• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Sunday, October 4, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Edukasi

“Kuli Tinta” Ajari Calon Cekgu Menulis

Saiful Amri by Saiful Amri
07/03/2026
in Edukasi, Opini
0
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

HUJAN mengguyur perut bumi disekitar Banda Aceh dengan lebatnya, Sabtu pagi 26 November 2011. Hawa dingin dan cuaca yang sedikit tak bersahabat itu, tak menciutkan sembilan puluh mahasiswa FKIP Unsyiah, Fakultas hukum, Fisipol unsyiah politeknik Aceh, IAIN Ar-Ranirry untuk memenuhi aula fakultas calon guru di Unsyiah, guna mengikuti pendidikan jurnalistik yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah.

Jam sembilan lewat. Ada suara halus dari seorang cewek berkulit sawo matang dari mikrofon gedung. Namanya Mona. Dia Master of Ceremonies (MC) dalam acara tersebut. Acara pun berlangsung setelah Mona memberitahukan agenda acara.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Seremonial pembukaan acara yang diisi oleh tokoh-tokoh mahasiswa pun selesai. Tiba waktunya agenda utama, Pelatihan Jurnalistik. Murdani, salah seorang pewarta andalan dari surat kabar Harian Aceh dipercaya menjadi pemateri pembuka. Dasar-dasar Jurnalistik dan Tehnik Wawancara pun menjadi tanggung jawab pria berkulit sawo matang ini, untuk disampaikan pada peserta. Ada beberapa kutipan dari Kris Budiman dan Luwi Ishwara (2005) yang menjadi dasar pengenalan jurnalistik yang dibawakannya.

“Menurut Kris Budiman kegiatan jurnalistik dimulai dari penyiapan, penulisan, penyuntingan, dan penyampaian berita pada publik melalui saluran tertentu, seperti televisi, radio, surat kabar, majalah atau sejenisnya dan media online,” jelas pria yang kerap di sapa Bang Mur oleh para mahasiswa itu.

Pengertian berita, jenis berita, nilai berita (News value), anatomi dan unsur-unsur berita menjadi bahasan awal pria bertubuh sedang itu. Selanjutnya dilanjutkan materi Wawancara. Seisi auditorium terlihat antusias mendengarkan bahasan materi hingga selesai.

Usai Murdani, giliran aktivis Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh yang menyampaikan materi. Ia adalah Wartawan Vivanews, media online yang berkantor di Jakarta. Namanya Muhammad Riza Nasser. Materi yang disampaikan mengenai ragam berita, tapi pria berkulit putih itu lebih memperdalam penjelasannya pada angle, sumber berita dan persiapan penulis menjadi jurnalis.

“Modal menjadi jurnalis adalah banyak membaca, melek informasi, perluas jaringan pertemanan, jangan mudah percayai narasumber dan selalu cek informasi, pelajari kode etik dan Undang-undang Pers (UU No, 40 tahun 1990)” jelasnya hingga jam 12.00 WIB.

Mentari mulai bergeser arah barat, kira-kira  jam 14 lewat, ketua panitia bersama pria berkacamata dengan kemeja kotak-kotak pendek menuju  ruangan lantai dua itu. Dia Maimun Saleh, Kepala Sekolah Menulis Muharram Jurnalis College (MJC). Rektor MJC itu terlihat  membuka laptopnya, tak lama pria yang akrab disapa Pak Maimun itu, langsung menyapa peserta.

Kode etik jurnalistik yang menjadi materi pada siang itu. Maimun sering kocak dalam mencontohkan pelanggaran kode etik yang dilakukan wartawan Aceh selama ini, membuat peserta cair dan akrab dengan pemateri.

“Wartawan dalam membuat berita, wajib memperhatikan kode etik jurnalistik,” pesan maimun.

Setelah Maimun Saleh menyampaikan materi, salah seorang budayawan muda Aceh, Herman RN turut dipanggil untuk mengisi acara tersebut. Pria yang berprofesi sebagai Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unsyiah itu, dipercayakan memberi materi Feature pada peserta. Guna menyemangati peserta, Ia sering memperlihatkan beberapa tulisan featuresnya yang pernah dimuat di beberapa media.

“Menulis Feature hampir sama dengan menulis cerpen. Yang membedakan feature dengan cerpen hanya faktanya saja,” jelas Herman mejawab salah satu audiens yang bertanya.  Tepat pukul 17.00 WIB, sang pemateri pun mengakhiri dialog dan diskusi mengenai tata cara penulisan feature seraya berkata, “Selamat Menulis”[]

Saiful Amri adalah Mahasiswa  Jurusan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Syiah Kuala. 

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Kerkhof Petjut
Edukasi

Kerkhof Petjut, Saksi Bisu Perang Aceh

17/10/2024
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Next Post

GNCI Aceh Desak KIP Konsisten Laksanakan Putusan MK

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM

Meta Luncurkan Program Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM di Indonesia

09/07/2026
Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026

EDITOR'S PICK

Bambang Duga Ada “Tangan Kuat” Lindungi Miranda

15/12/2011

KPU dan KIP Bahas Kelanjutan Pilkada Aceh

18/03/2016

Pemberontak Sudan Bentuk Aliansi Gulingkan Presiden Bashir

13/11/2011
Juan Mata Lempar Sepatu

Ini Alasan Juan Mata Lempar Sepatu Usai Cetak Gol

23/04/2018

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar
  • iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.