More

    Camat Mane Dukung Penggunaan Dana Desa untuk Program Pelestarian Alam

    SIGLI – Camat Kecamatan Mane, Pidie menyatakan dukungannya untuk kegiatan pelestarian hutan dengan mendorong Pemerintahan Gampong menganggarkan dana desa untuk kegiatan program Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) dan kegiatan ranger.

    Dukungan tersebut disampaikan Camat Mane, Teuku Teuku Azhari S PT, MM kepada media di ruang kerjanya di Mane pada Selasa (10/12/2019). Menurut dia, program LPHD dan Ranger sejauh ini sangat membantu tugas pemerintah dalam menjaga kawasan hutan. “Pada prinsipnya kami sangat mendukung kegiatan pogram LPHD dan Ranger. Keberadaan LPHD dan program hutan desa di Mane sama saja seperti pelimpahan wewenang pemerintah pusat dan propinsi kepada masyarakat setempat,” ujar Teuku Azhari.

    Pemerintah Kabupaten Pidie, katanya, sangat mendukung kegiatan pengelolaan hutan dengan melibatkan aparatur desa. Bahkan, Bupati Pidie sudah mengeluarkan Perbub tentang pelastaraian lingkungan hidup. “Salah satu bentuk implementasinya, kita mendorong semua desa di Kecamantan Mane, baik yang memiliki LPHD maupun yang tidak, agar mengganggarkan dana desa dalam kegiatan pelestarian lingkungan hidup,” kata putra asli Mane ini.

    Pun begitu, Teuku Azhari meminta agar penggunaan dana desa untuk program pelestarian alam dan pemberdayaan perekonomian masyarakat agar sesuai dengan aturan. Penggunaan dana desa harus merujuk pada aturan yang tertuang di dalam undang-undang tentang desa.

    Selama ini, jelas Azhari, program LPHD berjalan dengan baik karena anggarannya didukung oleh dana desa. Masyarakat, misalnya, diarahkan untuk menanam tanaman keras yang berbuah di lahan kosong dan menjaga kawasan hutan lindung. Apalagi, pengelolaan hutan lindung ini sudah diatur dalam Qanun Nomor 1 Tahun 2012 tentang Mukim Lutueng.

    Program pemberdayaan kaum perempuan, kata dia, juga melibatkan dana desa. Misalnya, jasa pembuatan pelaminan menggunakan dana desa, dan dikelola oleh kaum perempuan. “Program LPHD tidak hanya melibatkan kaum lelaki saja, karena kita juga melibatkan kaum perempuan untuk ikut menyukseskan program pelestarian hutan dan lingkungan,” jelas dia.

    Teuku Azhari menjelaskan, dengan adanya Qanun Mukim, pihaknya tidak hanya melarang menebang pohon di lokasi tertentu, melainkan juga memberikan solusi. Misalnya, setiap ada kegiatan penebangan pohon, harus dibarengi dengan penanamn kembali. [TOM]

    Harlan
    Harlanhttp://acehpungo.com
    Lelaki yang suka berpindah dari satu warung kopi ke warung kopi lain. Dulunya, pernah terlintas cita-cita menjadi preman terminal. Takdir menuntunnya menekuni profesi lain.

    Terbaru

    Fagetti Supplier Marmer Premium Utama dan Terlengkap di Indonesia

    Fagetti sudah lama dikenal sebagai supplier marmer premium utama dan terlengkap di Indonesia. PT. Fajar Gelora Inti (Fagetti) yang dibangun oleh Ferdinand Gumanti, satu-satunya...

    Kerkhof Petjut, Saksi Bisu Perang Aceh

    Seorang pria dengan cetok di tangan tampak menyemen sebuah nisan. Ia merapikan bekas plesteran pada sudut-sudut dinding nisan yang sudah patah. Sebuah topi melindungi...

    Cara Mendapatkan Uang $300 dari Quora dengan Mudah

    Kalian tidak salah baca judul di atas! Kali ini saya akan membagikan kiat bagaimana cara mendapatkan uang $300 dari Quora dengan mudah. Namun, sebelumnya...

    Cara Mendapatkan Koin Libra Facebook Secara Gratis

    Dalam artikel ini, saya akan mengulas cara mendapatkan koin Libra Facebook secara gratis dan mudah. Kamu hanya perlu memiliki akun Facebook yang masih aktif. Seperti...

    Related articles

    Leave a reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here