Komplotan Bersenpi Peras Keuchik, Satu Pelaku Ditangkap

0
389
AKBP Ridwan Usman

Peudawa – Komplotan bersenjata api kembali beraksi di Aceh Timur, Sabtu (3/12) sekitar pukul 21.00 WIB. Kali ini memeras Geuchik Desa Seumanah Jaya, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Jumian (43). Para pelaku dilaporkan 3 orang menggunakan senjata api laras panjang jenis AK, dan meminta korban menyerahkan uang Rp20 juta.

Alhasil, Kepolisian Resort (Polres) Aceh Timur berhasil menangkap satu orang tersangka inisial MY (23), seorang mahasiswa, setelah menerima laporan tersebut, Minggu (4/12) saat yang bersangkutan sedang main bola kaki di lapangan desa setempat.

Sementara dua pelaku lainya masih buron dan nama kedua pelaku tersebut telah dikantongi pihak Kepolisian. Menurut keterangan MY kepada penyidik polisi, pada malan kejadian, dia bersama dua temannya dengan satu pucuk senjata AK mendatangi rumah
korban dengan tujuan untuk memeras.

Korban ditodong untuk diminta menyerahkan uang sebesar Rp 20 juta, namun saat itu korban tak punya uang sebanyak itu, akhirnya pelaku meminta menyerahkan berapa saja  yang dimiliki korban. Kebetulan malam itu korban memiliki uang Rp500 ribu. Merasa tidak puas, pihaknya meminta agar menyediakan uang sebesar Rp5 juta untuk esok harinya.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Drs Ridwan Usman, melalui Kasat Reskrim AKP Priyo Utomo, SH, SIK, kepada wartawan, Senin (5/12) membenarkan kasus tersebut. Pihaknya juga telah mengamankan satu tersangka. Dua pelaku lainya termasuk satu pucuk senjata laras panjang masih dalam pengejaran.

Bendera GAM Diboyong ke Polda
Sementara itu, Kapolres Aceh Timur,  AKBP Drs Ridwan Usman, mengatakan, puluhan bendera GAM yang sempat dikibarkan di kawasan Idi, Aceh Timur, pada 4 Desember 2011 lalu, kini telah dikirim ke Polda Aceh.

”26 helai bendera bintang bulan itu sudah kita amankan dan kini sudah dikirim ke Polda Aceh,” sebut Kapolres, Senin (5/12) siang.

Kapolres menyebutkan, insiden pengibaran bendera GAM masih dalam penyelidikan pihaknya. Sebagaimana diwartakan sebelumnya puluhan bendera GAM berkibar bertepatan Milad organisasi tersebut yang ke-35 di sejumlah titik dalam Kecamatan Idi Rayeuk, Minggu (4/12). Namun,  polisi berhasil menurunkan seluruh bendera itu. []

Tinggalkan komentar Anda