Dampak Kenaikan BBM Terus Digodok

0
728

Jakarta– Pemerintah terus menggodok langkah-langkah antisipasi dari dampak kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Joko Suyanto mengatakan, langkah-langkah tersebut akan diambil setelah Pemerintah selesai melakukan penyesuaian harga minyak dunia di Indonesia.

“Sedang digodok pilihan-pilihan mana yang akan diambil. Kementerian Perekonomian yang sedang menggodok,” kata Joko Suyanto setelah menggelar rapat koordinasi di Kemenkopolhukam di Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/3).

Hadir dalam rapat tersebut, antara lain Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Wakil Menteri Luar Negeri Wardana, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, Menkominfo Tifatul Sembiring. Selain itu, rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Ketua Polisi RI, Timur Pradobo, Panglima TNI, Kepala BIN, dan BNPT.

Joko mengatakan kementeriannya sendiri akan mengambil langkah antisipasi terhadap gejolak di masyarakat setelah kenaikan harga BBM. Dia mengatakan Kemenpohulkam telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan sejumlah lembaga terkait.

“Ini selalu diantisipasi. Sudah dilakukan koordinasi antar lembaga maupun antar aparat kemanan dalam mengantisipasi kegiatan demokrasi,” terang dia.

Joko menegaskan langkah koordinasi tersebut tidak hanya terjadi di pemerintah pusat. Namun, Menurut Joko, koordinasi tersebut juga sudah dilakukan di pemerintah-pemerintah daerah.

“Gubernur sudah dikumpulkan seminggu lalu tentang policy ini untuk mewaspadai dinamika yang ada di daerah,” kata Joko.

Joko menyatakan gubernur bertanggungjawab penuh terhadap gejolak-gejolak di daerah. “Untuk mengantisipasi dinamika di daerah, Gubernur kerja sama dengan Kepala polri. Mendagri sudah memberikan pembekalan-pembekalan secukupnya,” kata Joko.[okz]

Berita sebelumyaJaring Laba-Laba Untuk Senar Biola
Berita berikutnyaKenapa Penyu Bisa Langka?
Harlan
Lelaki yang suka berpindah dari satu warung kopi ke warung kopi lain. Dulunya, pernah terlintas cita-cita menjadi preman terminal. Takdir menuntunnya menekuni profesi lain.