh pukul 07:00 WIB naik  bus, bersama neneknya khusus untuk memperingati bencana gempa dan tsunami.

“Setiap tahun saya bawa Aliya ke Aceh, dia tidak bisa melupakan keluarganya,” ujar Khamariyah, neneknya, sambil menyeka air mata. []

Related Posts

calon gubernur aceh mengambil nomor urut
Nanggroe

5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan Calon Gubernur Aceh di Toilet

22/09/2024
Sungai Mane
Nanggroe

Qanun Mukim yang Mengatur Cara Penangkapan Ikan

10/12/2019
Sulaiman imum mukim Mane
Nanggroe

Kesadaran Menjaga Hutan Desa di Mukim Mane

10/12/2019
SMG Aceh Serahkan Bibit Padi Unggul
Nanggroe

SMG Aceh Serahkan Bibit Padi Unggul

21/07/2019
fatwa ulama aceh
Nanggroe

Fatwa Ulama Aceh: Game PUBG dan Permainan Sejenis Haram!

19/06/2019
Kuburan Belanda di Banda Aceh
Nanggroe

Kala Mantan Marsose Menjenguk Kerkhof (Bagian 3-Selesai)

02/03/2019
Next Post

Wagub: Tsunami Menjadi Pengalaman yang Mencerdaskan

POPULAR NEWS

No Content Available

EDITOR'S PICK

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

22/11/2024

Ujian Loyalitas Bagi Craig Bellamy

26/02/2012
content creator

Menjadi Kreator Konten Berpenghasilan Jutaan Rupiah

10/10/2024
Terekam Kamera di Lokasi Kejadian, Rumah Cut Mini Diberitakan Terbakar

Terekam Kamera di Lokasi Kejadian, Rumah Cut Mini Diberitakan Terbakar

15/10/2018

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone
  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.