• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Friday, October 9, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Mari Berhenti Menulis Puisi

Harlan by Harlan
07/03/2026
in Opini
0
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Idrus Bin Harun

Puisi yang membingungkan dan berusaha tampil maksimal di tengah sunyinya ungkapan-ungkapan murni yang lahir dari nurani penyair, harus ditongsampahkan segera. Aktifitas menulis puisi sebaiknya dihentikan saja. Tutup lembaran-lembaran syair. Gantikan dengan lirik-lirik introvert penyanyi indonesia.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Di koran-koran pagi, puisi Minggu ditulis dengan pikiran kusut. Merajut diksi dengan termangu dalam sepi sampai berjam-jam adalah tingkah paling dungu. Kau tahu? Kerbau memiliki imajinasi juga. Hanya saja untuk alasan agar terlihat  lebih beradab mereka jarang mendeklamasikan puisi jika sedang santai.

Puisi kita dewasa ini  dihegemoni teori akademisi. Menulis sajak sambil melempar pandangan dari jendela kamar lalu menghayal bisa merenggut bulan, atau seorang penyair yang pernah kesenggol becak di pasar, lalu pulang menulis puisi tentang betapa tercelanya sikap  sang pacar yang tak bisa melindungi ia dari becak kurang ajar.

Koran-koran kita menyukai hal-hal berat lagi membingungkan. Contoh; semakin gelap puisi anda, semakin menarik bagi mereka. Semakin tak dimengerti, semakin bermutu nilai seni.

Apakah itu bentuk surealisme seperti kata Issidor Ducasse? Issidor Ducasse mungkin pernah teler dengan alkohol melebihi ambang batas. Namun, dalam goresan Salvador Dali, surealisme dapat ditangkap dalam sekejap tanpa harus menjadi pening sesudahnya. Atau, katakanlah puisi itu mesti perih seperti puisi Sapardi Djoko Damono. Maka, berpuisi bakal dicap sebagai aktifitas paling menyedihkan sepanjang sejarah kebudayaan manusia pasca runtuhnya dinasti-dinasti.

Ruang yang diciptakan penyair sebagai refleksi dunia nyata harus kita pertanyakan segera. Sebelum kebingungan-kebingungan ini berlanjut hingga kita wafat kelak. Made Wianta menolak puisi konvensional karena bosan dengan keterbatasan ungkap. Remi Sylado mendobrak pantat kritikus sastra dengan puisi mbeling. Bagaimana dengan kita? Apakah menjadi domba-domba yang digiring mengunyah rumput sebelum disembelih?

Pasti kita dianggap bodoh jika tak bisa menginterpretasi sejumlah diksi dalam puisi. kebodohan kultural semacam ini wajar dalam sastra lokal kita yang tak mempunyai sejarah seni. Apalagi, sejauh ini puisi makin kental saja berbicara. Dan parahnya, hanya dimengerti oleh yang sedikit panjang panjang imajinasi. Dan kita yang di bumi, tidak mungkin terus menerus mendongak ke langit untuk dapat berkomunikasi dengan penulis puisi.

Sahabat saya yang menerima kiriman puisi hampir gila memaknai dan baginya, penyair itu adalah makhluk paling cerewet serta suka omong berputar-putar. Abstraksi tidak tepat menjadi ruang komunikasi. Upaya untuk meyakinkan orang bahwa puisi itu media yang unik sekaligus nakal, sudah tidak tepat jikalau penyampaian mengalami stagnasi. Tersumbat pada lubang diksi. Walau terkadang coba disiasati dengan memunculkan banyak aliterasi di ujungnya, puisi gelap tetap sulit dipahami.

Maka, jika dijejerkan puisi dari Banda Aceh ke Sigli, maka sepanjang jalan akan sunyi. sebab penyair kita penyendiri. Kalau sedang mabuk puisi.

Bivak Emperom, 30 Januari 2012

Idrus Bin Harun Ini orang adalah jama’ah Komunitas Kanot Bu

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post

Bupati Minta Panwaslu dan KIP Serahkan LPJ

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026
Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026

EDITOR'S PICK

First Media

Setelah 24 Tahun, Izin First Media Akhirnya Dicabut

19/11/2018
teknik seo sederhana

Teknik SEO Sederhana untuk Blogger Steemit

07/03/2026
@Pidiekreatif Luncurkan Program Ngulik Bareng Rio

@Pidiekreatif Luncurkan Program Ngulik Bareng Rio

07/03/2026
Berapa Besar RAM di iPad Generasi Ketiga?

Berapa Besar RAM di iPad Generasi Ketiga?

18/03/2016

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.