• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Friday, October 16, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Dendang Rampoe Indonesia untuk China

Qaid Arkana Oleh Qaid Arkana
24/12/2011
in Opini
0
20
SHARES
91
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Jufrizal

Nanchang – Udara Nanchang berhembus dingin saat itu. Gendang menggelegar di atas panggung. Lampu penerang menyorot muka kami. Lagu tari saman baru saja dimulai. Serentak kami menggerakkan tangan. Ke lima dewan juri itu saling bertatapan.  Lagu dan tari saman belum pernah mereka dengar dan lihat sebelumnya. Rasa penasaran terpahat dari raut wajah mereka.

Sore itu, 21 Desember 2011, tim kami “Rampoe Indonesia” terpilih mewakili mahasiswa Internasional untuk memeriahkan acara party of news year 2012 di Nanchang University. Acara ini juga dikenal dengan malam budaya akhir tahun.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Setiap tahunnya Universitas ini menyelenggarakan malam budaya akhir tahun. Dari semua universitas yang ada di propinsi Jiangxi. Pesta terakbar penghujung tahun berpusat di Nanchang University.

Tim Rampoe Indonesia terdiri atas delapan belas orang. Hanya empat orang berasal dari Aceh. Boihaki teman saya kebetulan pernah aktif di sanggar tari saat di Aceh. Dia jadi pelatih di tim ini. Tak mudah tuk lolos seleksi meriahkan acara termegah ini. Tim kami harus bersaing dengan tim-tim lainnya. Ada ratusan tim mengikuti audisi malam budaya akhir tahun ini.

Tiba-tiba panitia seleksi mempersilahkan kami menampilkan tari saman di atas panggung. Ada ratusan peserta audisi melempar pandang ke arah kami. Meskipun gundah karena pertama kalinya menarikan tari saman. Kami berusaha tampil maksimal. Bayangkan, latihan kami tak sampai satu bulan.

Beda dengan tim lainnya, mereka lengkap dengan seragam dan atribut masing-masing. Tapi kami hanya mengenakan baju seadanya. Selembar kain slayer diikatkan di kepala menjadi andalan atribut kami di petang itu.

Hentakan pertama langsung mengundang tepuk tangan. Suara gemuruh takjub melihat gerakan tari samanpun memukul keheningan. Kilatan kamerapun menyambar muka kami, dan sebahagian merekam atraksi tari Saman. Seorang teman sempat melirik ke arah dewan juri, mereka ikut menghentakan badan mengikuti irama saman yang digendangkan Boihaki.

Lewat sedikit 12 menit menyejukkan mata dewan juri,kamipun bergerak ringan meninggalkan panggung. Walaupun serba kekurangan dengan antribut pakaian tari saman, kobaran semangat mengharumkan nama Indonesia dan mempromosikan tari saman di China menjadi niat kami bersama. Moga saja pemerintah memberikan perhatian tuk teman-teman mahasiswa di luar negeri tuk menduniakan tari saman yang sudah menjadi warisan dunia ini.[] Jufrizal adalah mahasiswa Aceh di Nanchang University-China

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

22/11/2024
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

30/10/2024
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

05/10/2024
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

25/09/2023
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

21/04/2022
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

31/05/2021
Next Post

Prancis Sarankan 30.000 Perempuan Angkat Silikon Cangkok Payudara

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

14/07/2025
Ilustrasi iPhone 18 Pro

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

29/09/2026

Blog dan Steemit, Mana yang Lebih Menguntungkan?

30/04/2018
Panglima GAM Abdullah Syafie

Jejak Eks Panglima GAM Abdullah Syafie di Seuneubok Rawa

28/08/2019

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

27/09/2026

EDITOR'S PICK

Haul Sultan, Jamaah Mesjid Raya Baiturrahman Gelar Doa Bersama

30/12/2011
Tangisan Si Agam, Sang Kurir Sabu

Tangisan Si Agam, Sang Kurir Sabu

05/08/2018

Jika Pilkada Ditunda, PD Akan Kaji Ulang Calon Gubernur

14/11/2011

Kaisar Akihito, Penerang Hati Rakyat Jepang

31/12/2011

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone
  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.