Prostitusi Artis, Ini Tarif Sekali Kencan dengan Vanessa Angel

0
1105

Lagi, artis terlibat prostitusi online. Kali ini menimpa Vanessa Angel (VA), seorang artis yang juga nyambi sebagai MC. Sang artis itu ditangkap di sebuah hotel di Surabaya pada Sabtu (5/1/2019) sekitar pukul 12.30 WIB. Bersama dia turut diamankan seorang model berinisial AV (Avriellya Shaqila) yang tarifnya lebih murah, Rp25 juta.

Yang mengejutkan, kepada manajernya Lidya, Vanessa Angel pamit mau ke Surabaya untuk mengisi sebuah acara di sana. “Dia nomong mau ke Surabaya, nge-MC acara. Sampai sekarang saya enggak dengar kabar dari dia. Pada telepon dan tanya dia ketangkap kenapa ya saya juga bingung,” kata Lidya kepada wartawan seperti dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (5/1/2019).

Menurut Lidya, pada Sabtu pagi, Vanessa pamit untuk mengisi sebuah acara, dan Lidya tidak diberitahu nama acara. Sang manajer justru kaget ketika awak media mengonfirmasi berita soal penangkapan Vanessa yang awalnya disebut terlibat kasus narkoba.

“Setahu saya, dia tidak pernah pakai barang haram,” katanya. Bahkan, Lidya tambah terkejut saat dikaitkan dengan kasus prostitusi online yang menjerat Vanessa. Lagi-lagi Lidya membantah jika artis-nya itu tidak pernah bersinggungan dengan aktivitas tidak terpuji itu.

“Prostitusi online? Seriusan? Demi Allah saya enggak tahu sama sekali, Setahu saya tidak pernah terlibat seperti itu,”kata Lidya kepada Tribunnews.com. Namun, seperti ramai diberitakan, pihak kepolisian menggerebek sebuah hotel di kota Bu Risma itu pada Sabtu (5/1/2019), di mana dalam penggerebekan itu empat wanita muda tengah terlibat transaksi prostitusi diamankan polisi.

Baca juga: Ini Pose Menantang Vanessa Angel di Instagram

Lalu, berapa tarif sekali kencan dengan Vanessa Angel? Menurut laporan dari laman wow.tribunnews.com, Sabtu (5/1), dari bukti yang diperiksa kepolisian diketahui tarif transaksi yakni Rp 80 juta. Awalnya polisi mencurigai ada tindakan yang menjerumus ke pelecehan seksual. Namun, berdasarkan bukti percakapan transaksi prostitusi online yang dimiliki polisi, bukti tersebut sama sekali tidak mengarah kepada pelecehan seksual melainkan murni prostitusi online. []

Tinggalkan komentar Anda