Ledakan Di Kebupaten Syiah Baghdad Tewaskan Delapan Orang

0
316

Baghdad– Serentetan ledakan terhadap kantong-kantong Syiah di Baghdad menewaskan sedikitnya delapan orang pada Kamis (5/12), kata para pejabat, pada saat Irak bergulat dengan konflik politik yang dipicu ketegangan sektarian.

Kekerasan ini merupakan terburuk sejak serangkaian ledakan di ibu kota Irak pada 22 Desember menewaskan 60 orang, tak lama setelah krisis meletus dan setelah penarikan pasukan Amerika Serikat dari negara itu.

Dua bom pinggir jalan di lingkungan Syiah Kota Sadr di utara Baghdad meledak pada sekitar pukul 7.00 waktu setempat di dekat sekelompok pekerja harian menunggu untuk menjemput mereka.

Ledakan-ledakan menewaskan tujuh orang dan melukai 27 lainnya, kata pejabat kementerian pertahanan, sementara seorang pejabat kementerian dalam negeri menyebutkan korban tewas sembilan dan 35 terluka.

Keduanya berbicara dengan tidak bersedia disebut jatidirinya.

Serangan bom kembar di Kadhimiyah, kabupaten Syiah lain di utara ibu kota, membunuh orang lain dan melukai lebih delapan lainnya, lata pejabat Kementerian Dalam Negeri.

Amerika Serikat dan PBB telah mendesak agar tenang di tengah-tengah kebuntuan politik dan menyerukan agar para pemimpin nasional mengadakan pembicaraan untuk mengakhiri sengketa, tetapi pertemuan tersebut belum terjadi.

Perdana Menteri Nuri al-Maliki pada Rabu mengancam mundur untuk memecat menteri-menteri dari kelompok Iraqiya dukungan Sunni yang telah memboikot kabinet, terbaru dalam penurunan krisis.

Kebuntuan itu dipicu oleh keputusan pemerintah atas masalah perintah penangkapan Wakil Presiden Tareq al-Hashemi atas tuduhan teror. Hashemi, yang bersembunyi di wilayah otonomi Kurdi utara, menyangkal tuduhan tersebut dan partainya Iraqiya telah memboikot kabinet dan absen saat sidang parlemen dibuka kembali pada Selasa.

Wakil Perdana Menteri Sunni Saleh al-Mutlak, juga anggota Iraqiya, telah mencela Maliki sebagai seorang diktator “lebih buruk daripada Saddam Hussein”, dan Perdana Menteri telah meminta dia dipecat.

Para anggota parlemen telah mempertimbangkan permintaan itu pada Selasa, namun langkah itu tidak dibahas atau diambil keputusannya.[Antara]