loading...

Game of Thrones 7 Episode Terakhir: Naga dan Serigala

Game of Thrones 7 Episode Terakhir: Naga dan Serigala

Setelah satu tahun menanti film kolosal Game of Thrones musim ke-7, kini kita pun harus siap-siap menyambut episode terakhir pada Senin (28/8/2017) pagi WIB. Kanal televisi berbayar HBO selaku produsen Game of Thrones sudah merilis trailer untuk episode ke-7 yang berjudul The Dragon and the Wolf, atau Naga dan Serigala.

Pihak HBO sepertinya memamhami rasa sakit sekaligus rasa rindu kita pada film epik dari dunia fantasi ini dengan memberi kejutan pada episode ke-7: durasinya lebih panjang dari episode-episode sebelumnya. Episode berjudul Naga dan Serigala ini durasinya 79 menit 43 detik, membuatnya menjadi episode terpanjang dari serial Game of Thrones. Sebagai perbandingan, episode ke-6, Beyond the Wall, merupakan episode terpanjang kedua, mengalahkan episode terakhir dari musim keenam.

Episode keenam minggu lalu berakhir ketika Night’s King berhasil menghidupkan kembali Viserion, yang berubah menjadi Wight. Mata salah satu naga milik mother of dragon itu kini menjadi biru, seperti mata pasukan Night’s King. Perubahan ini menjadi masuk akal jika kita membaca lagi novel A Song of Ice and Fire yang menyiratkan sebuah pertempuran yang melibatkan es dan api. Pertanyaannya sekarang bagaimana kisah naga yang sudah berubah itu pada episode terakhir ini?

Setelah episode keenam bocor ke publik dua pekan lalu, banyak netizen yang mencoba menebak-nebak apa yang terjadi pada episode ketujuh, episodi terakhir dari musim ke-7. Banyak teori lahir (juga spoiler) muncul untuk menganalisa bagaimana jalannya cerita pada episode ketujuh ini. Saya membaca beberapa di antaranya, seperti dari situs dotcomstories.com atau dari independepent.co.uk. Jika disimak lebih dalam dan membandingkan dengan episode-episode lain, teori-teori ini menjadi masuk akal. Inilah yang akan saya tulis dalam tulisan lanjutan tentang film kolosal Game of Thrones musim ke-7 ini.

Rapat di Dragonpit
Jon Snow yang sudah kembali segar-bugar kembali ke Castle Black, disambut oleh Tormund. Jon juga bertemu lagi dengan Daenerys di Castle Black, dan meminta maaf atas kematian Viserion. Kepada Jon, Daenerys berjanji akan membunuh setiap White Walkers dan Wight. Dalam adegan ini, Jon juga berjumpa dengan The Hound, dan diberitahu bahwa mereka berhasil menangkap satu Wight, makhluk yang dihidupkan oleh Night’s King. Lalu, Jon meminta Ser Davos untuk menulis sebuah surat yang ditujukan kepada para raja dan ratu dari Westeros, terkait pertemuan ‘sebuah dewan’ di Dragonpit. Mereka semua kemudian berangkat ke King’s Landing, kecuali Tormund, Beric, Brotherhood dan Edd yang tetap tinggal di Castle Black.

Jon juga mengirim gagak untuk Tyrion dan memerintahkannya meninggalkan Dragonstone dan bergegas ke King’s Landing untuk rapat dewan agung. Tyrion, Missandei, Varys dan Theon Greyjoy kemudian berangkat ke King’s Landing, di mana mereka akan bertemu dengan orang-orang yang kini menjadi musuh: Tyrion bertemu Cersei dan Theon bertemu Euron.

Cersei mengizinkan Jon Snow dan kawan-kawannya masuk kota. Rapat dewan agung pun digelar. Untuk pertama kalinya, Jon, Daenerys, Cersei, Euron, Bronn, Jorah, Brienne, Gendry, The Hound, Qyburn, The Mountain, Podrick, Missandei, Theon dan Varier bertemu di Dragonpit. Dalam pertemuan itu, The Hound memperlihatkan Wight. Jon Snow memberitahu mereka yang hadir dalam rapat bahwa satu-satunya cara untuk membunuh Wights adalah dengan api. Cersei tidak percaya. Dia perintahkan The Mountain untuk membunuh Wight namun gagal. Jon meminta Cersei untuk membantunya berperang melawan White Walkers, dan mereka semua setuju.

Sansa Membunuh Littlefinger
Teori mengenai episode ke-7 juga menghadirkan sebuah momen menegangkan. Sansa menerima sebuah pesan melalui gagak dari Jon Snow. Entah apa isinya. Sansa memberitahu Brienne dan Podrick untuk menggantikannya sementara waktu ketika dia menikahi Littlefinger. Brienne tentu saja terkejut dan mengatakan hal itu sebuah kesalahan. Namun, Sansa berhasil meyakinkan dia bahwa dia tahu apa yang dilakukannya.

