• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Wednesday, October 7, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Politik Laba-Laba

Harlan by Harlan
07/03/2026
in Opini
0
21
SHARES
96
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Azmi Abubakar

Laba-laba adalah makhluk mulia yang diciptakan Allah dengan segala keunikannya. kemuliaaan tersebut menjadikan namanya manjadi salah satu surat dalam Alquran  (Al-Ankabut). Sementara literatur  Islam pernah  mencatat peran besar laba-laba suatu ketika dalam membantu Nabi dari pengejaran kafir Quraisy, yakni setelah  Nabi keluar dari gua yang pintunya bersarangkan laba-laba. Berkat kuasa tuhanlah sarang laba-laba masih tertata rapi dan utuh sebagaimana mestinya.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Tulisan ini  tak lain adalah wujud pembelaan penulis tehadap  filosofi laba-laba atau rambideun  yang sering dipojokkan dalam beberapa catatan liar. Padahal, jika ingin mengkaji lebih dalam lagi ada hal-hal menarik yang bisa kita ambil dari laba-laba. Sekian dari filosofi laba-laba menjadi menarik apabila kita kaitkan dengan dunia politik, untuk seterusnya penulis sebut sebagai politik laba-laba.

Umumnya, seorang anak kecil  tentu saja mempunyai rasa takut manakala berdekatan dengan laba-laba  karena posturnya terkesan menakutkan. Filosofi ini bermakna bahwa  laku rakyat dalam percaturan politik umumnya cenderung bersikab dingin nan takut pada penguasa. Peluang ini selanjutnya dimanfaatkan oleh penguasa untuk terus menjajah, sehingga rakyat akan selalu bertingkah bagai anak kecil  diperbudak.

Namun manakala anak beranjak dewasa, ketakutannya kepada laba-laba menjadi hilang. Artinya dalam fase ini,  ketakutan rakyat kepada penguasa menjadi berkurang. Proses belajar dari pengalaman hidup yang kian menjepit adalah salah satu dari penyebabnya. Posisi rakyat yang semakin dewasa dalam memaknai kemerdekaan dan harga diri juga salah satu penyebab lainnya. Bahkan parahnya dalam fase ini, rakyat sudah berani melawan penguasa sekalipun, dimana keberanian rakyat muncul akibat desakan-desakan batin  ketidakadilan.

Sedangkan filosofi laba-laba dari segi bahasa,  jika dihilangkan satu kata ia akan jadi laba. Yakni laba yang bermakna keberuntungan. Kalau sang penguasa benar-benar merajut jaringan  yang baik maka serta merta akan menghasilkan laba bagi dirinya juga laba bagi masyarakat. Sementara laba kalau di balik akan menjadi bala, yang bermakna kalau sang penguasa tak mampu membina jaringan dengan baik, justru akan menjadi bala bagi dirinya dan masyarakat.

Karena pada intinya semakin baik dan gigih jaringan yang dirajut maka akan semakin memperkokoh eksistensi seorang individu sebagai pelaku politik, sebaliknya  kalau tidak pandai-pandai merajut jaringan maka cepat atau lambat  ia akan tersungkur. Namun ini tak berarti bahwa posisi seorang yang berhasil merajut jaringan akan mulus begitu saja. Membangun kepercayaan (trust) antar sesama jaringan sangat urgen untuk diperhatikan. Kalau itu tidak ada, niscaya membuat eksistensi pelaku politik  melemah tanpa daya.

Maka beruntunglah golongan-golongan yang selalu merajut jaringan dengan baik, selalu ingin tampil lebih baik, menerima segala kritikan-kritikan yang membangun. Golongan-golongan ini tak harus berteriak kalau mereka selalu berjuang untuk rakyat, tapi rakyatlah yang menilai.

Rasulullah Saw pada dasarnya telah mewariskan qudwah mulia bagaimana merajut jaringan. Hal itu terlihat dalam berbagai aspek sosial kemasyarakatan yang terbina dengan baik kala itu. Perjanjian Hudaibiyah dan kebijaksanaan Fathul Mekkah adalah sekian dari qudwah mulia yang patut kita contohi kembali. Dimana perjanjian Hudaibiyah yang pada dasarnya tak mendatangkan manfaat sedikitpun bagi kaum muslimin, namun terbukti mampu mengubah rasa persaudaraan antar kaum mulismin semakin tangguh.

Sedangkan peristiwa fathul Makkah kembali memperlihatkan kebijaksanaan Rasulullah untuk memaaafkan orang-orang yang dulunya adalah musuh beliau dengan syarat mulia. Yakni bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan bersaksi bahwa Muhammad sebagai utusan Allah. Selanjutnya qudwah mulia ini dilanjutkan kembali oleh para Khulafaur Rasyidin yang tak diragukan lagi sepak terjang mereka.

Sampai kepada masa pemerintahan Bani Umayah dengan  Umar bin Abdul Aziz-nya yang terkenal sebagai pemimpin adil nan sederhana. Daulah Abbasiyah dengan Harun Ar-Rasyid-nya yang mampu menggetarkan Eropa karena cahaya ilmu yang semakin benderang di tanah Baghdad kala itu. Imperium Turki Ustmani dimasa jayanya telah menjadikan Islam begitu kuat dan tangguh dalam segala bidang. Singkatnya semua  episode nyata dari sejarah islam itu tak lepas dari proses membangun jaringan yang benar dan kuat.

Dalam wawasan keacehan kita mendapati sosok Sultan Iskandar Muda dengan Aceh Darussalamnya, beliau sukses merajut jaringan sehingga membuat nilai tawar Aceh semakin tinggi . Jaringan yang beliau rajut tentu saja bukan jaringan cilet-cilet. Buktinya Sultan Meukuta Alam berhasil membawa Aceh ke puncak kejayaan, hatta menjadi salah satu kerajaan islam lima besar dunia kala itu.

Dalam studi kotemporer, maka kita akan mendapati bagaimana rakyat Mesir dengan segala kekompakannya  akhir-akhir ini berhasil menumbangkan rezim tirani Mubarak. Dengan jaringan  kuat bersama Ikhawanul Muslimin, maka tekad dan semangat Mesir untuk mengokohkan umat Islam kembali semakin menunjukkan nilai-nilai positif.

Akhirnya proses belajar kepada  laba-laba adalah sebuah keniscayaan bagi Aceh hari ini. Belajar bagaimana sebanarnya membangun jaringan yang baik layaknya qudwah mulia yang Nabi dan sahabat-sahabat amalkan. Serta menjadi pembelajaran kembali kepada kita semua disetiap keberhasilan dinasti besar Islam masa lalu dalam merajut jaringan demi terciptanya Aceh yang lebih baik.

Azmi Abubakar adalah Peminat masalah politik, budaya dan sejarah. Mahasiswa Universitas Al-Azhar, Cairo. Aktivis World Achehnese Association (WAA)

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post

MK Minta TA Khalid Sempurnakan Permohonan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026

WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

01/10/2026

EDITOR'S PICK

Parlemen Iran Setuju Usir Dubes Inggris

27/11/2011

Duta Wisata RTM akan Kunjungi Aceh

25/12/2011

Panwaslu yang Berpihak Akan Dipecat

20/02/2012

Granat Meledak, Tiga Luka-luka

01/12/2011

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.