• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Thursday, October 29, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Mari Berhenti Menulis Puisi

Harlan Oleh Harlan
05/02/2012
in Opini
0
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Idrus Bin Harun

Puisi yang membingungkan dan berusaha tampil maksimal di tengah sunyinya ungkapan-ungkapan murni yang lahir dari nurani penyair, harus ditongsampahkan segera. Aktifitas menulis puisi sebaiknya dihentikan saja. Tutup lembaran-lembaran syair. Gantikan dengan lirik-lirik introvert penyanyi indonesia.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Di koran-koran pagi, puisi Minggu ditulis dengan pikiran kusut. Merajut diksi dengan termangu dalam sepi sampai berjam-jam adalah tingkah paling dungu. Kau tahu? Kerbau memiliki imajinasi juga. Hanya saja untuk alasan agar terlihat  lebih beradab mereka jarang mendeklamasikan puisi jika sedang santai.

Puisi kita dewasa ini  dihegemoni teori akademisi. Menulis sajak sambil melempar pandangan dari jendela kamar lalu menghayal bisa merenggut bulan, atau seorang penyair yang pernah kesenggol becak di pasar, lalu pulang menulis puisi tentang betapa tercelanya sikap  sang pacar yang tak bisa melindungi ia dari becak kurang ajar.

Koran-koran kita menyukai hal-hal berat lagi membingungkan. Contoh; semakin gelap puisi anda, semakin menarik bagi mereka. Semakin tak dimengerti, semakin bermutu nilai seni.

Apakah itu bentuk surealisme seperti kata Issidor Ducasse? Issidor Ducasse mungkin pernah teler dengan alkohol melebihi ambang batas. Namun, dalam goresan Salvador Dali, surealisme dapat ditangkap dalam sekejap tanpa harus menjadi pening sesudahnya. Atau, katakanlah puisi itu mesti perih seperti puisi Sapardi Djoko Damono. Maka, berpuisi bakal dicap sebagai aktifitas paling menyedihkan sepanjang sejarah kebudayaan manusia pasca runtuhnya dinasti-dinasti.

Ruang yang diciptakan penyair sebagai refleksi dunia nyata harus kita pertanyakan segera. Sebelum kebingungan-kebingungan ini berlanjut hingga kita wafat kelak. Made Wianta menolak puisi konvensional karena bosan dengan keterbatasan ungkap. Remi Sylado mendobrak pantat kritikus sastra dengan puisi mbeling. Bagaimana dengan kita? Apakah menjadi domba-domba yang digiring mengunyah rumput sebelum disembelih?

Pasti kita dianggap bodoh jika tak bisa menginterpretasi sejumlah diksi dalam puisi. kebodohan kultural semacam ini wajar dalam sastra lokal kita yang tak mempunyai sejarah seni. Apalagi, sejauh ini puisi makin kental saja berbicara. Dan parahnya, hanya dimengerti oleh yang sedikit panjang panjang imajinasi. Dan kita yang di bumi, tidak mungkin terus menerus mendongak ke langit untuk dapat berkomunikasi dengan penulis puisi.

Sahabat saya yang menerima kiriman puisi hampir gila memaknai dan baginya, penyair itu adalah makhluk paling cerewet serta suka omong berputar-putar. Abstraksi tidak tepat menjadi ruang komunikasi. Upaya untuk meyakinkan orang bahwa puisi itu media yang unik sekaligus nakal, sudah tidak tepat jikalau penyampaian mengalami stagnasi. Tersumbat pada lubang diksi. Walau terkadang coba disiasati dengan memunculkan banyak aliterasi di ujungnya, puisi gelap tetap sulit dipahami.

Maka, jika dijejerkan puisi dari Banda Aceh ke Sigli, maka sepanjang jalan akan sunyi. sebab penyair kita penyendiri. Kalau sedang mabuk puisi.

Bivak Emperom, 30 Januari 2012

Idrus Bin Harun Ini orang adalah jama’ah Komunitas Kanot Bu

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

22/11/2024
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

30/10/2024
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

05/10/2024
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

25/09/2023
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

21/04/2022
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

31/05/2021
Next Post

Bupati Minta Panwaslu dan KIP Serahkan LPJ

POPULAR NEWS

No Content Available

EDITOR'S PICK

Timor Timur Gelar Pemilu Presiden Hari Ini

17/03/2012
Aktor Ini Tak Muncul di Game of Thrones Musim Terakhir

Aktor Ini Tak Muncul di Game of Thrones Musim Terakhir

06/08/2018

KPTA : Mari Dukung Timnas Aceh

23/11/2011

Manchester United Kalahkan Everton 1-0

30/10/2011

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone
  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.