• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Friday, October 23, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Sosok

Falevi Kirani: Perjalanan Hidup Seorang Aktivis

Taufik Al Mubarak Oleh Taufik Al Mubarak
04/01/2019
in Sosok
0
Falevi Kirani
22
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

FALEVI Kirani sedang membaca buku Hari-hari Terakhir Che Guevara ketika gempa berkekuatan 8,9 SR mengguncang Aceh pada Minggu (26/12/2004) pagi.

Saat itu, ia baru saja tiba pada bagian saat sang revolusioner itu dieksekusi mati oleh regu tembak. Falevi merinding ketika mengeja sebait kalimat yang meluncur dari mulut pengagum Simon Bolivar itu, “Tembaklah aku, kau hanya membunuh seorang laki-laki,” ucap Che sesaat sebelum ditembak.

READ ALSO

Jejak Eks Panglima GAM Abdullah Syafie di Seuneubok Rawa

Falevi Kirani: Perjalanan Hidup Seorang Aktivis [Selesai]

Buku itu masih dalam keadaan terbuka dan tak sempat diletakkan di tempat semula. Gempa dengan kekuatan super dahsyat pada pagi itu mengagetkan siapa pun, membuat orang lupa pada apa yang seharusnya dilakukan. Falevi dan para tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Keudah, Kutaraja, Banda Aceh berhamburan keluar. Mereka memenuhi lapangan tengah penjara.

Kekuatan gempa di pagi itu membuat Pasaraya Pante Pirak ambruk, satu lantai Hotel Kuala Tripa masuk ke dalam tanah, dan banyak bangunan lain di Banda Aceh rubuh seperti baru saja diratakan buldozer.

Berdiri di dekat tiang bendera, Falevi mengumandangkan adzan dengan suara melengking. Irwandi Yusuf juga ada di sana. Sementara para tahanan lain yang mencari aman di tengah halaman, tak henti-hentinya melafalkan kalimat zikir. Mereka berdoa agar kiamat kecil dalam rupa gempa itu segera mereda.

Saat di tengah halaman itu, BW (sapaan akrab Irwandi Yusuf) sempat bercerita kepada Falevi soal isi pembicaraan telepon dengan Cut Nur Asikin, srikandi pejuang referendum. Di malam sebelum gempa, cerita Falevi, Cut Nur menelepon Irwandi dan menceritakan soal mimpinya tentang isyarat musibah. Tak hanya itu, BW juga bercerita tentang upaya perdamaian yang sedang dijajaki oleh Crisis Management Initiative (CMI) pimpinan Martti Ahtisaari.

Falevi Kirani

Tak lama kemudian, terdengar suara gemuruh dari arah timur. Semakin lama, suara itu terdengar semakin mendekat, berbaur dengan bunyi kendaraan dan suara orang-orang menjerit. Banyak yang mengira itu suara buldozer sedang membersihkan sisa-sisa gempa. Tapi, bukan. Tak mungkin buldozer bekerja secepat itu. Suara yang terdengar itu jauh lebih mengerikan dari bunyi apa pun yang pernah didengar para tahanan. Lutut mereka seketika melemah.

Dari ruas jalan samping penjara, orang-orang berlarian sambil berteriak “air, air, air”. Dan, drum-bum. Tembok penjara setinggi lima meter di bagian timur pun rubuh. Air dengan warna hitam pekat menerobos masuk ke areal penjara. Para tahanan kocar-kacir menyelamatkan diri.

Tubuh Falevi terhempas sejauh enam meter setelah dihantam air bah itu. Tubuhnya mengapung ke sana kemari, tidak karuan. Lalu dengan sisa tenaga yang ada, ia terus berenang sembari mencari sesuatu untuk berpegangan. Upaya itu kembali sia-sia. Tubuhnya semakin jauh mengapung.

