• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Tuesday, October 6, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Nehe Anarkis!

Lukman Emha by Lukman Emha
07/03/2026
in Opini
0
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Lukman Emha
Lukman Emha

Pelatih Timnas Iran, Carlos Queroz, menyebut penonton Indonesia egois. Mantan asisten pelatih MU, Alex Ferguson, itu heran melihat SUGBK Senayan yang besar itu hanya diisi segelintir tifosi tuan rumah Indonesia. ‘Menurut hemat saya, suporter Indonesia egois. Mereka seharusnya tetap memberikan dukungan, baik ketika tim bermain baik maupun buruk’, katanya dalam konfrensi pers setelah timnya, Iran, melumat tuan rumah Indonesia 1-4.

Situasi stadion dimanapun di negeri ini memang selalu berkelindan dengan prestasi tim. Kalau tim sedang hebat, ramai-ramai ke stadion. Yang gak suka sepakbola pun ikutan nonton. Seolah ia juga bagian dari tim yang hebat. Ketika tim terpuruk, para suporter berkomentar, ‘ngapain ngabisin duit ke stadion’. Ini gambaran suporter yang tak sehidup semati dengan timnya. Penonton mau enaknya saja, yaitu menikmati kemenangan. Kalo timnya kalah, ngamuk, kesel, lempar botol, bakar-bakaran, sumpah serapah ampe mulut berbusa. ‘Kimaknyalah, kalah mulu’. Padahal, baru kali itu kalah. Gak terima kenyataan.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

 Seharusnya, tim yang sedang terpuruk disemangati. ‘Yuk, Bangkit! Kita masih punya kesempatan’. ‘Ah! Hari ini kita cuma kurang beruntung’. ‘Kalah-menang, kami tetap bersamamu’. Seharusnya suporter memperlakukan tim kesayangannya seperti seorang kekasih. Suka-duka dinikmati bersama. Yang satu terpuruk, yang lain menghibur. Yang satu bergembira, yang lain ikut sumringah. ‘Oh ya? Kamu memang hebat, sayang’. Dan katakan hal itu dengan memainkan bola matamu, supaya yang sedang bergembira benar-benar merasakan aura kegembiraan kita. Namanya juga suporter, pendukung, penyemangat, atau apalah namanya.

 Kalau saja Queroz ikut menonton pertandingan ‘Timnas’ Aceh vs PPLP Jawa Tengah di Stadion Harapan Bangsa Minggu lalu (20/11), pria asal Portugal itu bisa geleng-geleng. Bukan karena kecewa pada performa Muarrif dan kawan-kawan, melainkan heran pada cara suporter memperlakukan timnya yang masih remaja. Masa anak-anak itu dilempari. Perlakuan seperti ini bisa menambah anak-anak makin terpuruk. Ini brutalisme namanya.

 Agaknya, suporter sepakbola kita tidak mampu membedakan antara pemain senior dan junior. Jika perlakuan serupa dialamatkan kepada pemain senior, masih bisa diterima bacut (sedikit), oke, welcome, fine. Pemain senior mentalnya sudah stabil. Mereka sudah bisa memaknai perlakuan suporter. Sedangkan mental pemain junior masih dalam perkembangan. Mereka masih labil. Bisa-bisa mereka takut untuk bermain lagi. Atau mereka tidak diizinkan main oleh orang tua mereka. Orang tua mana yang tega melihat anaknya dihakimi secara massal tanpa pembelaan? Kalau kondisi hari Minggu dipertahankan, tim junior Aceh ke depan bisa tamat riwayatnya ketika orang tua di Aceh trauma tidak restu dan anak lainnya takut bermain untuk Aceh. Kapalo!

 Jika ditelisik lebih haloh, ada beberapa pihak yang membuat kita kecewa, sehingga memicu perlakuan tak sedap terhadap jebolan Paraguay, nara sumber dan pemberitaan dari media massa yang hana pake rhem. Nara sumber terlalu pamer haba mangat tentang ‘Timnas’ Paraguay kepada media tanpa mempertimbangkan psikologis para pemain yang masih usia pelajar. Mereka terlalu diagungkan dalam pemberitaan sehingga memengaruhi opini publik bahwa jebolan Paraguay berhasil. Saya khawatir, mereka tidak tampil bagus justru gara-gara beban mental karena terlalu digadang-gadang. Atau bisa jadi anak-anak kelewat pede, lalu tampil individualis dan amat bernafsu. Maka rusaklah permainan mereka.

 Bagaimana permainan mereka sore hari ini menghadapi Persija Jakarta U-19? Rusak, bagus, atau standar saja? Persija tim yang amat bagus. Fisik mereka prima, pekerja keras, dan pergerakan mereka cukup dinamis. Tim kita juga tidak jelek kok, asalkan mereka bermain tim, tidak individualis, tidak bernafsu, tenang, dan tidak terganggu dengan berita miring apapun. Yuk, ramai-ramai kita saksikan dan beri dukungan lagi kepada adik-adik kita. Tapi, gak pake’ anarkis. Ya, nehe anarkis!

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post

Puisi-puisi Cipta Arief Wibawa

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM

Meta Luncurkan Program Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM di Indonesia

09/07/2026
Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026

EDITOR'S PICK

Akurasi Emosi Sehari-hari

Akurasi Emosi Sehari-hari

07/03/2026

Gempa Bali juga Dirasa Warga di Surabaya

13/10/2011
Peter Dinklage: Ending Game of Thrones 8 Membahagiakan Tyrion Lannister

Peter Dinklage: Ending Game of Thrones 8 Membahagiakan Tyrion Lannister

14/10/2018

Pelaku Gunakan Sepeda Motor Matic

05/01/2012

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.