Beda Kelas

0
106
Lukman Emha| Dok. Pribadi

Andai ditanyakan, setujukah saya alumni Paraguay diajak berlaga di kompetisi Divisi Utama? Jawabannya, tidak! Divisi Utama bukan kelas mereka yang usianya 18/19 tahun. Pilihan menerjunkan mereka ke kancah senior bisa menyuramkan masa depan anak-anak Paraguay.

So, perkara ini bukan soal Timnas Aceh mewakili PSSB Bireun. Bukan pula karena Gubernur orang Bireun. Bukan masalah Nurdin AR Bupati Bireun mantan GAM, sehingga bisa main klep mata sesama pembesar GAM di Banda Aceh. Ini masalah usia tim Paraguay yang belum layak dimainkan di level senior seperti Divisi Utama.

Timnas butuh kompetisi benar. Tapi tidak pantas di level senior yang sudah pasti atmosfirnya sangat keras. Timnas Aceh seharusnya bermain di tim junior salah satu klub di Aceh, seperti Persiraja dan PSAP. Lutut anak usia 18 tidak mungkin diadu dengan lutut milik pemain usia 23 ke atas. Rawan cidera.

Tapi apa boleh buat, palu sudah diketuk. Tim Paraguay resmi mewakili PSSB. Pertandingan akan dilangsungkan di Stadion H Dimoerthala Lampineung sore ini (18/12). Stadion Cot Gapu tidak lolos verifikasi. Lawan pertama PSSB tak lain saudara kandung PSBL Langsa yang telah dipersiapkan secara matang untuk berlaga di kasta kedua sepakbola nasional. Alhamdulillah, Banda Aceh tetap punya tontonan menarik.

Tapi ingat, penonton jangan ulangi prilaku anarkis di Stadion Harapan Bangsa sebulan lalu, dengan memaki, melempar, dan meludahi pemain Paraguay. Ingatlah ini pertandingan senior lawan junior. Jangan maki adik-adik itu jika tidak mampu mengembangkan permainan atau kalah dengan skor telak. Sebab itu hasil yang lumrah.

Jalwandi vs Nanda Lubis

Salah satu sisi menarik dari pertandingan PSSB vs PSBL adalah adu tajam antara striker PSSB, Jalwandi dan Nanda Lubis milik PSBL. Jalwandi striker berbakat dan sangat diandalkan untuk membobol gawang PSBL Secara postur, Jalwandi akan sulit melewati hadangan Elly yang besar dan kuat di jantung pertahanan PSBL. Tetapi, jika punya kesempatan adu sprint, bukan mustahil Jalwandi akan meninggalkan Elly di belakangnya untuk menaklukkan penjaga gawang PSBL.

Nanda Lubis jelas stiker yang amat berbakat dan sudah berpengalaman bermain di level Divisi Utama. Eks Persiraja musim lalu itu, kini menjadi kolektor gol di kubu PSBL. Bersama tim Elang Biru, Nanda benar-benar menjadi ancaman barisan bawah semua lawan-lawannya. Rahmanuddin yang dipercaya sebagai juru kunci di PSSB bukan hanya harus mewaspadai tendangan dan sundulan Nanda Lubis, tapi juga harus mewaspadai Mamadou. Pemain asal Mali itu punya sundulan mematikan. 55-45 untuk kemenangan PSBL. Kapalo.