• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Sunday, October 4, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home News Nasional

Tsunami Aceh, Donasi Unicef dan Cara Berhenti Berdonasi

Taufik Al Mubarak by Taufik Al Mubarak
28/11/2019
in Nasional
0
donasi unicef

Kondisi Aceh pasca-tsunami. Foto: UNICEF Indonesia/2005/Josh Estey

21
SHARES
92
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tulisan ini akan membahas tiga masalah utama, mulai tentang tsunami Aceh, donasi unicef dan cara berhenti berdonasi. Saya berharap pembahasan singkat ini dapat membantu para donatur yang ingin berhenti donasi Unicef Indonesia.

Seperti kita tahu, pada 26 Desember 2019 nanti, berarti sudah 15 tahun peristiwa gempa dan tsunami Samudera Hindia menghancurkan Indonesia, India, Thailand, Sri Lanka, dan sejumlah negara lain. Bencana tersebut menyebabkan 230.000 orang terbunuh, ratusan ribu orang kehilangan rumah dan semua harta benda mereka, dan memusnahkan garis pantai.

Daftar Isi

    • READ ALSO
    • Bentrok TNI vs Polri di Papua, Tiga Personel Polisi Tewas
    • Harga Minyak Serai Wangi 2020
  • Donasi Unicef pasca-tsunami
  • Pendekatan baru bidang layanan kesehatan
  • Membangun kembali dengan lebih baik
  • Donasi online di Unicef Indonesia

READ ALSO

Bentrok TNI vs Polri di Papua, Tiga Personel Polisi Tewas

Harga Minyak Serai Wangi 2020

Di Aceh, provinsi paling barat Indonesia, gelombang raksasa itu menewaskan 170.000 orang dan menyebabkan 500.000 orang kehilangan tempat tinggal. Bencana ini juga mengakibatkan kehancuran sosial, ekonomi, dan lingkungan yang sangat besar di daerah-daerah yang sudah miskin, merusak institusi yang ada dan menghancurkan sumber daya manusia, otak bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Donasi Unicef pasca-tsunami

Dalam waktu 48 jam seusai tsumami, UNICEF tiba di Aceh dan memulai operasi darurat terbesar dalam sejarahnya. Kehadiran Unicef ke Aceh untuk memastikan bahwa tidak ada anak yang akan mati setelah bencana dengan mengorganisir kampanye imunisasi massal dan memulihkan persediaan air dan sanitasi.

Saat tsunami menghantam Aceh dan Nias, sebanyak 91 persen infrastruktur sanitasi dan 85 persen jaringan pipa air, instalasi pengolahan dan fasilitas lainnya hancur. UNICEF memberikan keahlian teknis serta koordinasi dalam pengiriman air bersih kepada para pengungsi beberapa saat seusai tsunami. Setidaknya 22 instalasi pemurnian pengolahan air permanen dibangun di area yang terkena dampak maupun daerah yang jauh dari areal tsunami.

Dalam urusan medis, UNICEF mendukung penempatan sementara dokter dan paramedis ke daerah-daerah terpencil seperti Pulau Simeuleu, mendirikan layanan perawatan kebidanan dan neonatal darurat dan melengkapi rumah sakit-rumah sakit lokal dengan peralatan dan ambulan standar. Saya pernah melihat beberapa dokter dari Unicef bekerja di barak-barak pengungsi.

Pendekatan baru bidang layanan kesehatan

Selama lebih dari 60 tahun, UNICEF dan mitranya telah menjangkau jutaan anak-anak di Indonesia dengan bantuan pembangunan dan kemanusiaan. Seusai tsunami, UNICEF mendukung pembentukan layanan kesehatan berbasis masyarakat terpadu, yang dikenal sebagai pendekatan Posyandu Plus. Program ini bahkan telah diterapkan dan direplikasi di seluruh Indonesia. Kampanye vaksinasi campak darurat UNICEF juga diperluas secara nasional, yang mengarah ke pengurangan yang nyata dalam kasus campak secara nasional.

Dari semua negara yang terkena dampak tsunami, Indonesia memiliki jumlah anak yatim piatu terbesar atau terpisah dari orang tua mereka, berjumlah sekitar 3.000 anak. Karenanya, UNICEF membantu mendirikan pusat anak-anak untuk lebih dari 2.000 anak, yang mengatur pelacakan keluarga dan akhirnya berhasil menyatukan kembali hampir seperlima dari anak-anak ini dengan anggota keluarga yang masih hidup.

Di bidang pendidikan, UNICEF menyediakan 1.000 ruang kelas tenda darurat dan mendukung perekrutan 1.110 guru sementara. Mereka memberikan 230.000 buku pelajaran, serta hampir 7.000 alat bantu mengajar ‘School-in-a-Box’ dan menyediakan peralatan untuk lebih dari setengah juta anak.

Membangun kembali dengan lebih baik

Setelah fase bantuan kemanusiaan awal, UNICEF berfokus pada pemulihan dan rekonstruksi berdasarkan prinsip ‘membangun kembali dengan lebih baik’ untuk mengurangi risiko bencana di masa depan bagi anak-anak dan komunitas mereka.

Komponen utama Building Back Better adalah pembangunan 345 sekolah baru yang tahan gempa dan ramah anak. Kemudian UNICEF mengalihkan fokusnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh provinsi.

