• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Friday, October 23, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Budaya

Puisi-puisi Cipta Arief Wibawa

Cipta Arief Wibawa Oleh Cipta Arief Wibawa
22/11/2011
in Budaya
0
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Aku Ingin
Andai bisa, aku ingin membersamai kenangan denganmu. Mengulang kembali masa-masa indah remaja dengan tawa dan sedikit saja cinta. Aku ingin bisa bangun pagi dan datang lebih awal lalu menunggumu di gerbang sekolah untuk sekedar menagih secuil senyum batari dari bibir merahbatamu. Aku ingin lamat-lamat menatapmu saat upacara bendera tengah khidmat diritualkan. Aku ingin dirimu menjadi semacam sajak yang lalu mengabadi dalam tiap lipatan buku-buku pelajaranku.

Aku ingin…

READ ALSO

Halloween: Sejarah dan Asal-usul yang Kusut dari Hari Libur 31 Oktober

Pagelaran Tari Kreasi Baru 2019 di Indoor Taman Budaya

Sekedar ingin… denganmu

Rumah Cahaya, 2011
Episode Liris Sebuah Hati
Entah oleh sebab apa aku masih saja mau seranjang denganmu. Tak ada lagi lukisan dan foto yang kita pajang di dinding dan meja rias. Spring bed yang biasa jadi tempat kita menutup dan memulai hari kini telah mati. Pelan-pelan gerimis yang biasa turun di mataku membasahi dan menggenanginya hingga ia lapuk dan kuyup. Harus dengan apalagi aku berpegangan denganmu? Jika cinta yang kubawa tiap petang sepulang bekerja saja tak mampu meyakinkanmu, harus dengan apalagi aku bertahan?

Rumah Cahaya, 2011
Begitu Dongeng
Sesekali ia ingin duduk di atas bukit sambil menatap rembulan. Menyusun selesa angan sambil menerbangkannya pada dinginnya angin. Rambutnya yang tergerai lantas menjadi sarang bagi burung hantu yang entah kenapa tiba-tiba mengantuk dan akhirnya lelap tertidur. Padahal, dulu sekali ia yang sengaja menghitamkan malam untuk diwarnai oleh batari yang kebetulan singgah di tempatnya berdiam saat ini. Musim memang begitu dongeng bagi sebuah cinta. Dibentur logika lalu mati bersama duka.

Rumah Cahaya, 2011
Cerita Malam
Aku mengerti kau tak pernah memahami bahasa ikan yang berenang di ceruk mataku. Di ujung muara nada-nada  kodok dan jangkrik menjadi semacam penanda untuk lelatu yang mengudara memecah pekatnya malam. Seketika pilu beterbangan digeret kunang-kunang.  Bocah-bocah terpejam, diam, lalu mati dibunuh zaman. Kau hanya membisu. Setelah nanti lama, embun pun ramai menghiasi dada dedaun. Kita menjadi bohemian, menyapa pagi hanya karena malam telah diusir pergi…

Rumah Cahaya, 2011

 

Cipta Arief Wibawa

Cipta Arief Wibawa, kelahiran Semarang yang kini menetap di Medan. Ia seorang alumnus SMA An-Nizam yang sangat mencintai dunia sastra. Beberapa karyanya pernah dimuat di beberapa media massa nasional. Saat ini aktif di FLP Sumut.

Tags: Puisi

Related Posts

Halloween: Sejarah dan Asal-usul yang Kusut dari Hari Libur 31 Oktober
Budaya

Halloween: Sejarah dan Asal-usul yang Kusut dari Hari Libur 31 Oktober

28/10/2020
Tari Kreasi Baru
Budaya

Pagelaran Tari Kreasi Baru 2019 di Indoor Taman Budaya

29/10/2019
Tari Likok Pulo
Budaya

Cakra 19 Latih 84 Remaja Tari Likok Pulo

25/03/2019
Arisan Buku Rak Baca T36 Menggebrak Meja Literasi Aceh
Budaya

Arisan Buku Rak Baca T36 Menggebrak Meja Literasi Aceh

05/11/2018
Tangan Bercincin Giok yang Terpotong
Budaya

Tangan Bercincin Giok yang Terpotong

18/10/2018
‘Pukes’ Dipuji Seniman Muda, Dikritik Seniman Tua
Budaya

‘Pukes’ Dipuji Seniman Muda, Dikritik Seniman Tua

07/10/2018
Next Post

Oasis Unik Meksiko Terancam Lenyap

POPULAR NEWS

No Content Available

EDITOR'S PICK

PWI-Walhi Gelar Lokakarya Penyelamatan Hutan Gambut Aceh

28/01/2012
Aceh Pungo

Inggris Perintahkan Penutupan Kedubes Iran di London

01/12/2011
6 Santri Dayah Al Ikhlas Tenggelam di Pantai Syiah Kuala, 3 Meninggal Dunia

6 Santri Dayah Al Ikhlas Tenggelam di Pantai Syiah Kuala, 3 Meninggal Dunia

14/02/2019

Dua Bocah Ini Suka Makan Abu Rokok

18/11/2011

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone
  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.