Episentrum Ulee Kareng Putar Video Diary Remaja Aceh

0
165
Suasana Diskusi | Ahmad Ariska

Banda Aceh – Lima puluhan pelajar dan mahasiswa  antusias menyaksikan pemutaran Video Diary dan Diskusi Sekolah Remaja 2011 Aceh, di Gerobak Bioskop, Episentrum Ulee Kareng, Rabu (21/12). Dua video yang digarap tempo satu bulan, oleh peserta Sekolah Remaja 2011 Aceh tersebut berjudul “Aku, Dia, Jadi Kita” dan  “Habis Terang Terbitlah Gelap”. Demikian rilis yang di terima redaksi AcehCorner.Com.

“Tidak bisa dipungkiri, banyak generasi muda Aceh yang punya bakat di dunia perfilman. Terlihat dari sejumlah karya yang dihasilkan,” kata Munawar, alumni Muharram Journalism Collage.

Sebelumnya, selama satu bulan, sekitar duapuluhan Remaja Aceh, dididik oleh dua Fasilitator Yayasan Kampung Halaman, sebuah organisasi pengembangan remaja berbasis komunitas, dari Yogyakarta. Selain diajarkan videografi, juga ada materi fotografi, dan geotagging, atau pemetaan.

“Target kita memang mereka yang remaja. Karena remaja adalah mereka yang akan merubah dunia lebih baik. Selamat atas selesainya dua video kawan-kawan ini. Ini merupakan agenda kita tahun 2011 ini. Selain di Aceh, kita juga membuat  kegiatan ini di Wakatobi, Jogya, Sintang Kalimantan, Jambi, Jakarta, dan Sumbawa,” ujar Irwan Dwi Nuryadi, Fasilitator Kampung Halaman.

Project Officer Komunitas Tikar Pandan, Akmal M.Roem melihat, permasalahan remaja selalu menarik untuk dibahas, dan disampaikan kepada khalayak. “Penting bagi remaja lain, bahwa permasalahan yang ada di remaja hari ini bisa disampaikan,” katanya. Akmal menambahkan, video diary adalah media alternatif untuk menyampaikan permasalahan yang ada dalam diri.

“Selama ini, kita di Aceh hanya mengenal dunia menulis,dan fotografi. Sangat sedikit penyampaian hal terdekat dari kita, yang disampaikan melalui video,” ujarnya. Akmal mengharapkan, setelah selesainya proses sebulan belajar, dan penggarapan video, para peserta ini bisa melanjutkan kegiatan ini di komunitas masing-masing. “Komunitas Tikar Pandan siap memfasilitasi kegiatan berbasis remaja seperti ini.”

Video Diary yang pertama di putar berjudul  Aku, Dia, Jadi Kita, menceritakan tentang  “gap”, yang dewasa ini menjadi hal yang dianggap negatif. Gap merupakan pengelompokan-pengelompokan kecil dalam sebuah kalangan atau tempat. Dari berbagai macam cara gap itu terbentuk, misalnya mereka yang glamor dengan lebih menonjolkan penampilan tubuh yang “seksi”, kalangan fashion. Atau mereka-mereka yang pintar dan punya indeks prestasi tinggi di kampus akan berbaur dikalangan mereka tersendiri.

Video Diary yang kedua berjudul Habis Terang Terbitlah Gelap bercerita tentang kondisi keuangan mahasiswa. Sam (Putra Hidayatullah), seorang mahasiswa merantau, yang dalam video tersebut menjadi orang yang setiap bulannya mengharapkan kiriman orang tua dari kampung, sebagai biaya hidupnya di Kota Banda Aceh. Kiriman uang tersebut ia gunakan untuk selalau tampil sempurna di depan pacar dengan membelanjakan seluruh perlengkapannya. Sayang, kondisi demikian hanya terjadi di awal bulan. ketika di akhir bulan, Sam harus memperjuangkan segala cara untuk bisa bertahan hidup.

Acara pemutaran video diary itu juga di isi dengan diskusi membahas Sekolah Remaja 2011 Aceh dan proses pembuatan video diary. Hadir remaja dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Diskusi yang  berlangsung dengan antusias itu di sikapi oleh remaja yang hadir menyaksikan pemutaran video diary di Episentrum Ulee Kareng, Komunitas Tikar Pandan di jalan Lamreueng 20. Ulee Kareng, Banda Aceh.[mms]