Kisah Tyke, Gajah yang Mati Diterjang 84 Peluru

0
178

Ini adalah kisah gila yang pernah terjadi di Hawaii, salah satu negara bagian yang ada di Amerika Serikat. Kisah ini terjadi pada 20 Agustus 1994 atau hampir 24 tahun silam. Tulisan ini telah terbit sebelumnya pada pagi tadi di Klikkabar.com.

Tyke merupakan nama yang sangat diingat oleh sebagian penduduk di Honolulu, Hawaii. Dilansir dari Huffington Post, ketakutan yang bercampur kesedihan tergambar jelas saat mendengar cerita penduduk tentang Tyke yang kini menjadi bagian dari sejarah kota mereka.

Tyke adalah gajah betina Afrika berusia 20 tahun. Ia ditangkap sewaktu masih bayi di hutan dan berada di Honolulu dalam rangkaian acara Circus International. Tiba saat pertunjukan dimulai, Tyke memasuki Blaisdell Arena dan seketika menendang barang-barang yang ada termasuk salah satu pelatih atau instruktur.

Foto: Ilustrasi by Zamzami Ali.

Penonton yang berada disana berpikir bahwa itu adalah bagian dari pertunjukan. Namun, situasi terlihat semakin memburuk karena Tyke ternyata benar-benar mengamuk sehingga membuat penonton segera berhamburan lari dan keluar dari arena pertunjukan.

Tanpa terkendali, Tyke merangsek keluar. Seolah ingin berlari jauh dari tempat yang bukan habitatnya. Ia menerobos gerbang dan berusaha sekuat tenaga untuk kabur dari penderitaan yang selama ini dialaminya.

Hampir 30 menit Tyke berlari di jalanan kota. Ia seolah merasa kebingungan, tidak tau harus kemana. Pelarian tersebut terasa kian berat lantaran polisi telah mengepungnya dari berbagai sisi serta ikut menembakinya tanpa ampun.

Tyke, di penghujung hidupnya. (Youtube: People for the Ethical Treatment of Animals)

Tyke akhirnya tumbang. Pelariannya terhenti setelah kaki-kakinya tidak mampu menahan lagi berat badannya. Tyke pun roboh ke jalan setelah 87 peluru menghujam tubuhnya sedangkan orang-orang hanya bisa menyaksikan kejadian itu dari kejauhan tanpa bisa berbuat apa-apa.

Sejak itu, tidak ada lagi pertunjukan sirkus yang menampilkan gajah di Honolulu meskipun tidak ada aturan resmi yang melarangnya. Namun, beberapa pertunjukan sirkus hingga saat ini masih saja menggunakan binatang esksotis seperti gajah, singa dan harimau sebagai alat untuk mencari uang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here