Tsunami Aceh, Donasi Unicef dan Cara Berhenti Berdonasi

211
donasi unicef
Kondisi Aceh pasca-tsunami. Foto: UNICEF Indonesia/2005/Josh Estey

Tulisan ini akan membahas tiga masalah utama, mulai tentang tsunami Aceh, donasi unicef dan cara berhenti berdonasi. Saya berharap pembahasan singkat ini dapat membantu para donatur yang ingin berhenti donasi Unicef Indonesia.

Seperti kita tahu, pada 26 Desember 2019 nanti, berarti sudah 15 tahun peristiwa gempa dan tsunami Samudera Hindia menghancurkan Indonesia, India, Thailand, Sri Lanka, dan sejumlah negara lain. Bencana tersebut menyebabkan 230.000 orang terbunuh, ratusan ribu orang kehilangan rumah dan semua harta benda mereka, dan memusnahkan garis pantai.

Di Aceh, provinsi paling barat Indonesia, gelombang raksasa itu menewaskan 170.000 orang dan menyebabkan 500.000 orang kehilangan tempat tinggal. Bencana ini juga mengakibatkan kehancuran sosial, ekonomi, dan lingkungan yang sangat besar di daerah-daerah yang sudah miskin, merusak institusi yang ada dan menghancurkan sumber daya manusia, otak bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Donasi Unicef pasca-tsunami

Dalam waktu 48 jam seusai tsumami, UNICEF tiba di Aceh dan memulai operasi darurat terbesar dalam sejarahnya. Kehadiran Unicef ke Aceh untuk memastikan bahwa tidak ada anak yang akan mati setelah bencana dengan mengorganisir kampanye imunisasi massal dan memulihkan persediaan air dan sanitasi.

Saat tsunami menghantam Aceh dan Nias, sebanyak 91 persen infrastruktur sanitasi dan 85 persen jaringan pipa air, instalasi pengolahan dan fasilitas lainnya hancur. UNICEF memberikan keahlian teknis serta koordinasi dalam pengiriman air bersih kepada para pengungsi beberapa saat seusai tsunami. Setidaknya 22 instalasi pemurnian pengolahan air permanen dibangun di area yang terkena dampak maupun daerah yang jauh dari areal tsunami.

Dalam urusan medis, UNICEF mendukung penempatan sementara dokter dan paramedis ke daerah-daerah terpencil seperti Pulau Simeuleu, mendirikan layanan perawatan kebidanan dan neonatal darurat dan melengkapi rumah sakit-rumah sakit lokal dengan peralatan dan ambulan standar. Saya pernah melihat beberapa dokter dari Unicef bekerja di barak-barak pengungsi.

Pendekatan baru bidang layanan kesehatan

Selama lebih dari 60 tahun, UNICEF dan mitranya telah menjangkau jutaan anak-anak di Indonesia dengan bantuan pembangunan dan kemanusiaan. Seusai tsunami, UNICEF mendukung pembentukan layanan kesehatan berbasis masyarakat terpadu, yang dikenal sebagai pendekatan Posyandu Plus. Program ini bahkan telah diterapkan dan direplikasi di seluruh Indonesia. Kampanye vaksinasi campak darurat UNICEF juga diperluas secara nasional, yang mengarah ke pengurangan yang nyata dalam kasus campak secara nasional.

Dari semua negara yang terkena dampak tsunami, Indonesia memiliki jumlah anak yatim piatu terbesar atau terpisah dari orang tua mereka, berjumlah sekitar 3.000 anak. Karenanya, UNICEF membantu mendirikan pusat anak-anak untuk lebih dari 2.000 anak, yang mengatur pelacakan keluarga dan akhirnya berhasil menyatukan kembali hampir seperlima dari anak-anak ini dengan anggota keluarga yang masih hidup.

Di bidang pendidikan, UNICEF menyediakan 1.000 ruang kelas tenda darurat dan mendukung perekrutan 1.110 guru sementara. Mereka memberikan 230.000 buku pelajaran, serta hampir 7.000 alat bantu mengajar ‘School-in-a-Box’ dan menyediakan peralatan untuk lebih dari setengah juta anak.

