Penembakan di Acut, Tiga Tewas Empat kritis

0
319
Foto : T. Fakhrizal

Panton Labu – Tiga tewas, empat kritis dan satu luka ringan dalam aksi penembakan membabi buta menggunakan senjata api laras panjang di desa Krueng Jawa, kawasan pedalaman Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara, Minggu (4/12) malam sekira pukul 23.00 WIB.

Korban tewas maupun kritis langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia Lhokseumawe, Senin (5/12) dinihari. Sukini (35) salah seorang saksi mata kepada Acehcorner.com menceritakan, saat kejadian puluhan warga desa setempat sedang menonton televisi di kios milik Hery. Lalu tiba-tiba datang pelaku sekitar empat orang memakai penutup wajah dan membawa senjata api laras panjang.

Kemudian salah seorang pelaku meminta warga yang ada di kios itu untuk tiarap. Beberapa menit kemudian pelaku langsung memberondong warga yang sedang tiarap dan diikuti oleh pelaku lainnya.

“Ketika mendengar suara tembakan saya langsung lari ke belakang kios sambil menyelamatkan anak saya, kalau tidak salah saya mendengar sekitar 30 kali suara tembakan bahkan lebih,” kata Sukini kepada Acehcorner.com.

Ia mengaku setelah suara tembakan tidak terdengar lagi, ia bersama beberapa warga lainnya kembali ke kios tersebut dan mendapati tiga orang sudah tewas di tempat, satu kritis, dan satu luka ringan.

Menurutnya, korban tewas masing-masing Herianto (30), Karno (50) dan Sugeng (45). Ketiganya adalah buruh asal Sumatera Utara yang sehari-hari bekerja di perkebunan karet milik PT Satya Agung.

Sementara korban yang kritis di antaranya, Samin (warga Peurelak Aceh Timur), Harapan (warga Sumatera Utara), Misman, dan Erik (warga Dewantara, Aceh Utara). Sedangkan korban luka ringan Ari Fandi, warga Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Kapolres Kota Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso ketika mendatangi para korban di RSUD Cut Meutia mengatakan hingga saat ini polisi belum mengetahui motif penembakan para buruh tersebut. Pihaknya telah mengerahkan puluhan personil yang dibantu anggota Brimob dan TNI untuk menyisir kawasan TKP mengejar pelaku penembakan. [T. Fakhrizal]