• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Saturday, October 3, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Travel With Me #8: Uniknya Pantai Grenen di Skagen

Taufik Al Mubarak by Taufik Al Mubarak
07/03/2026
in Lifestyle
0
Pantai Grenen
22
SHARES
92
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Minggu, 25 Juli 2010 atau delapan tahun yang lalu. Seusai mengikuti konferensi Aceh di Nørresundby, sebuah kota di utara Aalborg, peserta konferensi diajak mengunjungi Pantai Grenen dan satu kebun stroberi di Hjørring, sebuah wilayah paling utara Denmark. Kebun stroberi ini bukanlah yang terbesar di Denmark, soalnya di setiap wilayah di Denmark memiliki kebun stroberi tersendiri, dan ukurannya lebih luas.

Namun, yang menarik dari kebun stroberi ini adalah pengunjung boleh memetik sendiri buah stroberinya. Setiap pengunjung diberi wadah untuk menaruh buah stroberi. Satu wadah mampu memuat 1 kg buah stroberi. Kita boleh memilih membawa beberapa wadah itu ke dalam kebun. Wadah itu nantinya harus dikembalikan lagi ke meja kasir ketika kita keluar atau setelah selesai memetik buah stroberi.

READ ALSO

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

Ketika Wonosobo Memilih Sunyi untuk Merayakan Diri

Uniknya, buah stroberi yang kita petik itu boleh kita makan langsung di kebun. Sebanyak apapun buah stroberi yang kita makan di dalam kebun itu gratis alias kita tidak perlu membayar. Kok bisa? Ya, begitulah aturan yang berlaku di kebun itu. Kita hanya perlu membayar untuk sejumlah stroberi di dalam wadah yang kita bawa keluar dari kebun. Di pintu keluar sudah ada petugas yang akan menghitung buah stroberi yang berhasil kita petik, dan harganya tergantung berapa berat timbangan buah stroberi itu. Yang jelas, harganya cukup bersahabat.

Sistem demikian jelas membuat pengunjung sangat diuntungkan. Pemilik kebun sama sekali tidak menghitung buah stroberi yang sudah kita makan. Jadi, kita boleh memakan sepuasnya tanpa takut dikenai harga. Namun, terang saja, kita tidak bakal sanggup memakan buah stroberi yang kadang rasanya asam itu dalam jumlah banyak. Perut kita jelas memiliki takaran berapa jumlah makanan yang mampu ditampungnya.

Seusai berpuas diri dengan buah stroberi, kami kemudian diajak mengunjungi Pantai Grenen, sebuah pantai di Skagen, masuk dalam wilayah Nordjylland. Pantai Grenen ini berbeda dengan pantai lainnya di seluruh dunia. Biasanya sebuah pantai berada di tepi sebuah laut, tapi pantai Grenen tidaklah demikian. Pantai ini justru berada di antara dua laut. Ya, pantai Grenen ini tempat bersatunya dua laut dari negara berbeda.

Pantai yang letaknya di atas Kota Skagen, sebuah wilayah paling utara di Denmark, itu menjadi titik bertemunya dua laut: Kattegat dan Skagerrak Straight. Sebagai informasi, Kattegat merupakan perairan yang membentang di antara Denmark dan Swedia, sementara Skagerrak Straight adalah bagian dari Laut Utara yang berada di antara Norwegia dan Denmark. Boleh dibilang itulah pantai yang menjadi titik bertemunya arus dari tiga negara berbeda.

Keunikan inilah yang membuat Grenen sangat terkenal bagi turis asing. Pantai ini menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi turis saat mengunjungi Denmark. Pemerintah setempat pun mengelola pantai ini dengan cukup baik. Untuk para pengunjung disedikan lokasi parkir kendaraan, tempat makan dan pusat penjualan souvenir. Di tempat inilah menjadi titik pemberhentian mobil bagi turis yang hendak mengunjungi Grenen. Soalnya untuk menuju areal pantai, pengunjung disediakan kendaraan khusus yang cocok untuk wilayah pantai berpasir. Yaitu, mobil box yang ditarik dengan traktor.

Sebagai pantai yang menjadi titik bertemunya dua laut berbeda, arusnya sangat kuat dan kencang. Jadwal pasang surut airnya tidak dapat diprediksi. Karenanya, penjaga pantai melarang para turis untuk mandi dan berenang di laut ini. Saat kami ke sana, tidak ada turis yang berenang. Paling-paling mereka hanya berjalan di pinggir pantai, berdiri di dalam air yang tingginya selutut. Seusai berpose dengan latar laut yang luas itu mereka kembali ke darat. Sebab, sedikit lengah mereka bisa saja terseret arus.

Oh ya, kalau nanti kalian berkesempatan pergi ke pantai ini jangan lupa memakai jaket yang tebal dan membawa syal. Soalnya, udara di pantai itu sangat dingin. Kalian tidak akan sanggup berlama-lama berada di pinggir pantai kalau tidak memakai pakaian tebal. Aku sendiri waktu itu hanya memakai kemeja dan hanya tahan beberapa menit saja di sana. Karena menggigil kedinginan, aku langsung masuk kembali ke dalam mobil box. Padahal saat itu, di Eropa sedang musim panas (summer). []

Tags: Traveling

Related Posts

Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan
Lifestyle

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026
Penampakan Wonosobo dari video drone
Lifestyle

Ketika Wonosobo Memilih Sunyi untuk Merayakan Diri

07/03/2026
Rekomendasi 20 nama anak laki-laki Aceh tahun 2025
Lifestyle

Rekomendasi 20 Nama Anak Laki-laki Aceh Tahun 2025

02/01/2025
kuah beulangong salah satu rekomendasi kuliner aceh.
Lifestyle

14 Rekomendasi Kuliner Aceh yang Wajib Dicoba Saat Datang ke Provinsi Aceh

07/03/2026
Jaket Film KADET 1947
Lifestyle

Presiden Jokowi Kenakan Jaket Film KADET 1947 Saat Kunjungan Kerja

07/03/2026
Rose Leslie dan Kit Harington
Lifestyle

Bintang Game of Thrones Rose Leslie dan Kit Harington Menanti Kelahiran Anak Pertama

07/03/2026
Next Post
hujan es

Hujan Es dan Puting Beliung di Tangse, 6 Rumah Warga Rusak Parah

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM

Meta Luncurkan Program Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM di Indonesia

09/07/2026
Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026

EDITOR'S PICK

Tari Kreasi Baru

Pagelaran Tari Kreasi Baru 2019 di Indoor Taman Budaya

29/10/2019
Secuil Kisah tentang Leupung

Secuil Kisah tentang Leupung

08/12/2018
kredit mobil

Jual Steem Demi Tutupi Kekurangan Kredit Mobil

23/07/2018

Harga Emas Turun Ke Rp 497 Ribu Per Gram.

05/01/2012

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar
  • iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.