Sam dan Gilly yang sudah mengetahui cerita yang sebenarnya tentang masa lalu Jon Snow tiba di Winterfell tepat pada saat pernikahan Sansa dan Littlefinger. Bran dan Arya juga hadir. Selama pernikahan, Sansa mengungkapkan bahwa ini tidak pernah merupakan pernikahan. Dia mengungkapkan kepada semua orang sekarang (termasuk Robin Arryn dan the Lords of the Vale) mengenai kejahatan yang sudah dilakukan Bealish alias Littlefinger. Kepada para undangan, Sansa menceritakan bagaimana Littlefinger mendorong Lysa Arrin (ibu Robin) keluar dari Pintu Bulan. Sansa yang saat itu dalam posisi lemah dipaksa untuk tidak memberitahu siapa pun atau dia akan dibunuh. Lalu, Sansa meminta Arya untuk mengeksekusi Littlefinger.

Setelah Littlefinger dieksekusi, Sam memberitahu Bran bahwa seseorang bernama Aegon lahir di Tower of Joy seperti yang dibacanya dalam buku di Citadel. Rupanya, bibinya Lyanna dan Rhaegar Targaryen ternyata menikahi. Bran memberitahu Sam bahwa sudah waktunya dia terbang kembali ke masa lalu. Dalam adegan lainnya, tampak Bran menyentuh pohon weirwoord di Winterfell dan mengalami penglihatan tentang pernikahan Lyanna Stark dan Rhaegar Targaryen.

Hancurnya The Wall
Sudah ribuan tahun The Wall tak mampu ditembus oleh Night’s King dan pasukannya. Namun, berdasarkan teori yang beredar, di episode ketujuh ini, Night’s King berhasil menghancurkan The Wall. Ketika di Dragonpit sedang berlangsung rapat dewan agung melawan White Walkers, di Utara, Night’s King sudah terlalu dekat dengan The Wall. Makhluk yang lama hidup di wilayah penuh es dan salju itu akhirnya bisa menginjak tanah di sekitar The Wall, dan menghancurkan tembok yang menghalanginya itu. Sebuah foto yang beredar “The Ice Dragon” menunjukkan Night’s King mengendarai Viserion yang kini sudah jadi Wight.

Itulah beberapa garis besar jalannya cerita di episode ketujuh itu. Bagi Anda yang menyukai adegan esek-esek, maka di episode terakhir ini Anda pasti akan terkejut. Berdasarkan teori yang beredar, di episode ketujuh ini, untuk pertama kalinya Jon Snow dan Daenerys melakukan adegan seks. Pada episode sebelumnya kita sudah diberitahu melalui mulut Daenerys sendiri bahwa Jon Snow tidak mencintainya. Nah, adegan seks ini bisa menjelaskan bakal jadi apa hubungan mereka di masa depan. Jangan-jangan, merekalah nanti yang akan menduduki tahta besi di King’s Landing. Ini sejalan dengan kesimpulan Sam maupun Bran, bahwa Jon Snow-lah pewaris yang sah untuk menduduki tahta besi. Bisa jadi, Daenerys akan jadi ratu yang akan mendampinginya.

Jamie Lannister Tinggalkan Cersei
Sebelum meninggalkan King’s Landing, Brienne berbicara dengan Jaime dan meminta dia untuk bepergian bersamanya untuk membantu menghancurkan White Walkers. Jaime menjelaskan kepada Brienne bahwa tempatnya adalah dengan Cersei. Seusai rapat dewan agung, semua orang, kecuali Cersei, Jaime, Qyburn, Bronn dan the Mountain meninggalkan King’s Landing. Tyrion, Missandei dan Varys kembali ke Dragonstone. Sementara Brienne, Jon, Daenerys, The Hound, dan Pod pulang ke Utara dengan kapal untuk bersiap menghadapi perang besar.

Cersei mengakui kepada Jaime bahwa dia berbohong sepanjang waktu saat mengatakan akan membantu Jon dalam perang melawan White Walkers. Kepada Jaime, Cersei berharap bahwa White Walkers berhasil menghancurkan semua musuh-musuhnya. Karena jijik, Jaime meninggalkan King’s Landing untuk mengejar Brienne yang sedang menuju ke Utara. Saat Cersei mengawasi Jaime pergi ke Utara, dia melihat kepingan salju pertama jatuh di King’s Landing.

Sebelum tulisan ini saya akhiri, ada beberapa adegan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Misalnya, momen pertemuan antara Cersei dan Tyrion, Briene dan Jamie, serta Theon dengan Euron. Tyrion merasa terkejut bahwa Cersei tidak lagi meminta kepalanya dipenggal. Seperti kita tahu, Cersei sangat marah dan mencurigai Tyrion sebagai pembunuh anaknya Jofrey, dan ayahnya, Twin Lannister.

Referensi:
DotcomStories
Independent.co.uk

Foto-foto: Independent.co.uk dan vulture.com

0 4
Harlan
Harlan

Lelaki yang suka berpindah dari satu warung kopi ke warung kopi lain. Dulunya, pernah terlintas cita-cita menjadi preman terminal. Takdir menuntunnya menekuni profesi lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas