HOT
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
Home News Nanggroe

Pengunjung Museum Tsunami Keluhkan Retribusi Parkir

Maimun Saleh Oleh Maimun Saleh
21/12/2011
in Nanggroe
14 0
0

Banda Aceh – Pengunjung museum tsunami Aceh keluhkan mahalnya bea parkir yang melonjak 100 % dari ketentuan Pemerintah Kota Banda Aceh. Pengelola parkir mengutip Rp 2.000/sepeda motor. 

“Hah Rp 2.000 untuk sepeda motor. Mahal sekali, harusnya kan Rp 1.000 banyak sekali ya uang orang itu!” ketus seorang penjaga cafe, Rabu (21/12).

Namun menurutnya, area parkir persis depan papan nama museum, dikelola oleh pemuda setempat bukan pengelola museum. Dalam website Layanan Pengaduan Masyarakat (LPM) Kota Banda Aceh, disebutkan bea tarif parkir di badan jalan Rp 500/sepeda motor dan Rp 1.000/mobil.

Website yang dikelola Dinas Perhubungan, Infokom dan PDE Kota Banda Aceh itu menyebutkan bea parkir di plataran Rp 1.000/sepeda motor dan Rp 2.000/kenderaan roda empat. Fery, salah seorang pengunjung, menduga aksi menaikan bea parkir itu ilegal. Ia mensinyalir meningkatnya jumlah pengunjung jelang peringatan tujuh tahun tsunami, menjadi alasan penaikan bea parkir.

“Parkir resmi pasti ada karcisnya, ini cuma dikasi kertas kotak rokok yang bertuliskan nomer parkir,” jelasnya.

Warga Kuta Alam ini, berharap pemerintah Kota Banda Aceh, menertipkan sistem parkir museum tsunami. Pasalnya, gedung tersebut menjadi salah satu tujuan wisata Banda Aceh.

“Jangan gara-gara pengelolaan parkir amburadul, citra Banda Aceh jadi buruk,” jelasnya.

Rahmani, salah seorang pelajar, mengaku sempat mengeluh pada penjaga parkir. Ia bahkan menyebutkan dirinya pelajar agar bisa diturunkan bea. Namun penjaga parkir bersikeras.

“Untung kawan saya masih ada uang sisa jajan, jadi kami bisa masuk museum,” sebutnya.

Askhalani, Koordinator Gerak Aceh, berharap pemerintah Kota Banda Aceh segera memperbaiki manajemen parkir. Menurutnya, parkir harus dikelola Unit Palayanan Terpadu Daerah (UPTD). Alasannya, museum menghabiskan biaya bulanan dan tahunan sehingga membutuhkan dana tetap.

“Pendapatan dari retribusi parkir harusnya menjadi kas, yang kemudian dimanfaatkan untuk pengeluaran tetap museum sendiri misalnya kebersihan dan perawatan gedung,” katanya. “Kalau parkir dikelola preman, uangnya dibawa kemana tidak ada yang tahu.”[]

Share8Tweet5
Maimun Saleh

Maimun Saleh

TRENDING.

cara berhenti donasi unicef
Inforial

Cara Berhenti Donasi UNICEF Indonesia dengan Cepat dan Mudah

3 years ago
rekomendasi jual rumah shelter murah banda aceh
Inforial

Rekomendasi Jual Rumah Shelter Banda Aceh, Murah dan Terpercaya

2 years ago
Referendum Aceh
Opini

Referendum Aceh 1999: Sebuah Kliping

8 years ago
cerita humor
Opini

Sakit Lele dan Cerita Humor Orang Aceh

8 years ago
aceh pungo

Aceh Pungo (acehpungo.com) merupakan blog yang membahas seputar gaya hidup, cerita perjalanan, wisata kuliner dan destinasi wisata menarik

Follow Us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Tags

Alkali Bansos Cerpen Gosip Halodoc Headline Hiburan Neo Bank Pilihan Puisi Quora Resensi SEO Sepakbola Steemit Traveling turki umrah mandiri Unicef YouTube
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 Acehpungo - Blog seputar gaya hidup & dan hiburan by Acehpungo.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 Acehpungo - Blog seputar gaya hidup & dan hiburan by Acehpungo.