HOT
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
Home Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

Harlan Oleh Harlan
21/04/2022
in Opini
14 1
0
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

Bulan April sepertinya sudah menjadi monopoli untuk pemilik nama Kartini. Ya, setiap tanggal 21 April, orang Indonesia memperingati hari kelahiran salah satu pejuang emansipasi wanita itu: Hari Kartini.

Para wanita akan merasa tidak menjiwai Kartini kalau tidak memakai kebaya. Mulai dari karyawan SPBU sampai presenter televisi kompak memakai kebaya, untuk meniru Kartini. Ibu-ibu pejabat pun setali tiga uang: menggelar acara ataupun arisan dengan memakai kebaya. Mereka semuanya ingin terlihat menyerupai Kartini atau memirip-miripkan diri dengan Kartini. Alhasil, tiap 21 April kebaya pun mendunia.

Di luar perempuan-perempuan yang ingin tampil seperti Kartini, rupanya sejumlah pejuang Aceh sama sekali tidak mirip dengan Kartini. Berikut ini 5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tidak Mirip Kartini:

1. Pocut di Biheu
Pocut di Biheu atau lebih dikenal dengan Pocut Meurah Intan adalah salah seorang pejuang perempuan Aceh yang ditakuti oleh kaphe Belanda. Pocut Di Biheue merupakan keturunan bangsawan Kesultanan Aceh. Ayahnya Keujreuen Biheue yang berasal dari keturunan Pocut Bantan. Nama Biheue yang disemat di belakang namanya adalah nama gampĂ´ng di Kecamatan Muara Tiga, Pidie. Pada masa Kerajaan Aceh, Biheue berada di bawah naungan Sagi XXII Mukim, Aceh Besar. Setelah krisis politik akhir abad 19, Biheue menjadi wilayah XII Mukim yang mencakup Pidie, Batee, Padang Tiji, Kalee, dan Laweueng. Untuk menghormati sejarah kepahlawanannya dalam melawan Belanda, namanya ditabalkan pada sebuah Taman Hutan Raya (Tahura) Pocut Meurah Intan.

2. Cut Meutia
Cut Meutia atau Tjoet Nyak Meutia lahir di Keureutoe, Pirak, Aceh Utara, 1870 dan syahid di Alue Kurieng, Aceh, 24 Oktober 1910. Beliau adalah salah seorang pejuang perempuan yang ditakuti Belanda, dan memimpin perang bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Tjik di Tunong. Pada Maret 1905, suaminya ditangkap oleh Belanda dan dijatuhi hukuman mati di tepi Pantai di Lhokseumawe. Menurut banyak sumber sejarah, sebelum suaminya meninggal, sempat berwasiat kepada sahabatnya, Pang Nanggroe agar bersedia menikahi istrinya dan merawat anaknya, Teuku Raja Sabi. Teuku Tjik di Tunong juga berpesan agar mereka terus melanjutkan perjuangan melawan kaphe-kaphe Belanda. Untuk menghormati jasanya, Cut Meutia ditetapkan menjadi pahlawan nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 107/1964 pada tahun 1964.

3. Laksamana Malahayati
Perempuan pejuang Aceh yang juga harum namanya adalah Keumalahayati. Dia adalah singa di lautan dan pelopor angkatan laut. Bakatnya sebagai seorang ahli strategi perang di laut mengalir dari Ayahnya, Laksamana Mahmud Syah. Kakek dari garis ayahnya adalah Laksamana Muhammad Said Syah putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah sekitar tahun 1530-1539 M.

Keumalahayati atau lebih dikenal dengan Laksamana Malahayati memiliki karir cemerlang di dalam Kerajaan Aceh. Pada tahun 1585-1604, memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV. Nama Malahayati makin tenar setelah memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda pada 11 September 1599. Dalam salah satu duel, Malahayati berhasil membunuh Cornelis de Houtman.

4. Pocut Baren
Pocut Baren lahir di Tungkop, Sungai Mas, Aceh Barat. Ia putri seorang uleebalang Tungkop bernama Teuku Cut Amat. Suaminya juga seorang uleebalang yang memimpin perlawanan di Woyla. Ia sudah menjadi pejuang dan berjuang sejak masih muda dari tahun 1903 hingga tahun 1910.

Ia memimpin pasukannya di belahan barat bersamaan dengan Cut Nyak Dien ketika masih aktif dalam perjuangan. Seperti perempuan Aceh lainnya yang harus siap memikul tanggung jawab perang ketika suaminya syahid, Pocut Baren pun mempersiapkan dirinya sebaik mungkin. Ketika suaminya tertembak Belanda, Pocut Baren masih bergerilya dan berperang dengan Belanda.

5. Cut Nyak Dhien
Cut Nyak Dhien adalah seorang perempuan pejuang Aceh yang sangat terkenal. Setelah wilayah VI Mukim diserang, ia mengungsi, sementara suaminya Ibrahim Lamnga bertempur melawan Belanda. Saat Ibrahim Lamnga syahid di Gle Tarum pada tanggal 29 Juni 1878, Cut Nyak Dhien sangat marah dan bersumpah akan menghancurkan Belanda.

Saat menyandang status janda, Teuku Umar, salah seorang pejuang Aceh, datang melamarnya. Awalnya Cut Nyak Dhien menolak, tapi karena Teuku Umar membolehkan dirinya ikut serta dalam medan perang, Cut Nyak Dhien setuju untuk menikah dengannya pada tahun 1880. Mereka dikaruniai anak yang diberi nama Cut Gambang. Ketika Teuku Umar gugur saat Belanda menyerang Meulaboh pada tanggal 11 Februari 1899, Cut Nyak Dhien terpaksa memimpin sendiri perang melawan Belanda di pedalaman Meulaboh.

Lima perempuan pejuang Aceh ini tentu saja tidak secerdas dan berpendidikan tinggi seperti Kartini. Dan setelah kami perhatikan baik-baik potret mereka, kelima pejuang perempuan Aceh itu pun tidak mirip dengan Kartini. Saat hendak memposting tulisan ini, seorang teman tiba-tiba melihat ke layar monitor.

“Yang bilang wajah lima perempuan Aceh itu mirip Kartini siapa?” Saya pun menjadi tergagap sendiri. []

Share8Tweet5
Harlan

Harlan

Lelaki yang suka berpindah dari satu warung kopi ke warung kopi lain. Dulunya, pernah terlintas cita-cita menjadi preman terminal. Takdir menuntunnya menekuni profesi lain.

TRENDING.

cara berhenti donasi unicef
Inforial

Cara Berhenti Donasi UNICEF Indonesia dengan Cepat dan Mudah

3 years ago
rekomendasi jual rumah shelter murah banda aceh
Inforial

Rekomendasi Jual Rumah Shelter Banda Aceh, Murah dan Terpercaya

2 years ago
cerita humor
Opini

Sakit Lele dan Cerita Humor Orang Aceh

8 years ago
Referendum Aceh
Opini

Referendum Aceh 1999: Sebuah Kliping

8 years ago
aceh pungo

Aceh Pungo (acehpungo.com) merupakan blog yang membahas seputar gaya hidup, cerita perjalanan, wisata kuliner dan destinasi wisata menarik

Follow Us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Tags

Alkali Bansos Cerpen Gosip Halodoc Headline Hiburan Neo Bank Pilihan Puisi Quora Resensi SEO Sepakbola Steemit Traveling turki umrah mandiri Unicef YouTube
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 Acehpungo - Blog seputar gaya hidup & dan hiburan by Acehpungo.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 Acehpungo - Blog seputar gaya hidup & dan hiburan by Acehpungo.