Nelayan Kuala Bugak Temukan Roket

0
418

Peureulak-Sebuah roket aktif yang sudah berkarat ditemukan oleh warga bernama Rusli Banta An atau yang sering dipanggil Apa Ben (42), nelayan Kuala Bugak, Peureulak, Aceh Timur, Sabtu (7/1) sekira pukul 09.00 WIB. Roket tersebut kini sudah diamankan oleh Tim Jibom Gegana Brimob Aramiah, Aceh Timur.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Agus Khadafi, tokoh pemuda Kuala Bugak, roket tersebut ditemukan Apa Ben saat sedang menjaring ikan di laut. Ketika Apa Ben mengangkat jaringnya tiba-tiba ia menemukan besi yang sudah berkarat dan akhirnya diketahui sebagai roket.

Saat pertama ditemukan, terang Agus, Apa Ben mengaku sempat memukul benda tersebut dengan palu yang dikiranya sebagai besi tua. Ia pun hendak menjual kepada pembeli butut. Namun, setelah temuan itu diketahui keuchik setempat, baru kemudian dilaporkan ke Polsek Peureulak. Polisi kemudian turun ke lapangan bersama Tim Jibom Gegana dengan mempolice line roket.

“Sekarang roket yang dilaporkan masih aktif ini sudah diamankan oleh tim penjinak bom. Roket itu masuk ke jaring ikan Apa Ben saat yang bersangkutan melabuh jangkar sekitar 20 meter dari daratan dengan kedalaman 8 meter. Alhamdulillah tidak sempat menimbulkan kejadian macam- macam terkait penemuan ini,” ungkap Agus.

Sebagaimana diketahui, di Aceh Timur beberapa granat dan roket pelontar sisa konflik yang ditemukan warga sempat menelan korban jiwa. Hal itu terjadi karena sipenemu tidak mengetahui jika benda tersebut berbahaya dan langsung mengetuk hingga meledak. Seperti kasus yang terjadi  Minggu (6/9/2009) sekira pukul 08.30 WIB, mengguncang kawasan pedalaman Idi Cut.

Tepatnya di Desa Meunasah Keutapang, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur. Dua remaja menjadi korban, satu di antaranya tewas seketika setelah benda tersebut mereka ketuk-ketuk dengan parang. Korban yang meninggal akibat ledakan bom itu adalah M Nasir bin Ansari (16), warga Desa Aluluddin Dua, Kecamatan Darul Aman (Idi Cut).

Sedangkan yang kritis dan sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Langsa adalah Muhammad bin Zulkifli (20), warga Dama Pulo Dua, kecamatan yang sama.[]