Presiden Minta Pers Mulai Diskusikan Pemilu 2014

0
22

Jakarta– Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pers mulai memberikan ruang dan juga membuka wacana publik mengenai penyelenggaraan Pemilu 2014 agar sejak dini masyarakat memahami peta politik, latar belakang partai politik dan juga calon pemimpin yang bertarung dalam perhelatan politik nasional tersebut.

Ketua Dewan Pers Indonesia, Bagir Manan

Ketua Dewan Pers Bagir Manan kepada wartawan dalam keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Senin (6/2), mengatakan Presiden Yudhoyono menilai pemilu 2014 turut menentukan langkah bangsa berikutnya karena menyangkut pergantian pimpinan nasional dan juga pemilihan anggota legislatif.

“Presiden meminta pada pers agar mulai memperhatikan peristiwa yang akan berlangsung pada 2014 (pemilu-red). Beliau menganjurkan agar pers mulai mendiskusikan hal tersebut sekaligus memberikan ruang pada mereka yang potensial untuk memimpin Indonesia nantinya,” kata Bagir Manan mengutip kata-kata Presiden.

Menurut mantan Ketua MA tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi dalam peran pers untuk memajukan kehidupan bangsa dan Kepala negara menyampaikan kembali komitmennya untuk menjaga kemerdekaan pers di tanah air.

Meski Presiden mengatakan selalu ada kemungkinan akses dari kemerdekaan pers, hal tersebut lebih baik dibandingkan tidak ada kemerdekaan pers sama sekali.

“Presiden menyampaikan pesan pada pers, komitmen kemerdekaan pers itu merupakan salah satu hal yang tidak perlu dipersoalkan, dengan bahasa meski kemungkinan ada ekses kemerdekaan pers, itu lebih baik daripada tidak ada kemerdekaan pers,” katanya.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan Presiden menilai 2014 merupakan waktu yang penting sekali karena akan berlangsung regenerasi kepemimpinan sehingga masyarakat perlu mengetahui sosok calon pemimpinnya, latar belakangnya termasuk partai-partai yang akan mengikuti pemilu 2014.

“Itu penting untuk disosialisasikan, kandidat yang tampil, juga partainya, (latar belakang,red) background kandidatnya perlu pembelajaran, penjelasan itu perlu. Pers diminta mulai mensosialisaikan,” katanya.

Mengenai peran pers dalam kehidupan bernegara, Tifatul menyatakan Presiden sangat menghargai usaha-usaha yang dilakukan pemangku kepentingan di sektor pers seperti Dewan Pers dan asosiasi wartawan atas usahanya untuk terus meningkatkan kualitas wartawan antara lain melalui sertifikasi wartawan yang akan mulai diberlakukan pada 2012 ini.

“Presiden apresiasi sertifikasi, pelatihan dan peningkatan mutu baik,” paparnya.[Ant]