AS Bahas Serangan Udara dengan Afghanistan

0
49
Illustrasi

Washington – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton pada Sabtu menghubungi perdana menteri Pakistan untuk menyampaikan belasungkawa atas kematian 24 tentara Pakistan dalam serangan udara NATO, kata Departemen Luar Negeri AS.

Dalam pembicaraan melalui telepon dengan Yousuf Raza Gilani, Ny. Clinton “menegaskan rasa hormat Amerika terhadap kedaulatan Pakistan dan komitmen untuk bekerja sama dalam mengejar tujuan bersama atas dasar kepentingan bersama dan saling menghormati,” katanya.

“Dia sekali lagi menyatakan belasungkawa kepada keluarga para prajurit dan kepada rakyat Pakistan untuk kematian tragis dan tidak diinginkan itu,” katanya dalam satu pernyataan.

Islamabad sejauh ini menolak untuk mengambil bagian dalam penyelidikan Amerika Serikat terhadap serangan udara di perbatasan Afghanistan yang menewaskan 24 tentara Pakistan pada 26 November itu.

Insiden itu telah memperburuk kekhawatiran krisis berkepanjangan antara Pakistan dan Amerika Serikat.

Pakistan, bereaksi dalam kaitan kemarahan rakyatnya atas serangan itu, menutup jalur pasokan penting NATO ke Afghanistan dan memboikot konferensi internasional di Bonn yang memfokuskan pada perang selama satu dekade di Afghanistan yang dijadwalkan pada Senin.

Pakistan juga memerintahkan personel Amerika untuk meninggalkan pangkalan udara Shamsi, yang secara luas diketahui sebagai pusat pangkalan untuk pesawat-pesawat tak berawak CIA dalam menghadapi perang terhadap Taliban dan para komandan Al Qaida di daerah-daerah perbatasan Pakistan dengan Afghanistan yang bermasalah.

Pembicaraan telepon Ny. Clinton itu terjadi dua hari sebelum konferensi internasional yang akan membahas masa depan Afghanistan di Bonn, Jerman, yang diboikot Pakistan karena insiden itu.

Amerika Serikat dan NATO telah berjanji untuk menyelidiki Insiden yang disesalkan tersebut. Tetapi Gedung Putih telah mengatakan pihaknya terlalu dini untuk mempertimbangkan permintaan maaf karena penyelidikannya masih dalam tahap awal.[ANTARA]