More

    Tampar Petugas Imigrasi Indonesia, Wanita Inggris Dipenjara 6 Bulan

    DENPASAR – Pengadilan Indonesia pada hari Rabu (6/2/2019) memenjarakan seorang wanita Inggris selama enam bulan karena menampar seorang petugas imigrasi setelah terlibat adu argumen atas denda saat memperpanjang visanya.

    Auj-e Taqaddas, 42, dinyatakan bersalah di pengadilan di ibukota Bali, Denpasar, atas kekerasan terhadap seorang perwira di bandara Bali yang menjalankan tugas hukumnya, kata Hakim Esthar Oktavi kepada Reuters.

    “Hukumannya enam bulan penjara,” kata Oktavi melalui pesan singkat.

    Hukuman itu lebih ringan dari hukuman penjara satu tahun yang diajukan oleh jaksa pada 28 Juli tahun lalu.

    “Ini adalah keputusan yang tidak adil … Saya secara paksa dibawa ke pengadilan, tidak ada pengacara yang diberikan,” kata Taqaddas kepada pengadilan, menuduh para jaksa penuntut menyiksanya tiga kali dan menjebaknya di negara itu.

    Waher Tarihorang, seorang pejabat di kantor kejaksaan yang mengawasi kasus ini, membantah menggunakan kekerasan dan mengatakan jaksa memiliki “hak untuk mengambil tindakan paksa untuk membawanya ke pengadilan” setelah Taqaddas melewatkan beberapa tanggal persidangan sebelumnya.

    Hukumannya telah ditunda beberapa kali karena dia sakit dan juga ketika pihak berwenang mengatakan dia telah keluar dari hotel dan tidak dapat menemukannya.

    Hakim dan jaksa penuntut mengatakan Taqaddas telah mengajukan banding.

    Sebuah video smartphone dari insiden itu, yang menjadi viral pada saat itu, menunjukkan seorang Taqaddas yang gelisah berteriak dan mengeluarkan sumpah-serapah kepada petugas imigrasi, sebelum menamparnya di wajah setelah berusaha untuk mengambil paspornya.

    Wanita itu telah melebihi masa 160 hari dan diminta untuk membayar denda 300.000 rupiah (NZ $31,55) untuk setiap hari, atau sekitar NZ $5050 seluruhnya.

    Bali adalah pusat pariwisata utama Indonesia, menarik jutaan turis asing setahun ke pantai, kuil, dan barnya.

    Sejumlah kecil pengunjung mengalami masalah dengan undang-undang ini setiap tahun, kadang-kadang karena melanggar undang-undang yang keras di negara Asia Tenggara tentang narkoba. [Reuters]

    Image: kupastuntas

    Taufik Al Mubarak
    Taufik Al Mubarakhttps://jumpueng.blogspot.co.id
    Founder http://acehpungo.com yang gemar jalan-jalan, aktif menulis isu Aceh, jurnalisme, blogging dan artikel motivasi. Bisa dihubungi via email: tintamirah@gmail.com

    Terbaru

    Fagetti Supplier Marmer Premium Utama dan Terlengkap di Indonesia

    Fagetti sudah lama dikenal sebagai supplier marmer premium utama dan terlengkap di Indonesia. PT. Fajar Gelora Inti (Fagetti) yang dibangun oleh Ferdinand Gumanti, satu-satunya...

    Kerkhof Petjut, Saksi Bisu Perang Aceh

    Seorang pria dengan cetok di tangan tampak menyemen sebuah nisan. Ia merapikan bekas plesteran pada sudut-sudut dinding nisan yang sudah patah. Sebuah topi melindungi...

    Cara Mendapatkan Uang $300 dari Quora dengan Mudah

    Kalian tidak salah baca judul di atas! Kali ini saya akan membagikan kiat bagaimana cara mendapatkan uang $300 dari Quora dengan mudah. Namun, sebelumnya...

    Cara Mendapatkan Koin Libra Facebook Secara Gratis

    Dalam artikel ini, saya akan mengulas cara mendapatkan koin Libra Facebook secara gratis dan mudah. Kamu hanya perlu memiliki akun Facebook yang masih aktif. Seperti...

    Related articles