30 Hari Bercerita Day #1: Aku dan Rencana di Web FLP

0
317

Aku padahal sudah dua hari lalu mau menulis status facebook kira-kira Sepertinya sudah saatnya kendaraan bermotor, dan kendaraan bermobil menyematkan chip di tempat rahasia supaya terdeteksi keberadaannya. Ini supaya kendaraan yang dicuri, akan ketahuan dimana posisinya dan mencegah maraknya pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan pencurian kendaraan bermobil (Curanbil) padahal peralatan canggih itu sudah ditemukan jauh dari sebelum tahun ini, kenapa tak diterapkan, apa mungkin provider kendaraan tak memakai ini biar motor mudah dicuri supaya kita bisa beli lagi dan menguntungkan perusaan pembuatan alat transportasi ini?”

Tapi ini tak jadi saya aplod ke Facebook, lalu tadi pagi saya berpikir status lain, beini kira-kira “kalau kalian membenci pekerjaan kalian sekarang, kesal dengan atasan, marah dengan bawahan dan memikirkan untuk berhenti, ingatlah satu hal, kalian punya satu hal yang orang lain idam-idamkan.. sebuah pekerjaan.

Dilanjutkan dengan, kalau kalian marah dengan istri kalian, kesal dengan prilakunya, gayanya, cerewetnya dan memikirkan untuk bercerai. Ingatlah satu hal, kalian punya sesuatu yang oranglain idam-idamkan… seorang istri. Tapi malu ku aplod, takut dikira awak galau kali nantik.

Tak terasa sudah lebih selusin hari tidak menulis, liburan memang menyenangkan dan membuatku berhari-hari jauh dari laptop. Dua minggu liburan cukup untuk bertemu teman-teman dan menyelesaikan buku Sudah Kubilang Jangan Jadi Guru (SKJJG) saat ini kucoba menulis selama 30 hari dan tak janji harinya berturut, menceritakan hal yang aku lihat, rasakan dan rencanakan.

Aku melihat postingan 30 hari bercerita ini dari Arham Kendari yang sudah lama memulai dan terakhir di postingan IG Ade oktiviary yang baru saja memulai. Aku tak mau kalau mau menulis juga. Aku menulis bukan karena tulisanku bagus dan enak dibaca, aku sebenarnya hanya berani saja. Tulisanku banyak yang bilang tak sesuai EYD, tidak tematis dan susah dipahami. Tapi hal-hal di samping tak membuat aku berhenti.

Kadang aku menulis untuk express (mengungkapkan apa yang kurasa) not to impress (nama pasar, eh maksudku membuat orang lain terkagum) bagiku kalau idenya sudah tersampaikan ya satu hal sudah selesai, seperti jargon Long Life education, setiap waktu selalu ada ruang untuk belajar menjadi lebih baik.

Mengakhiri tulisan ini saya menghimbau kepada teman-teman, ini adalah era baru. Era dimana proses belajar kalian dihargai, boleh menulis apapun sesuai dengan kaidah bahasa, dan semuanya akan diterima disini setelah penyaringan dan mungkin pihak redaksi akan mengedit kalau kesalahannya fatal sekali. Akan ada hadiah pertahun bagi penulis yang mau menulis di web flp-net.

Bagi yang mau memulai 30 hari bercerita di web Flp-net juga boleh.

Tinggalkan komentar Anda