• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Wednesday, October 14, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Budaya

Mengarungi Thriller Edgar Allan Poe, di buku Kisah-Kisah Tengah Malam

Rio Pauleta Oleh Rio Pauleta
25/09/2018
in Budaya, Opini
0
Mengarungi Thriller Edgar Allan Poe, di buku Kisah-Kisah Tengah Malam
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Buku inilah tempat bermuaranya  13 cerpen terbaik Edgar Allan Poe yang ngeri, sadis dan mengharukan. kalau digambarkan dalam genre film, cerita pendek dalam buku  ini lebih  pada cerita thriller, tapi ada yang konyol juga lebih kepada cerita Thriller. Cerita pertama dan beberapa lainnya memang ada terkesan misterinya. Misalnya catatan Tengah Malam, Kotak Persegi Panjang, dan Kucing Hitam.

(Source)

Di cerpen ini banyak terjadi pembunuhan, cerpen menjijikan seperti Hop-frog yang menggambarkan dengan detail tragedi balas dendam pelawak kepada raja setelah sang mempermalukan istri pelawak. Juga di cerpen Catatan Tengah Malam, terjadi pembunuhan penduduk satu rumah karena seorang tak sanggup mendengar dengkuran empunya rumah.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

(Source)

Sedangkan cerita lain lebih kepada cerita yang menakjubkan, menegangkan dan mengerikan. Misalnya perjuangan nelayan yang mengarungi badai terbesar samudra, badai Maelstrom. Beberapa cerpen bersetting di samudra. Tragedi di tengah laut membuat kita semakin tegang karena ya, dengan latar yang sempit dan suasana malam ditengah laut membuat nafas kita kadang-kadang tercekat.

Cerita tentang Kucing Hitam juga tidak kalah horor, seekor kucing yang membuat pemiliknya membunuh, karena sang pemilik lebih dulu melukai kucing yang melambangkan hal yang tidak baik ini. kisah-kisah di sini terkesan dark dan noir.

Beberapa setting cerita lain juga di lukiskan dalam ruangan yang sempit dan kadang-kadang cuma satu lokasi, membuat kita kita fokus dan menambah ketegangan. Cerita Setan Merah cukup menengangkan karena hanya satu ruangan besar sedangkan seluruh kota sudah terkena wabah penyakit.


dan Obrolan dengan Mummy sedikit santai, meniru sedikit cerita Frankeinstein. Kita akan dibawa dalam sejarah mummy dan pengetahuan tentang pengawetan mayat, dan pemikiran tentang ideologi Mesir, dan ideologi Eropa di masa mummy itu dihidupkan.
Cerita Potret Seorang Gadis lebih memilukan lagi, seorang suami seniman –banyak juga di buku antologi ini berkisah tentang seniman. Beberapa seniman, yang fokus dan sangat perfeksionis dia akan tenggelam dalam karyanya berhari-hari dan berakibat fatal pada nasib istrinya.

Buku ini 245 halaman. Cerpen di dalamnya dibuat tahun 80an. Bukan seperti cerpen modern, satu cerita  sampai puluhan halaman. Kalau untuk penulis, ini adalah buku yang layak dimiliki untuk mengetahui bagaimana plot bagus diciptakan. Bagi pembaca ini adalah pengalaman baru untuk mengarungi –karena banyak adegan di lautnya- cerpen yang menyesakkan dan berplot yang luar biasa.

Buku ini hampir sebulan saya membacanya, belum habis juga, tinggal tiga cerita lagi. Saya beli karena saya mendengar Edgar Allan Poe penulis terkenal dan pernah melihat karakternya di film, entah apa lupa saya judulnya. Walaupun bernama Poe, tapi dia bukan ahli puisi –walaupun dia pernah menerbitkan buku puisi di awal karirnya. Dia ahli cerita mengerikan, beberapa sudah difilmkan sejak tahun 2000an.

Beberapa penghargaan sebagai penulis sudah dia terima. Dan dia yang terbaik di masanya, tulisannya juga menginspirasi Sir Arthur Conan Doyle dalam menulis Sherlock Holmes. Maka dari itu membacalah buku ini, supaya tahu peradaban di masa 80an di Eropa. buku ini diterbitkan oleh Gramedia tahun 2017, tanpa meminta izin langsung sama Edgar Allan Poe, karena dia sudah meninggal tahun 1849, seratus tahun sebelum Indonesia merdeka.

Tags: CerpenResensi

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

22/11/2024
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

30/10/2024
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

05/10/2024
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

25/09/2023
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

21/04/2022
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

31/05/2021
Next Post
Situs Skandal Sandiaga Uno Diblokir, Begini Tampilannya

Situs Skandal Sandiaga Uno Diblokir, Begini Tampilannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

14/07/2025
Ilustrasi iPhone 18 Pro

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

29/09/2026

Blog dan Steemit, Mana yang Lebih Menguntungkan?

30/04/2018
Panglima GAM Abdullah Syafie

Jejak Eks Panglima GAM Abdullah Syafie di Seuneubok Rawa

28/08/2019

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

27/09/2026

EDITOR'S PICK

Jelang Penetapan DPT, KIP Gelar Pelatihan DP Tools

24/12/2011

KIP Aceh Panggil Komisioner Aceh Singkil

24/10/2011
Sulaiman imum mukim Mane

Kesadaran Menjaga Hutan Desa di Mukim Mane

10/12/2019

Perangi Impunitas dan Imunitas Pemukim

18/12/2011

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone
  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.