Pegawai Kantor Camat Dirampok dan Dihipnotis

0
319

Langsa—Seorang pegawai kantor Camat Ranto Peureulak, ditemukan warga tergeletak di pinggir jalan, Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Barat, atau seputaran kawasan jalan Medan-Banda Aceh, sekira pukul 20.00 WIB, Jumat (26/1).

Kapolres Langsa, AKBP Yosi Muhamarta melalui Kapolsek Langsa Barat, AKP.Edwin Aldro kepada wartawan mengatakan, dugaan sementara Khadijah (47) menjadi  korban tindak kekerasan,  namun motif pastinya belum diketahui karena sejak kamis pihaknya masih melakukan proses penyelidikan.

“Sementara itu di TKP hanya  ditemukan sebuah tas hitam dalam kondisi kosong dan telah di kembalikan ke suami korban,” terangnya.

Katanya, Khadijah, yang juga warga Desa Cot Keh, Peureulak, Aceh Timur, dirampok oleh pelaku yang belum diidentifikasi. Sebelum dirampok, korban dihipnotis hingga tak sadarkan diri. Di tubuh korban ditemukan bekas luka sayatan senjata tajam. Akibatnya korban mengalami kerugian sebesar Rp.58 juta. Korban kini juga masih dirawat di RSU Langsa untuk mendapatkan perawatan medis.

Sopirnya Bilang ‘Pas’

Berdasarkan informasi yang dihimpun Aceh Corner.com, kejadian yang menimpa korban terjadi di dalam angkutan umum Sudako, Kamis (26/1) sekitar pukul 15.30 WIB. Korban pergi dari rumah menuju ke Bank BNI Cabang Langsa untuk mengambil uang milik abangnya yang dikirim ke rekening korban.

“Jumlah uang yang saya ambil semuanya sebesar Rp 58 juta, punya abang saya sebesar Rp 45 juta yang rencananya akan dipergunakan untuk membeli tambak dan sisanya punya saya,” kata Khadijah, saat ditemui wartawan di RSU Langsa.

Dia menceritakan, setelah penarikan uang selesai, dirinya langsung keluar dari bank untuk kembali ke rumah. Saat saya menunggu angkutan Sudako,  ada seorang ibu-ibu yang juga baru keluar dari bank. Setelah angkutan tiba, mereka pun langsung naik Sudako.

“Tapi, setelah kami naik tiba-tiba supir angkutan bertanya kepada ibu tersebut dengan kata-kata “pas”, dan dijawab ibu itu ‘pas’,” ujar Khadijah, seraya mengaku tidak tahu apa maksud percakapan supir angkutan.

Dia menambahkan, selama dalam angkutan, sang ibu tersebut  menawarkan kepada dirinya bedak. Berselang beberapa menit perjalanan, Sudako berhenti dan menaikkan seorang penumpang pria. Pria tersebut langsung menepuk pundak korban sebanyak tiga kali sambil berkata “beli aja bu bedak itu”.

“Setelah pundak saya ditepuk saya langsung merasakan antara sadar dan tidak. Dalam kondisi itu, sepertinya saya dibawa ke toko mas untuk membeli mas dan ibu itu pun juga membeli mas.  Namun entah apa yang terjadi ternyata setelah sadar saya telah berada di RSUD Langsa. Saat ini  yang saya rasakan saat ini luka memar di lengan kiri dan wajah dan  bekas luka  senjata tajam di punggung saya,” ungkap Khadijah.[]