• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Friday, October 9, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home News Nanggroe

Garam Bireuen Menuju Industri

Qaid Arkana by Qaid Arkana
21/01/2012
in Nanggroe
0
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bireuen – Garam yang selama ini dikelola secara tradisional di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, segera menuju industrialisasi seiring dimulainya pembangunan pabrik garam beryodium senilai Rp.561 juta lebih.

Pembangunan pabrik yang mampu memproduksi tiga ton garam beryodium dalam sehari ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Bireuen, Nurdin Abdul Rahman, Sabtu (21/1).

READ ALSO

5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan Calon Gubernur Aceh di Toilet

Qanun Mukim yang Mengatur Cara Penangkapan Ikan

Pabrik garam itu dibangun Aceh Development Fund (ADF) dan tiga mitranya, Fakultas Teknik Unsyiah, An-Nisaa’ Centre, dan Perkumpulan BIMA melalui Program Teknologi Ramah Lingkungan untuk Industri Proses Perikanan (Terapan). Program berbasis masyarakat itu dibiayai dari hibah Multi Donor Fund (MDF) melalui proyek Fasilitas Pembiayaan Pembangunan Ekonomi (EDFF) Aceh.

Program Manager Terapan, Faisal Hadi mengatakan, peletakan batu pertama itu adalah sesuatu yang sangat progresif, karena garam Bireuen yang selama ini diproduksi secara tradisional akan segera menuju industri dengan proses pengolahan peralatan mesin.

“Garam yang dihasilkan secara tradisional bakal ditampung oleh pabrik untuk selanjutnya diolah, sehingga menghasilkan 30 ton garam beryodium perhari. Dengan begitu petani garam tradisional tidak mengalami kesulitan lagi dalam memasarkan hasil garam mereka seperti yang selama ini terjadi,” katanya.

Faisal menyebutkan bahwa pihaknya juga akan memberikan berbagai macam pelatihan kepada para pengurus koperasi perempuan yang telah dibentuk dan masyarakat penerima manfaat program Terapan secara berbarengan dengan pembangunan fisik pabrik.

“Dengan demikian, industri iodisasi garam di Kecamatan Jangka ini akan bisa terus berkembang dan berkelanjutan meskipun program Terapan nanti telah berakhir pada Agustus mendatang,” katanya seraya berharap perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk terus mendampingi masyarakat.

Prof Yusny Sabi, Ketua Dewan Pembina ADF, dalam sambutannya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen terus membina koperasi perempuan yang telah dibentuk melalui program Terapan sehingga perekonomian warga masyarakat pesisir meningkat.

“Kita masuk ke sini, karena diterima dan tidak diperas ketika pembangunan. Saya yakin masyarakat telah berpikir jauh ke depan karena dengan berdirinya pabrik garam beryodium ini akan memberikan manfaat yang besar bagi warga Jangka dan masyarakat Bireuen,” tutur mantan Rektor IAIN Ar-Raniry Banda Aceh itu.

Yusny mengingatkan semua pihak yang terlihat dalam pembangunan industri iodisasi garam itu untuk serius mengelola pabrik yang dibangun. “Kita sadar bahwa program yang menjanjikan ini bisa saja macet kalau kita tidak serius mengelolanya,” katanya.

Dengan hadirnya industri garam beryodium itu, maka garam yang dihasilkan masyarakat Bireuen akan lebih berkualitas dengan standar nasional sehingga dapat menembus pasar modern. Apalagi nanti garam yang diproduksi pabrik tersebut dikemas dengan baik untuk dapat dipasarkan hingga keluar Aceh.

“Kami harap kepada Bupati Bireuen untuk memikirkan pemasaran garam ini sehingga pendapatan petani garam meningkat karena sudah bernilai ekonomi dan garam yang diproduksi lebih berkualitas,” katanya.

Fakriah, ketua koperasi perempuan “Rahmat Kamoe Meusira” yang menjadi penerima manfaat industri iodisasi garam menyatakan bahwa pihaknya ingin meningkatkan kesejahteraan petani dan pedagang garam di Bireuen. Jumlah anggota koperasi yang baru terbentuk pada 3 Oktober 2011 adalah 125 orang.

“Koperasi ini masih lemah di semau sisi baik manajemen maupun keuangan. Dengan ini kami menyatakan membuka diri kepada semua pihak untuk turut memberikan dukungan, bimbingan, binaan dan arahan sehingga fungsi dari koperasi perempuan dapat kami jalankan untuk mewujudkan kesejahteraan petani garam Bireuen,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman menyatakan pihaknya akan berusaha untuk terus meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir melakukan berbagai macam kegiatan pembangunan seperti program Terapan.

Dia juga memerintahkan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan UKM agar terus memberikan pendampingan kepada koperasi perempuan itu serta memikirkan pemasaran sehingga garam yang diproduksi pabrik tersebut bisa menembus pasar modern.

“Saya sangat yakin industri garam yang kita bangun di Jangka ini akan terus berkembang sebab pabrik yang kita mulai bangun hari ini akan memproduksi garam berkualitas sesuai standar nasional. Dengan demikian, perlu dipikirkan pemasaran sehingga garam diproduksi dari pabrik ini dapat diterima pasar,” katanya.[]

Related Posts

calon gubernur aceh mengambil nomor urut
Nanggroe

5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan Calon Gubernur Aceh di Toilet

23/09/2024
Sungai Mane
Nanggroe

Qanun Mukim yang Mengatur Cara Penangkapan Ikan

15/12/2019
Sulaiman imum mukim Mane
Nanggroe

Kesadaran Menjaga Hutan Desa di Mukim Mane

10/12/2019
SMG Aceh Serahkan Bibit Padi Unggul
Nanggroe

SMG Aceh Serahkan Bibit Padi Unggul

11/10/2019
fatwa ulama aceh
Nanggroe

Fatwa Ulama Aceh: Game PUBG dan Permainan Sejenis Haram!

27/08/2019
Protes dari Aceh Terkait Remisi untuk Pembunuh Jurnalis
News

Protes dari Aceh Terkait Remisi untuk Pembunuh Jurnalis

25/01/2019
Next Post

Seorang Pria Tak Sadar Ada Paku Bersarang di Otaknya

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026
Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026

EDITOR'S PICK

Samuel Eto’o Pimpin Mogok Timnas Kamerun

07/03/2026
senjakala steemit

Senjakala Steemit, Inikah Saatnya?

23/07/2018

Tetap Berkarya Meski di Kursi Roda

07/03/2026

Mendagri Minta Penjabat Gubernur Aceh Sukseskan Pilkada

08/02/2012

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.