• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Monday, October 26, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home News Hukum

Kebebasan Pers Terancam

Misdarul Ihsan Oleh Misdarul Ihsan
17/12/2011
in Hukum, Nasional
0
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Ada tiga ancaman yang masih menghantui kerja jurnalistik di Tanah Air. Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Eko Maryadi mengatakan dalam beberapa tahun ke depan jurnalis Indonesia akan mengalami tiga macam ancaman kekerasan.
Jika hal ini terus dibiarkan akan memasung kekebasan pers di Indonesia. Padahal, kebebasan pers di Indonesia relatif jauh lebih baik dari era sebelumnya.

Tiga macam ancaman kekerasan itu adalah  kekerasan struktural dalam bentuk intimidasi alat pemerintah seperti polisi dan satpol PP.

READ ALSO

Bentrok TNI vs Polri di Papua, Tiga Personel Polisi Tewas

Harga Minyak Serai Wangi 2020

Hal kedua kekerasan dalam bentuk pembiaran aparat negara. “Dimana alat negara tidak bekerja sungguh-sungguh dalam mencegah terjadinya kekerasan,” papar Eko.

Soal ketiga adalah kekerasan impunitas. Yakni, para pihak yang telah melakukan kekerasan terhadap jurnalis bisa melenggang bebas tanpa mempertanggungjawabkan kejahatannya.

“Saya ingatkan rekan jurnalis untuk bekerja sesuai etika supaya tidak jadi target kekerasan. Kemudian jika meliput di daerah konflik tolong jaga zona aman,” ujar pendiri AJI yang akrab disapa Item itu.

Pada Senin (12/12), rumah seorang jurnalis The Rote Ndao News, Nusa Tenggara Timur (NTT), Dance Hanukh, dibakar dan dihancurkan oleh sekelompok orang. Akibat syok karena insiden itu, putri Dance, Gino Novitri Henukh yang baru berusia satu bulan meninggal dunia.

Hari ini, seorang jurnalis wanita dari harian Erende, Rote Ndao, NTT, Endang Sidin, mengaku dirinya sempat disekap oleh seorang polisi pramong praja dan diancam akan dihabisi karena memberitakan seorang PNS yang menjadi calo proyek.

Beberapa hari yang lalu seorang jurnalis di Surabaya diusir dan dilecehkan sekuriti konsulat Amerika Serikat karena ia memotret kemacetan yang terjadi akibat pembatas jalan di depan konsulat tersebut.

Sejak 1996 sampai 2010, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat terjadinya 10 kasus kekerasan yang berujung pembunuhan terhadap wartawan.

Sebagian besar dari kasus-kasus tersebut masih belum terungkap atau dibiarkan menjadi misteri sampai sekarang. Seperti kasus pembunuhan wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin di Bantul pada 1996 lalu.

Beberapa waktu lalu, AJI memprotes Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, yang akan menghentikan penyidikan kasus pembunuhan wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin yang dibunuh pada 16 Agustus 1996 di Bantul.

AJI mendesak kepolisian menyelesaikan utang kasus Udin sebelum kasus ini kedaluarsa memasuki usia 18 tahun. AJI lantas menyebut contoh keberhasilan Polri mengungkap kasus pembunuhan terhadap AA Prabangsa di Bali pada 16 Februari 2009. Para pembunuh wartawan Radar Bali itu divonis hukuman seumur hidup sampai 8 tahun penjara.

Sebelumnya, polisi juga membebaskan pelaku pembunuh wartawan Sun TV, Ridwan Salamun yang meninggal di Tual, Maluku, Agustus 2010 silam.[beritasu.com]

Related Posts

Bentrok TNI vs Polri di Papua, Tiga Personel Polisi Tewas
Nasional

Bentrok TNI vs Polri di Papua, Tiga Personel Polisi Tewas

13/04/2020
harga minyak serai wangi
Nasional

Harga Minyak Serai Wangi 2020

18/02/2020
donasi unicef
Nasional

Tsunami Aceh, Donasi Unicef dan Cara Berhenti Berdonasi

27/11/2019
Tampar Petugas Imigrasi Indonesia, Wanita Inggris Dipenjara 6 Bulan
Hukum

Tampar Petugas Imigrasi Indonesia, Wanita Inggris Dipenjara 6 Bulan

07/02/2019
Ketua Komnas HAM Kunjungan Kerja ke Unsyiah
Hukum

Ketua Komnas HAM Kunjungan Kerja ke Unsyiah

09/11/2018
9 Istri Soekarno dan Kisah-kisah Cinta Mereka
Nasional

9 Istri Soekarno dan Kisah-kisah Cinta Mereka

24/10/2018
Next Post

Kanker Payudara, Tertinggi di Rumah Sakit Seluruh Indonesia

POPULAR NEWS

No Content Available

EDITOR'S PICK

Perempuan Eks Konflik Ikut Pelatihan Obras Pakaian

12/02/2012

Sedot Pulsa, PT Telkomsel Disomasi

19/01/2012

Cawabup Pidie: KIP Pidie Sewenang-wenang

13/12/2011
Mengapa Menjadi Pegawai Negeri Sipil?

Mengapa Menjadi Pegawai Negeri Sipil?

23/09/2018

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone
  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.