Membangun kembali dengan lebih baik

Setelah fase bantuan kemanusiaan awal, UNICEF berfokus pada pemulihan dan rekonstruksi berdasarkan prinsip ‘membangun kembali dengan lebih baik’ untuk mengurangi risiko bencana di masa depan bagi anak-anak dan komunitas mereka.

Komponen utama Building Back Better adalah pembangunan 345 sekolah baru yang tahan gempa dan ramah anak. Kemudian UNICEF mengalihkan fokusnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh provinsi.

Selanjutnya, UNICEF memperkenalkan program pelatihan Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) untuk memperluas akses PAUD di daerah pedesaan, yang hampir dua kali lipat pendaftaran bruto untuk pendidikan pra-sekolah di Aceh. Bantuan dari Unicef Indonesia ini membuat anak-anak memiliki kesempatan yang lebih baik dalam hidup sekarang. Mereka lebih cenderung sehat, bersekolah dan dilindungi dari pelecehan dan eksploitasi.

“Upaya rakyat Aceh yang luar biasa untuk membangun kembali dengan lebih baik apa yang telah dihancurkan oleh gelombang tsunami, dengan dukungan masyarakat internasional, telah memberikan hasil yang besar,” kata Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia (saat itu), Gunilla Olsson, dalam keterangan tertulis bertepatan dengan peringatan 10 tahun tsunami, Kamis (25/12/2014).

Menurutnya, prinsip “Membangun dengan Lebih Baik” telah memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak untuk tumbuh sehat, dan mengembangkan potensi mereka. Olsson menyebutkan bahwa upaya tanggap darurat tsunami, terutama di Aceh, adalah salah satu operasi kemanusiaan terbesar dalam sejarah Unicef. Untuk tugas mulia ini, Unicef mengucurkan US$336 juta bantuan keuangan bersumber dari donor.

Donasi online di Unicef Indonesia

Ketika terjadi gempa dan tsunami di Sulawesi pada 28 September 2018, UNICEF adalah badan PBB pertama yang mengirimkan pasokan darurat pasca bencana ke wilayah tersebut. Jika dirunut ke belakang, Unicef sudah bekerja di negara kepulauan kita ini sejak tahun 1948 atau tiga tahun setelah negara ini merdeka.

Jika ingin program-program Unicef terus berjalan di Indonesia, Anda bisa menjadi pendekar kemanusiaan atau donatur lembaga ini. Berikut adalah panduan donasi online di Unicef Indonesia.

  1. Silakan buka website resmi milik UNICEF di https://www.supportunicefindonesia.org
  2. Lalu, Anda tentukan, ingin memilih jenis donasi seperti apa yang sesuai. UNICEF memberikan pilihan 2 jenis donasi berdasarkan frekuensi donasi, yakni:

a. Donasi rutin (autodebet setiap bulan)
b. Donasi satu kali

  1. Setelah itu, Anda akan mengisi data diri. Isilah data tersebut dengan benar kemudian Anda akan bergabung bersama UNICEF Indonesia
  2. Langkah terakhir adalah memilih cara donasi yang paling sesuai dengan Anda, entah melalui transfer bank, via kartu kredit, internet banking hingga convenience store yang telah bekerjasama dengan UNICEF.

cara donasi untuk unicef
Lalu, bagaimana jika ingin berhenti donasi di UNICEF Indonesia? Saya menerima pertanyaan ini sehari yang lalu dari teman saya. Dia baru beberapa bulan menjadi donatur Unicef, yang awalnya dia pikir cuma berdonasi sekali saja. Rupanya, dananya terpotong Rp100 ribu setiap bulan, dan dia merasa tidak nyaman. Lalu, saya menyarankan kepada dia untuk melakukan langkah-langkah berikut:
1. Hubungi Layanan donatur melalui nomor Telp (021) 8066 2100
2. Kirim email ke [email protected] dan cantumkan “berhenti donasi unicef” pada subjek email.
3. Hubungi layanan donatur Uniced pada jam operasional: Senin-Jumat pukul 09.00-17.00

Demikianlah pembahasan singkat mengenai cara berhenti donasi unicef Indonesia. Anda yang selama ini menjadi donatur Uniced dan ingin tahu cara stop donasi unicef, bisa mencoba melakukan langkah-langkah seperti dibahas di atas. Terima kasih.

Note: diolah dari laporan Unicef, laman Unicef Indonesia dan sumber terpercaya lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here