Selasa, Agustus 21, 2018

De-pustaka-isasi

Percayalah, ini samasekali bukan soal prinsip. Justru soal ketiadaan prinsipku soal buku. Kecuali kalau tak berprinsip juga dianggap prinsip. Baiklah. Ini soal pandanganku mengenai buku yang telah kubeli dan kubaca. Aku bukan jenis makhluk yang menjadikan buku sebagai pajangan...
Ia mencintai pagi seperti mencintai Zenja. Entah apa yang tersembunyi di balik klaim itu. Bagiku, hal yang pasti tentangnya teralami sebagai sebuah penggenapan atas gasal di diri. Belasan tahun sudah gasal itu melekat, sebab manusia yang menjadi perancang tengah...

Melindungi Pagar

Aku sering bingung memikirkan rumah-rumah berpagar tinggi. Terutama yang berada di bagian tikungan atau persimpangan jalan. Ia melindungi pemiliknya, tetapi menghalang pandang para pengendara. Sebanyak apa ‘milik’ yang mesti dilindunginya sehingga sebegitu tinggi pagar membentengi rumah dari mara? Sebab...
Suatu ketika aku berkesempatan bertemu langsung dengan PYM Bookrak. Seorang lelaki yang kenakalan pikirnya membuat aku mendapuknya sebagai panutan. Sebuah kehormatan bagiku menemuinya di sela waktunya yang padat dan berharga. Sebagai sesama Steemian yang telah saling mengenal sebelum Steemit lahir,...
Baca Juga: Sumber Mencari Fase Desentralisasi Ekonomi di Masa Lalu Mencari Fase Desentralisasi Ekonomi di Masa Lalu2 Mencari Fase Desentralisasi Ekonomi di Masa Lalu3 Sesunggguhnya bagian paling menggoda dari tulisan Nona Fara yang berjudul Berkenalan dengan Sentralisasi dan Desentralisasi adalah...

Jurus Mabok

Kekasih, apakah engkau tahu tentang sepakbola? Cukup tahu sedikit saja. Tak perlu paham mengenai betapa hebat Ronaldinho, berapa offside yang menjebak Filippo Inzaghi, berapa gol yang diproduksi dalam setiap seri pertandingan di Piala Dunia ataupun berapa komentator yang lahir...
Tulisan Sebelumnya: Sumber Tanggapan Pertama Tanggapan Kedua Malam ini aku akan melanjutkan pembahasan mengenai tulisan Nona Fara seperti yang telah kusampaikan 2 malam lalu. Setelah kucermati, semestinya malam ini aku membahas mengenai paragraf ketiga saja. Ternyata, paragraf ketiga berkait erat...
Malam ini adalah saat Nebula bermain dalam kepala pada jejak syair yang menggelinding di atas meditasi. Sebentuk penolakan atas sajak dan puisi yang usai mendengar deklamasinya atau cukup dengan membacanya saja, engkau akan segera mengelus isi cawat dan menyegerakan...
Tulisan sebelumnya. Seperti yang kujanjikan 2 hari lalu, tulisan ini adalah bagian kedua dari tanggapanku terhadap karya Nona Fara yang berjudul Berkenalan dengan Sentralisasi dan Desentralisasi. Semoga dialog dalam bentuk tulisan ini dapat menyemarakkan diskusi wacana di antara kami berdua...
Sekonyong sebuah melodi lagu menyeruak dalam kepala. Bukan peristiwa luarbiasa. Ini kerap terjadi. Mungkin sehari bisa 3 sampai 5 kali. Aku lupa judul lagunya. Tapi seingatku sempat terdengar waktu Mamak-Mamak di kampungku sedang kecanduan menonton telenovela berjudul Betty La Fea...
Sebuah tanggapan atas tulisan nona fara Ehm… Kumulai catatan ini dengan sebentuk gentar yang menggeletar. Bukan karena belum makan malam, bukan sebab lidah tak mencecap kopi, bahkan bukan pula akibat sedang berjauhan dengan sebatang kretek. Kegentaranku saat mesti menanggapi senarai...
Aku kerap memanfaatkan waktu luang untuk menelusuri jalan-jalan yang belum pernah kulintasi. Di manapun aku tinggal, kebiasaan itu tak bisa lekang. Memasuki jalan-jalan itu mengingatkanku pada lorong waktu. Atau mungkin lorong ruang. Kadang, di perkotaan yang sumpek dan ramai,...
- Advertisement -

Terbaru

0FansSuka
0PengikutMengikuti
5,507PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
Lewat ke baris perkakas