Selanjutnya, UNICEF memperkenalkan program pelatihan Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) untuk memperluas akses PAUD di daerah pedesaan, yang hampir dua kali lipat pendaftaran bruto untuk pendidikan pra-sekolah di Aceh. Bantuan dari Unicef Indonesia ini membuat anak-anak memiliki kesempatan yang lebih baik dalam hidup sekarang. Mereka lebih cenderung sehat, bersekolah dan dilindungi dari pelecehan dan eksploitasi.

“Upaya rakyat Aceh yang luar biasa untuk membangun kembali dengan lebih baik apa yang telah dihancurkan oleh gelombang tsunami, dengan dukungan masyarakat internasional, telah memberikan hasil yang besar,” kata Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia (saat itu), Gunilla Olsson, dalam keterangan tertulis bertepatan dengan peringatan 10 tahun tsunami, Kamis (25/12/2014).

Menurutnya, prinsip “Membangun dengan Lebih Baik” telah memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak untuk tumbuh sehat, dan mengembangkan potensi mereka. Olsson menyebutkan bahwa upaya tanggap darurat tsunami, terutama di Aceh, adalah salah satu operasi kemanusiaan terbesar dalam sejarah Unicef. Untuk tugas mulia ini, Unicef mengucurkan US$336 juta bantuan keuangan bersumber dari donor.

Donasi online di Unicef Indonesia

Ketika terjadi gempa dan tsunami di Sulawesi pada 28 September 2018, UNICEF adalah badan PBB pertama yang mengirimkan pasokan darurat pasca bencana ke wilayah tersebut. Jika dirunut ke belakang, Unicef sudah bekerja di negara kepulauan kita ini sejak tahun 1948 atau tiga tahun setelah negara ini merdeka.

Jika ingin program-program Unicef terus berjalan di Indonesia, Anda bisa menjadi pendekar kemanusiaan atau donatur lembaga ini. Berikut adalah panduan donasi online di Unicef Indonesia.

  1. Silakan buka website resmi milik UNICEF di https://www.supportunicefindonesia.org
  2. Lalu, Anda tentukan, ingin memilih jenis donasi seperti apa yang sesuai. UNICEF memberikan pilihan 2 jenis donasi berdasarkan frekuensi donasi, yakni:

a. Donasi rutin (autodebet setiap bulan)
b. Donasi satu kali

  1. Setelah itu, Anda akan mengisi data diri. Isilah data tersebut dengan benar kemudian Anda akan bergabung bersama UNICEF Indonesia
  2. Langkah terakhir adalah memilih cara donasi yang paling sesuai dengan Anda, entah melalui transfer bank, via kartu kredit, internet banking hingga convenience store yang telah bekerjasama dengan UNICEF.

cara donasi untuk unicef
Lalu, bagaimana jika ingin berhenti donasi di UNICEF Indonesia? Saya menerima pertanyaan ini sehari yang lalu dari teman saya. Dia baru beberapa bulan menjadi donatur Unicef, yang awalnya dia pikir cuma berdonasi sekali saja. Rupanya, dananya terpotong Rp100 ribu setiap bulan, dan dia merasa tidak nyaman. Lalu, saya menyarankan kepada dia untuk melakukan langkah-langkah berikut:
1. Hubungi Layanan donatur melalui nomor Telp (021) 8066 2100
2. Kirim email ke ids.donorlove@unicef.org dan cantumkan “berhenti donasi unicef” pada subjek email.
3. Hubungi layanan donatur Uniced pada jam operasional: Senin-Jumat pukul 09.00-17.00

Demikianlah pembahasan singkat mengenai cara berhenti donasi unicef Indonesia. Anda yang selama ini menjadi donatur Uniced dan ingin tahu cara stop donasi unicef, bisa mencoba melakukan langkah-langkah seperti dibahas di atas. Terima kasih.

Note: diolah dari laporan Unicef, laman Unicef Indonesia dan sumber terpercaya lainnya.

Related Posts

Bentrok TNI vs Polri di Papua, Tiga Personel Polisi Tewas
Nasional

Bentrok TNI vs Polri di Papua, Tiga Personel Polisi Tewas

13/04/2020
harga minyak serai wangi
Nasional

Harga Minyak Serai Wangi 2020

26/04/2020
9 Istri Soekarno dan Kisah-kisah Cinta Mereka
Nasional

9 Istri Soekarno dan Kisah-kisah Cinta Mereka

27/10/2018
Gita Handayani Raih Juara Umum di Internasional Marching Band
Nasional

Gita Handayani Raih Juara Umum di Internasional Marching Band

27/10/2018
Kapal Kemanusiaan Berlabuh di Palu untuk Kedua Kalinya
Nasional

Kapal Kemanusiaan Berlabuh di Palu untuk Kedua Kalinya

27/10/2018
Bendera Bulan Bintang
Nasional

GAM Tidak Bawa Bendera Bulan Bintang ke Jakarta

23/04/2018
Next Post
digital marketing life hacks

Digital Marketing Life Hacks: Cerita dari Seorang Blogger Pemula

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM

Meta Luncurkan Program Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM di Indonesia

09/07/2026
Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026

EDITOR'S PICK

Regulasi Tak Jelas, PA Enggan Ikut Pilkada

07/10/2011

Jepang Tolak Hentikan Impor Minyak Iran

20/12/2011

Facebook Hapus Foto Profil Tips Aborsi

04/01/2012

Kantor Kas Setdakab Aceh Barat Terbakar

04/01/2012

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar
  • iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.