• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Tuesday, October 6, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Budaya

Gajah dan Kejayaan Aceh Masa Lalu

Zamzami Ali by Zamzami Ali
18/08/2018
in Budaya
0
Gajah dan Kejayaan Aceh Masa Lalu
21
SHARES
94
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Senin, 6 Agustus 2018 kemarin, empat ekor gajah Sumatera mengikuti parade atau pawai budaya dalam rangka memeriahkan acara Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke VII. Pagelaran seni dan budaya terbesar di Aceh ini berlangusng mulai dari 5 hingga 15 Agustus 2018 mendatang setelah sebelumnya dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh pada Minggu (5/8) malam.

Pawai budaya yang digelar kemarin benar-benar luar bisa dan sangat spektakuler. Puluhan pria berjalan beriringan dengan sangat rapi di barisan paling depan. Puluhan pria ini berperan sebagai prajurit Kesultanan Aceh, dengan membawa pedang lengkap dengan pakaian kebesaran yang dipakai saat upacara-upacara penting. Di belakangnya, tiga ekor gajah yang telah dihias ditunggangi oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin dan Wakapolda Aceh Brigjen Pol Supriyanto Tarah.

READ ALSO

Halloween: Sejarah dan Asal-usul yang Kusut dari Hari Libur 31 Oktober

Pagelaran Tari Kreasi Baru 2019 di Indoor Taman Budaya

Foto: Zamzami Ali

Pawai budaya tersebut juga menampilkan kontingen dari 23 kabupaten/kota yang ada di Aceh. Seribuan peserta semuanya menampilkan atraksi budaya dan kesenian khas dari wilayahnya masing-masing. Ragam pertunjukan tradisional, baju adat dan hasil alam yang direfleksikan oleh para peserta benar-benar memukau warga mulai dari lokasi start dari Lapangan Blangpadang – Museum Tsunami Aceh – Simpang Jam – Pendopo Gubernur Aceh – Simpang Kodim – Masjid Raya Baiturrahman dan finish kembali di Lapangan Blangpadang.

Selain tiga ekor gajah yang tampil di awal, seekor gajah yang telah dihias menyerupai gajah putih juga ditampilkan oleh kontingen kabupaten Aceh Tengah. Pertunjukan gajah putih ini kental dengan nilai sejarah lantaran gajah putih di masa lalu pernah menjadi simbol kejayaan dari Kerajaan Linge di wilayah tengah Aceh. Penampilan empat ekor gajah tersebut saja sudah membuat kita merasa takjub, bagaimana di masa lalu, dimana Kesultanan Aceh Darussalam pada masa kejayaannya pernah memiliki ribuan armada gajah tempur. Luar biasa bukan?

Foto: Zamzami Ali

Gajah Sumatera atau Elephas Maximus Sumatranus yang memenuhi belantara rimba Aceh, memang pernah menjadi simbol keagungan Aceh. Gajah di masa llalu merupakan Tidak berlebihan memang, mengingat sejumlah pemimpin di beberapa kerajaan yang ada di Aceh, menjadikan gajah sebagai tunggangan atau kendaraan kebesaran resmi milik raja atau sultan.

Ibnu Batutah pernah memberikan keterangan mengenai gajah dari Samudera Pasai pada 1345. Gajah jantan yang terbesar biasanya ditunggangi oleh sultan, sedangkan gajah-gajah lainnya termasuk kedalam armada perang dan disebutkan berjumlah sekitar 300 ekor. Bayangkan, saat ini di tahun 2018, populasi gajah yang tersisa di hutan Aceh diyakini oleh Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh hanya berjumlah sekitar 500 ekor saja dari jumlah keseluruhan sekitar 1.500 ekor di seluruh Sumatera.

Foto: Zamzami Ali

Awal abad ke 16 saat Kesultanan Aceh Darussalam berdiri, gajah tetap memiliki status yang sama, yakni sebagai kendaraan resmi sang sultan dan gajah juga menjadi bagian dari armada perang. Gajah diperlakukan dengan sangat baik. Dahulu, gajah diburu untuk dijinakkan agar bisa bekerjasama serta bersahabat dengan manusia. Berbeda dengan kenyataan saat ini, dimana gajah diburu untuk dibunuh dan diambil gadingnya. Sebagian masyarakat bahkan sudah memusuhi gajah karena dianggap hama atau musuh karena konflik memperebutkan area atau lahan.

Saudagar asal Perancis, Augustin de Beaulieu dalam catatannya yang pernah dimuat di Sumatera Tempo Doeloe menyebutkan bahwa Kesultanan Aceh Darussalam di masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, memiliki 900 ekor gajah tempur. Hal ini membuat Kesultanan Aceh Darussalam tidak perlu membangun benteng kota karena gajah-gajah petarung itu dapat melindungi kota dari ancaman serta serangan musuh.

Foto: Zamzami Ali

Aceh memang penuh dengan memori kejayaan di masa lalu, menyenangkan bisa memiliki sejarah bangsa yang demikian besar. Jujur, saya bangga tapi juga sedih jika membayangkan keadaan dan kondisi yang dialamai bangsa sekarang. Ah, sudahlah tak perlu diperpanjang. Hehehehe..

Related Posts

Halloween: Sejarah dan Asal-usul yang Kusut dari Hari Libur 31 Oktober
Budaya

Halloween: Sejarah dan Asal-usul yang Kusut dari Hari Libur 31 Oktober

28/10/2020
Tari Kreasi Baru
Budaya

Pagelaran Tari Kreasi Baru 2019 di Indoor Taman Budaya

29/10/2019
Tari Likok Pulo
Budaya

Cakra 19 Latih 84 Remaja Tari Likok Pulo

25/03/2019
Arisan Buku Rak Baca T36 Menggebrak Meja Literasi Aceh
Budaya

Arisan Buku Rak Baca T36 Menggebrak Meja Literasi Aceh

07/03/2026
Tangan Bercincin Giok yang Terpotong
Budaya

Tangan Bercincin Giok yang Terpotong

07/03/2026
‘Pukes’ Dipuji Seniman Muda, Dikritik Seniman Tua
Budaya

‘Pukes’ Dipuji Seniman Muda, Dikritik Seniman Tua

09/11/2018
Next Post
Pawang Hujan dan PKA

Pawang Hujan dan PKA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026

WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

01/10/2026

EDITOR'S PICK

Seribu Polisi Terindikasi Gunakan Narkoba

13/12/2011

Jangan Mau Dinodai!

07/03/2026
18 Tahun, Aku Lelah dan Kurasa Cukup!

18 Tahun, Aku Lelah dan Kurasa Cukup!

07/03/2026
Sirih dan Peumulia Jame

Sirih dan Peumulia Jame

18/08/2018

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.