Normalisasi Krueng Aceh Butuh Rp50 Milliar

0

Banda Aceh– Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin mengatakan normalisasi Krueng (sungai) Aceh membutuhkan dana sebesar Rp50 miliar, sehingga sungai yang membelah ibukota Provinsi Aceh itu bersih dari sampah tsunami yang melanda wilayah itu 26 Desember 2004.

“Sedikitnya diperlukan dana Rp50 miliar untuk membersihkan aliran Krueng Aceh dari sampah sisa tsunami untuk dapat menjadikan sungai ini sebagai alternatif transportasi wisata air,” katanya di Banda Aceh, Rabu (15/2).

Mawardy yang akan berakhir masa tugasnya 8 Februari mendatang itu menyatakan, salah satu agenda Pemkot yang belum dapat dijalankan selama periode kepemimpinannya adalah pembersihan Krueng Aceh.

Krueng Aceh yang panjangnya lebih kurang 145 Km itu berhulu di Cot Seukek, Kabupaten Aceh Besar, dan bermuara di Desa Lampulo, Banda Aceh.

Krueng Aceh mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang aktivitas masyarakat kota Banda Aceh, diantaranya digunakan sebagai sarana air minum (PDAM), sarana transportasi air dan irigasi. Selain itu juga dipergunakan sebagai sandaran kapal-kapal nelayan yang berada di sekitar badan sungai.

Tsunami yang melanda Aceh telah menyebabkan sungai ini tercemar oleh berbagai sampah non organik, seperti bangkai mobil, truk, kapal dan lain-lain.

Mawardy menjelaskan, Pemkot Banda Aceh telah memiliki rencana dan desain agar kawasan tersebut dapat dijadikan salah satu penyangga kota dan juga pelayanan terhadap masyarakat.

“Selama lima tahu kepemimpinan saya, kendala utama adalah belum ada dana untuk membersihkannya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pihak Pemko sudah beberapa kali meminta bantuan pusat untuk pembersihan Krueng Aceh.

“Pemerintah pusat mengatakan bahwa daerah aliran sungai (DAS) Krueng Aceh adalah tanggungjawab pemerintah provinsi, sehingga pusat tidak dapat menganggarkan untuk pembersihan sungai tersebut,” katanya.

Untuk itu, Mawardy berhadap ke depan siapapun Gubernur Aceh terpilih hendaknya memperhatikan persoalan ini, karena Banda Aceh sebagai ibukota provinsi perlu penanganan khusus untuk pembangunannya.

“Kita berharap pemimpin Aceh kedepan dapat memperhatikan dan mengalokasikan dana untuk pembersihan Krueng Aceh,” ujarnya.[Ant]