Presiden Jokowi Kenakan Jaket Film KADET 1947 Saat Kunjungan Kerja

Jaket Film KADET 1947

JAKARTA – Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (21/10) kemarin. Jokowi hadir meresmikan pabrik biodiesel di Kabupaten Tanah Bumbu, meninjau kegiatan vaksinasi, dan meresmikan jembatan Sei Alalak. Sepanjang kunjungan tersebut, penampilan Jokowi cukup menarik perhatian masyarakat. Beliau terlihat mengenakan jaket berwarna hijau dengan badge Kadet 1947. Diketahui, Kadet 1947 merupakan judul film drama heroik yang disutradarai Rahabi Mandra dan Aldo Swastia, produksi Temata Studios dan Celerina Judisari Production, serta didukung oleh Legacy Pictures dan Screenplay Films.

Film KADET 1947 menuai respon positif serta dukungan dari sejumlah pejabat negara. Pada kesempatan sebelumnya, eks Kepala BEKRAF Triawan Munaf juga pernah mengenakan jaket yang sama. Film yang dibintangi Bisma Karisma, Kevin Julio, Omara Esteghlal, dan Martino Lio ini menceritakan aksi para kadet (calon penerbang) yang ingin mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Belanda di tahun 1947.

Menteri BUMN Erick Thohir juga sempat menghadiri peluncuran OST Kadet 1947 “Bakti” (23/09). Menurut Erick, keberadaan karya musik serta film bertema nasionalisme yang dekat dengan anak muda sangat penting untuk membangun rasa cinta anak muda dengan Indonesia.

Aktor film KADET 1947, Ibnu Jamil, menungkapkan rasa bangganya di media sosial atas apresiasi Presiden terhadap film ini. Dilansir dari akun @ibnujamilo, ia mengunggah foto dirinya menggunakan jaket bomber yang sama, dengan keterangan “Hari ini jaket gw kembaran sama pak @jokowi.”

Dukungan sejumlah tokoh negara terhadap film ini mendorong rasa penasaran masyarakat. Film ini dikabarkan tayang pada 25 November 2021 di bioskop. [rls]

Berita sebelumyaScience Film Festival 2021 Digelar Secara Daring di 52 Kota
Berita berikutnyaResmi! Manchester United Pecat Ole Gunnar Solskjaer
Lelaki yang suka berpindah dari satu warung kopi ke warung kopi lain. Dulunya, pernah terlintas cita-cita menjadi preman terminal. Takdir menuntunnya menekuni profesi lain.