Alumnus MAN Beureunuen itu hampir saja menyerah pasrah. Untung saja, ia melihat menara tangki air tak jauh dari tempatnya mengapung. Setelah mendekat, ia meraih salah satu tiang besi tower itu dan memegangnya dengan cukup erat. Sejurus kemudian ia menaiki tangga tower itu untuk mencapai puncak. Ia berhasil selamat setelah ditolong beberapa orang yang lebih dulu selamat di sana. Orang-orang yang berada di atas atap toko kemudian memasang kayu balok bekas agar orang dekat Irwandi ini ikut menyeberang ke atap.

Setelah berhasil selamat di atap toko dekat penjara, dari jauh matanya melihat Irwandi Yusuf. Sosok yang akrab disapa Teungku Agam itu sedang menghisap rokok Dji Sam Soe di atap musala. Keduanya saling melambaikan tangan, dan bertukar senyuman.

Baca juga: Irwandi Yusuf, Pria Berkacamata Itu…

Ia memandang kompleks penjara yang sudah berubah menjadi genangan air. Itulah hari terakhir ia melihat penjara. Masa hukuman 6 tahun baru beberapa bulan saja dijalaninya. Ia tidak kabur dari penjara, melainkan penjara yang kabur darinya. Falevi tak dapat mengingat secara pasti siapa saja teman satu penjara dengannya yang meninggal dunia. Dia hanya mengingat, penulis buku Referendum Aceh dalam Tinjauan Hukum Internasional, Sofyan Ibrahim Tiba, termasuk satu dari banyak orang yang menjadi korban dalam bencana itu.

Aktivis dari Himpunan Aktivis Anti Militer (HANTAM) itu tak akan pernah lupa dengan penjara Keudah. Banyak kenangan manis dan pahit ia lalu di dalam penjara itu, termasuk kisah asmaranya yang kandas di tengah jalan, justru saat ia mendekam dalam penjara. “Fik, sejak uroe nyoe lon ka lajang lom, si nong nyan hana siap juet keu inong aktivis,” tulis Falevi dalam sebuah pesan singkat untuk seorang temannya di Jakarta.

Falevi Kirani mengabadikan kisah cintanya yang pahit itu dalam sebait puisi. “Hari-hari di balik jeruji besi, cintaku kandas,” tulisnya. Dia tidak ingat lagi kepada siapa puisi itu dititipkan. Mungkin saja tsunami sudah melumatnya, seperti nasib buku Hari-hari Terakhir Che Guevara yang belum selesai dibacanya. [Bersambung]

Related Posts

Panglima GAM Abdullah Syafie
Sosok

Jejak Eks Panglima GAM Abdullah Syafie di Seuneubok Rawa

28/08/2019
M Rizal Falevi Kirani
Sosok

Falevi Kirani: Perjalanan Hidup Seorang Aktivis [Selesai]

09/04/2019
Falevi Kirani
Sosok

Falevi Kirani: Perjalanan Hidup Seorang Aktivis [bagian-2]

06/04/2019
Khairullah DPR RI
Sosok

Khairullah: Saya Tidak Berpolitik Tulak Moto Brok

03/04/2019
Senyawa Meulungkop Kanot Bu, Laporan Diskusi Dengan Senyawa di Bivak Emperoom
Sosok

Senyawa Meulungkop Kanot Bu, Laporan Diskusi Dengan Senyawa di Bivak Emperoom

04/11/2018
Miftahul Jannah, Hijaber Aceh di Arena Judo
Sosok

Miftahul Jannah, Hijaber Aceh di Arena Judo

15/10/2018
Next Post
Prostitusi Artis, Ini Tarif Sekali Kencan dengan Vanessa Angel

Prostitusi Artis, Ini Tarif Sekali Kencan dengan Vanessa Angel

POPULAR NEWS

No Content Available

EDITOR'S PICK

FLP Aceh Bekali Anggota Baru

23/01/2012
Sadiq Khan wali kota Muslim pertama London

Sadiq Khan, Walikota Muslim Pertama London

07/05/2016
durasi tiap episode

Game of Thrones 8, Sutradara: Durasi Tiap Episode Lebih dari 60 Menit

15/11/2018

Miss Komunikasi, Kuasa Hukum DPRA Mengundurkan Diri

16/12/2011

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone
  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.