• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Sunday, October 25, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Sosok

About Sukma Bangsa #9: Sehari Bersama ‘Artis’ Jepang, Kosuke Kazumi

Rio Pauleta Oleh Rio Pauleta
27/09/2018
in Sosok
0
About Sukma Bangsa #9: Sehari Bersama ‘Artis’ Jepang, Kosuke Kazumi
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Heboh! Selama tiga bulan ke depan Sukma Bangsa Pidie  bertambah satu lagi keluarga, kali ini dari Jepang. Sorang pria ganteng ini bernama Kosuke Kazumi, dia mau dipanggil Kosuke San saja. Dia adalah mahasiswa doktoral di universitas Osaka, makanya manis, kalau saya dari Osira, makanya asin.

Dia murid dari Prof. Tsukamoto, yang penemu merupakan di UGM akan dianya pendeteksi korban gempa, untuk mengurangi resiko bencana. Juga sudah berkunjung ke Sukma, dia menyarankan Kosuke ke sini. Berbeda dengan jurusan profesornya, si pria yang mirip salah satu pemain Meteor Garden remake ini banting stir dari jurusan S1-nya  civil Engineering  ke jurusan Sosiologi pendidikan di S2 dan S3, menurut penuturan direktur Sekolah Sukma Bangsa, Marthunis Bukhari, dia pindah karena ingin memperbaiki pendidikan untuk generasi muda Jepang supaya lebih baik di masa yang akan datang.

READ ALSO

Jejak Eks Panglima GAM Abdullah Syafie di Seuneubok Rawa

Falevi Kirani: Perjalanan Hidup Seorang Aktivis [Selesai]

You blink

 

Saya beruntung dapat membawanya ke kelas saya hari ini, kelas English Dasar (Engdas). Kelas ini berlangsung kadang-kadang seru, di hari rabu jam 14.20 sampai 15.30 Wib. Pada mula sejarahnya kelas ini hanya diisi 6 orang, lalu bertumbuh menjadi 9 orang lalu kini bertumbuh lagi menjadi 19 orang, bukan gara-gara minum pro-man, tapi karena penyesuaian jadwal.

Kelas Engdas  adalah merupakan dianya kelas ekstrakurikuler selain kelas matematika, badminton, futsal, tenis meja, bulu tangkis dan kelas eskul lainnya yang ada di sekolah ini. sehabis belajar reguler dari jam 08.00 sampai 13.00, siswa akan mengikuti kelas ini sampai sebelum asar.

Maka kelas ini hari ini seru, memakai lokasi baru di depan asrama putra di komplek sekolah. Kami mengawali kelas dengan Kasuke San  dengan memperkenalkan diri dan mengatakan hobi kami apa, saya sendiri lupa memperkenalkan diri, padahal saya suruh ke siswa, tapi mungkin karena siswa sudah kenal saya, Kasuke belum jadi saya tertinggal di tengah pertandingan.

Artis Korea beradu akting dengan bandet film India

Kelas berlangsung khidmat seraya mendengar Kosuke berbicara pelan tentang dirinya, kotanya di Jepang yang di bom, agamanya, dan tentang murid-murid di Jepang. Katanya kalau kakek dia di masa perang jadi ke Hiroshima, dia tak ada sekarang. Saat itu sebelum bom atom diledakkan, ayah dari ayahnya itu berencana ke kota Hiroshima, tapi tak jadi entah kenapa.

Dia beragama Budha, sebenarnya tak sopan mungkin kalau bertanya tentang agama, tapi nasi sudah menjadi bubur. Lalu dia bilang kalau siswa di negeri sakura harus memilih satu klub supaya ada yang dia lakukan setelah sekolah, misalnya pilih klub tenis, dia harus fokus dan jarang pindah dari klub itu sampai akhir sekolahnya.

Di akhir kelas dia menuliskan namanya dengan huruf kanji, hiragana dan katagana. Baru tahu saya kanji itu bukan makanan sejenis bubur. Huruf alphabet Jepang ada 50an karakternya, kalau kita cuma 26 ya? Jadi Jepang merupakan salah satu dari negara yang punya alphabet unik, selain Mesir, Korea, Cina, Rusia dan Wakanda.

He is enjoying coffee, we try to set a good photography

Setelah menutup kelas dengan foto-foto kami menuju warung kopi di depan sekolah untuk minum. Dia bercerita pengalamanya makan dengan tangan untuk pertama kali saat sampai di Aceh. Di negaranya makan dengan tangan langsung bukanlah hal yang wajar. Makan harus pakek chopstik (sumpit).

Untuk hari ini begini dulu ceritanya tentang Kosuke, nanti kita sambung lagi kalau ada keseruan lainnya. Dari Pulo Pueuep, Riazul Iqbal melaporkan!

Related Posts

Panglima GAM Abdullah Syafie
Sosok

Jejak Eks Panglima GAM Abdullah Syafie di Seuneubok Rawa

28/08/2019
M Rizal Falevi Kirani
Sosok

Falevi Kirani: Perjalanan Hidup Seorang Aktivis [Selesai]

09/04/2019
Falevi Kirani
Sosok

Falevi Kirani: Perjalanan Hidup Seorang Aktivis [bagian-2]

06/04/2019
Khairullah DPR RI
Sosok

Khairullah: Saya Tidak Berpolitik Tulak Moto Brok

03/04/2019
Falevi Kirani
Sosok

Falevi Kirani: Perjalanan Hidup Seorang Aktivis

04/01/2019
Senyawa Meulungkop Kanot Bu, Laporan Diskusi Dengan Senyawa di Bivak Emperoom
Sosok

Senyawa Meulungkop Kanot Bu, Laporan Diskusi Dengan Senyawa di Bivak Emperoom

04/11/2018
Next Post
Bagaimana Cara Mengajar yang Baik, dan Bagaimana Cara Mengajar yang Jahat

Bagaimana Cara Mengajar yang Baik, dan Bagaimana Cara Mengajar yang Jahat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

No Content Available

EDITOR'S PICK

steempress plugin

SteemPress Plugin: A Short Review

10/06/2018

Aceh Super Soccer

06/10/2011
September

September

01/09/2018
mitos madu

Mitos Keliru Mengenai Madu

24/07/2018

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone
  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.