Oposisi Venezuela Bakar Daftar Pemilih

0
121

Caracas-Oposisi Venezuela menyatakan telah menghancurkan daftar pemilih dalam pemilihan primer dasar Minggu kemarin, meski pengadilan memerintahkan data tersebut harus disimpan.

Koalisi Persatuan Demokratis mengatakan data teresbut dibakar dalam sesuai dengan janji untuk menjamin kerahasiaan.

Ada juga kekhawatiran bahwa mereka yang memberikan suara akan menghadapi pembalasan dari pemerintah.

Dalam pemilihan dasar tersebut Henrique Capriles Radonski terpilih untuk menantang Presiden Hugo Chavez di pemilihan presiden Oktober mendatang.

Dalam pemilihan dasar, para pemberi suara juga memilih kandidat oposisi untuk pemilihan tingkat lokal negara bagian.

Mahkamah Agung mengintervensi daftar pemilih setelah ada sebuah protes dari seorang kandidat walikota lokal yang menginginkan untuk mengajukan banding atas keputusan pemilihan dasar.

Dalam keputusan itu disebutkan bahwa semua daftar pemilih harus diserahkan ke komisi pemilihan dalam waktu 24 jam.

Tetapi sekretaris eksekutif koalisi Persatuan Demokratis, MUD, Ramon Aveledo, menilai keputusan tersebut sebagai ”tidak masuk akal, melanggar konstitusi dan tidak seimbang”.

Kerahasian Absolut

Beberapa jam sebelumnya, pejabat oposisi mengatakan bahwa data pemilih semuanya telah dihancurkan.

“Kami nyatakan kepada seluruh warga Venezuela yang memilih pada tanggal 12 Februari bahwa proses pemilu berlangsung sepenuhnya dalam kerahasiaan, termasuk surat suara dan nama orang yang ikut ambil bagian,” kata Edinson Ferrer ketua MUD muda.

Isu kerahasiaan pemilih terutama menjadi kepedulian bagi oposisi menyusul sebuah permintaan referendum yang gagal terhadap Presiden Chavez di tahun 2004.

Daftar orang yang mendukung usulan referendum tersebut muncul di publik, dan setelah itu banyak yang mengeluh bahwa mereka menerima diskriminasi dan kehilangan pekerjaan di sektor publik.

Sementara pendukung Presiden Chavez mempertanyakan klaim oposisi yang menyebut lebih dari 3 juta orang ikut ambil bagian dalam pemilihan dasar.

Mereka juga melakukan serangan pribadi kepada Henrique Capriles, gubernur negara bagian Miranda yang memenangkan nominasi untuk menantang Chavez dalam pemilihan presiden Oktober nanti.[bbc]