Bandung, 8 Juli 2026 — Meta resmi meluncurkan Small Business Growth Academy (SBGA) di Indonesia, menjadikan Tanah Air salah satu dari 12 pasar pertama di kawasan Asia Pasifik yang menerima program pelatihan keterampilan AI dan pemasaran digital ini. Peluncuran dilakukan bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan UKMIndonesia.id, sebagai bagian dari komitmen Meta mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mengembangkan bisnis mereka.
Program ini akan menyasar 150 pelaku UMKM di tiga kota, yakni Bandung, Batam, dan Jakarta. Melalui rangkaian workshop, sesi mentoring, dan pembelajaran langsung, peserta akan dibekali keterampilan praktis untuk memperkuat pemasaran digital, meningkatkan produktivitas, sekaligus membuka jalan menuju pasar ekspor.
Daftar Isi
Minat Tinggi, Penerapan Masih Jadi Tantangan
Riset Deloitte bertajuk AI for Business: APAC Trends mencatat bahwa mayoritas UKM di Indonesia dan sejumlah pasar Asia Pasifik lainnya sudah mulai bersentuhan dengan teknologi AI, dengan sebagian besar berencana memperluas penggunaannya dalam waktu dekat. Studi yang sama menemukan bahwa penerapan AI dinilai berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas sekaligus efisiensi biaya operasional bagi pelaku usaha.
Data tersebut menjadi salah satu latar belakang lahirnya SBGA, yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara ketertarikan pelaku UMKM terhadap AI dan kemampuan mereka menerapkannya secara nyata dalam operasional sehari-hari.
Momentum Produk Lokal dan Dukungan Pemerintah
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal S. Shofwan, menyampaikan bahwa penggunaan produk dalam negeri tengah menunjukkan tren positif. Ia mencontohkan transaksi produk lokal pada Harbolnas 2025 yang mencapai sekitar Rp16,6 triliun, atau 46 persen dari total transaksi selama gelaran tersebut. Menurutnya, momentum ini perlu terus dijaga, salah satunya melalui penguatan strategi promosi di media sosial, mengingat ekosistem Meta selama ini tercatat mampu mendongkrak kesadaran masyarakat terhadap produk lokal hingga rata-rata 40 persen.
Kementerian Perdagangan turut mengapresiasi langkah Meta, UKM Indonesia, dan Evermos dalam mempercepat transformasi digital UMKM serta membuka peluang ekonomi baru lewat pemasaran digital berbasis AI. Kemendag berharap, melalui jaringan Perwakilan Perdagangan seperti Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center, pelaku UMKM dapat memperoleh akses informasi yang lebih luas menuju pasar global.
“Masa Depan untuk Semua, Bukan Hanya Pemain Besar”
Country Director Meta untuk Indonesia, Pieter Lydian, menegaskan bahwa ketertarikan pelaku usaha kecil dan menengah terhadap AI sesungguhnya sudah tinggi. Tantangan utamanya, kata dia, adalah mengubah ketertarikan tersebut menjadi kebiasaan penggunaan sehari-hari yang dilakukan dengan percaya diri.
“Kami percaya masa depan adalah untuk semua orang, bukan hanya pemain besar. Dengan Small Business Growth Academy, kami dapat memberikan keterampilan AI praktis langsung kepada pemilik usaha dan membantu lebih banyak dari mereka menjangkau pelanggan di luar perbatasan Indonesia,” ujar Pieter.
Selama mengikuti SBGA, peserta akan mempelajari cara memanfaatkan sejumlah solusi bisnis Meta, mulai dari fitur iklan berbasis AI, Meta Business Agent, hingga WhatsApp Business. Keterampilan yang diajarkan mencakup cara menjangkau pelanggan baru secara lebih efektif, membuat dan mengoptimalkan iklan dengan bantuan AI, mengotomatiskan interaksi dengan pelanggan agar pelaku usaha bisa lebih fokus mengembangkan bisnis, hingga memperluas peluang penjualan ke pasar internasional melalui strategi pemasaran lintas negara.
Secara umum, tools bisnis Meta yang didukung AI telah menunjukkan hasil terukur bagi pengiklan di Indonesia. Bisnis yang beriklan di platform Meta tercatat memperoleh rata-rata Return on Ad Spend (ROAS) sebesar 3,10 kali, sementara bisnis yang menggunakan solusi berbasis AI seperti Advantage+ mencatat kenaikan ROAS rata-rata hingga 22 persen dibanding sebelumnya.
Kisah Sukses dari Bogor: Dari Pasar Lokal ke Hotel Bintang Lima
Dampak nyata teknologi terhadap pertumbuhan UMKM sudah lebih dulu dirasakan oleh Imago Raw Honey, usaha madu murni asal Bogor yang kini berhasil menembus pasar ekspor setelah mengadopsi sejumlah solusi bisnis Meta.
Founder Imago Raw Honey, Henry Hidayat, mengatakan teknologi memainkan peran penting dalam perjalanan bisnisnya. Solusi Meta membantu usahanya bertransformasi dari sekadar melayani pelanggan lokal menjadi pemasok bagi hotel berbintang lima sekaligus menjangkau konsumen di berbagai negara, sambil tetap memungkinkan mereka membangun kepercayaan pelanggan di setiap tahap perjalanan bisnis.
Imago Raw Honey memanfaatkan Reels untuk bercerita tentang produknya, Meta Ads berbasis AI untuk menyasar audiens yang tepat, serta WhatsApp Business untuk melayani pelanggan secara lebih cepat dan efisien. Konten edukatif seputar manfaat madu murni dan proses panen berkelanjutan yang mereka bagikan lewat Reels terbukti mampu mendongkrak kesadaran merek sekaligus mendorong minat audiens hingga ke transaksi B2B dan ekspor.
Meta berharap kisah Imago Raw Honey dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha. Untuk memperluas dampak tersebut, para peserta SBGA rencananya juga akan dilibatkan dalam sejumlah kegiatan Kementerian Perdagangan mendatang guna memperkenalkan produk mereka sekaligus berbagi pengalaman memanfaatkan solusi berbasis AI — sebuah bukti bahwa teknologi digital bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga jalan menuju pasar yang lebih luas, termasuk pasar global. [**]





