Empat Gol Milan Hancurkan Arsenal

0
63

Milan – AC Milan memastikan satu tempat di babak perempat final Liga Champions dengan penampilan mengesankan untuk menghancurkan Arsenal 4-0 di kandang mereka di San Siro pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.

Gol pemecah kebuntuan Kevin-Prince Boateng, dua gol sumbangan Robinho, serta eksekusi penalti Zlatan Ibrahimovic memberi klub Italia itu kemenangan pertama dari tujuh pertemuan di Liga Champions melawan klub Inggris, sekaligus mengakhiri tiga kekalahan kandang berturut-turut dari klub Liga Utama Inggris.

Dengan demikian pertandingan kedua yang akan dilangsungkan di Emirates pada tiga pekan mendatang, tidak lebih dari sekedar formalitas bagi pemain-pemain asuhan Massimiliano Allegri.

Bahkan masuknya Thierry Henry, yang melakoni pertandingan terakhirnya sebelum kembali ke New York Red Bulls, tetap tidak mampu menginspirasi The Gunners.

“Kami tidak menampilkan permainan terbaik, namun kami memiliki rasa hormat pada Milan yang menghukum kami pada setiap gol. Mereka adalah tim yang lebih baik pada hari ini,” kata kiper Arsenal, Wojciech Szczesny.

“Mereka adalah pemain-pemain menyerang terbaik di dunia, dan bermain melawan Ibrahimovic, ia berada di atas sana sebagai salah satu penyerang terbaik yang pernah kuhadapi. Kami harus tetap berjuang dan mendapatkan kembali kepercayaan diri kami sekarang.”

Pendapat apapun yang menyatakan bahwa Milan mengalami masalah inferioritas, menyusul hasil-hasil buruk ketika mereka menghadapi klub Inggris, hancur di babak pertama, ketika tim tuan rumah menampilkan serangan balik yang tersusun rapi, sementara tim tamu kerap melakukan kesalahan.

Tomas Rosicky di satu sisi, dan Clarence Seedorf di sisi yang lain, saling mengancam di menit-menit awal, sebelum Ignazio Abate mengirim umpan silang yang hanya mengenai sisi samping jaring gawang Arsenal.

Pergerakan indah dari Milan ketika Luca Antonini mencungkil bola tertuju pada Ibrahimovic yang meneruskannya pada Urby Emanuelson, namun gelandang Belanda ini, yang masuk sebagai pemain cadangan untuk menggantikan Seedorf, gagal mengakhiri skema serangan tersebut dengan penyelesaian yang baik.

Tuan rumah memimpin pada menit ke-15, ketika Szczesny membuang bola yang kemudian jatuh ke kaki Antonio Nocerino, yang kemudian mengumpan pada Boateng untuk melepaskan tembakan voli yang merobek gawang Arsenal.

Nocerino meneruskan umpan Ibrahimovic dengan tembakan voli yang melambung tinggi, sementara tendangan bebas Robin van Persie yang diteruskan tandukan Laurent Koscielny masih mengenai tangan kiper Christian Abbiati.

Kesalahan lain Arsenal membuat Ibrahimovic, yang tampil sangat baik di pertandingan ini, mampu berlari di sisi kiri pada menit ke-38, dan ia pun mengirim bola mudah untuk diselesaikan sundulan Robinho.

Dan akan semakin buruk bagi tim asal Inggris tersebut, ketika tembakan Boateng hanya mengenai jaring gawang di bagian samping dan Antonini yang telah menaklukkan Szczesny hanya mampu melepaskan sepakan melebar.

Arsene Wenger memasukkan Thierry Henry di babak kedua, namun sugesti apapun yang mungkin menginspirasi Arsenal dihancurkan empat kemudian, saat barisan pertahanan The Gunners kembali memperlihatkan kerapuhan, dan memberi Robinho waktu dan ruang untuk melepaskan tembakan ke sudut bawah gawang dari tepi kotak penalti.

Milan mengancam Arsenal melalui serangan balik, dan satu serangan dalam situasi dua lawan tiga gagal dimanfaatkan kubu Merah-Hitam ketika bek Antonini gagal menyelesaikan peluang yang dimilikinya.

Arsenal akhirnya berhasil memperlihatkan kualitas terbaiknya pada menit ke-65, dengan Henry memberi operan pada Van Persie yang melepaskan tembakan voli, namun Abbiati bertindak cepat untuk mengamankan gawangnya.

Sebelas menit sebelum pertandingan usai, Ibrahimovic menancapkan paku terakhir pada peti mati Arsenal, ketika ia menggunakan pengalamannya untuk mendapat penalti terhadap kontaknya dengan Johan Djorou, sebelum kemudian mengambil eksekusi penalti tersebut.

Abbiati dua kali mampu menggagalkan peluang Van Persie, yakni dari tendangan voli yang menggunakan kakinya yang lebih lemah – kaki kanan – dan sundulan pemain internasional Belanda itu. [Ant]