Pendemo Tuntut Pilkada Di Aceh Tepat Waktu

0
92

Banda Aceh- Sekitar seratus pengunjuk rasa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat untuk Pilkada Damai mendesak Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh melaksanakan pemilihan gubernur dan 17 bupati tepat waktu.

Dalam aksinya di Kantor KIP Aceh di Banda Aceh, Senin (30/1), pengunjuk rasa menegaskan pilkada tidak boleh bergeser dari jadwal yang telah tetapkan, yakni 16 Februari 2012.

Yusuf Qardhawi, orator aksi, mengatakan kalau pilkada Aceh bergeser dikhawatirkan akan melahirkan konflik. KIP Aceh harus bertanggung jawab jika ini terjadi.

“Kami akan membawa massa lebih banyak lagi jika KIP Aceh menggeser jadwal pilkada. Apa susahnya melaksanakan pilkada tepat waktu, yakni 16 Februari 2012,” ketus dia.

Sementara itu, Waladan Yoga, koordinator aksi, menegaskan tidak ada alasan KIP menunda pilkada. Selain itu, Mahkamah Konstitusi (MK) dalam amar putusannya tidak memerintahkan KIP Aceh menunda pilkada.

“Kami mendesak KIP Aceh melaksanakan pilkada sesuai jadwal yang telah ditetapkan. KIP jangan terjebak kepentingan politik tertentu yang memaksakan kehendaknya menunda pilkada Aceh,” tegas dia.

Unjuk rasa sempat memanas ketika demonstran berupaya masuk ke kantor KIP yang dijaga sejumlah polisi. Aksi massa ini dipicu karena Wakil Ketua KIP Aceh Ilham Syahputra kembali masuk kantor.

Sebelumnya, Ilham sempat menjumpai pengunjuk rasa dan menyampaikan beberapa pernyataan. Namun, suara Ilham tidak terdengar sehingga massa menyorakinya.

Ilham akhirnya hanya mendengarkan orasi pengunjuk rasa. Setelah beberapa saat di tempat aksi berlangsung, Wakil Ketua KIP Aceh itu masuk kembali ke dalam.

Namun, Ilham kembali menjumpai massa setelah pengunjuk rasa berupaya menerobos masuk melalui pintu yang dijaga polisi. Akhirnya massa mundur setelah Ilham keluar menjumpai pengunjuk rasa.

Wakil Ketua KIP Aceh Ilham Syahputa mengatakan, pihaknya hanya sebagai penyelenggara serta menjalankan putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan pilkada dilaksanakan paling lambat 9 April 2012.

“Secara teknis, kami tidak memungkinkan melaksanakan pilkada pada 16 Februari 2012. Jadwalnya sedang kami rapatkan dengan KIP kabupaten/kota,” ujar Ilham.

Usai mendengarkan penjelasan tersebut, massa Koalisi Masyarakat untuk Pilkada Damai memutuskan bertahan di kantor KIP Aceh menunggu hasil rapat pleno terkait penetapan jadwal pilkada Aceh.[Antara]