Kekhawatiran tengah menyelimuti kawasan Asia menyusul prakiraan bahwa fenomena El Nino tahun ini berpotensi berkembang menjadi salah satu yang terkuat dalam beberapa dekade terakhir — bahkan berpotensi menyaingi rekor yang tercatat sejak 1877. Badan Meteorologi Dunia (WMO) dan sejumlah lembaga cuaca nasional di kawasan telah memperingatkan bahwa fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur ini bisa memicu gelombang panas ekstrem, kekeringan parah, serta gangguan pada pasokan pangan dan energi di banyak negara Asia.
Suhu Laut yang Mengkhawatirkan
Fenomena iklim ini mulai terbentuk di Pasifik dengan suhu laut yang tercatat sekitar 2,5 derajat Celsius di atas normal, sebuah anomali yang menurut para ilmuwan tergolong sangat signifikan. Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) bahkan memberikan peluang sekitar 90 persen bahwa peristiwa ini akan menjadi El Nino “sangat kuat” pada musim gugur dan musim dingin 2026-2027, dengan kemungkinan mencapai status “Super El Nino” pada Oktober. scmprri
Para pakar iklim menekankan bahwa dampak El Nino kali ini kemungkinan akan diperparah oleh pemanasan global yang sudah berlangsung — sehingga suhu yang tercatat berpotensi jauh melampaui peristiwa-peristiwa El Nino besar sebelumnya, seperti pada 1982-1983, 1997-1998, dan 2015-2016.
Sektor yang Paling Rentan
Asia Tenggara dan India disebut sebagai kawasan yang paling terdampak, mengingat besarnya ketergantungan pada sektor-sektor yang sensitif terhadap iklim seperti pertanian, perikanan, dan tenaga air (hidropower). Sebagai gambaran, Bank Dunia memperkirakan sektor perikanan menyumbang 2,6 persen dari PDB Indonesia dan menopang lebih dari 7 juta lapangan kerja. Fortune
Ancaman kekeringan juga membayangi produksi pangan pokok. Tanah yang mengering berpotensi mengancam komoditas utama seperti beras dan minyak sawit, serta memicu kelangkaan pangan dan lonjakan harga di pasar, yang pada gilirannya membebani perekonomian lokal dan mengancam ketahanan gizi rumah tangga berpenghasilan rendah. counterpoint
Di sisi energi, situasi diperparah oleh krisis yang sudah berlangsung di kawasan. Asia Tenggara disebut sudah mengalami kelangkaan energi dan pupuk akibat krisis di Timur Tengah, dan terpaksa semakin bergantung pada bahan bakar kotor untuk menutup kekurangan pasokan. counterpoint
Bagaimana Negara-Negara Asia Bersiap
Berkaca dari pengalaman pahit tahun-tahun El Nino sebelumnya, berbagai negara di kawasan mulai mengambil langkah antisipasi:
- Indonesia — Belajar dari bencana kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 yang dikaitkan dengan lebih dari 100.000 kematian dini akibat kabut asap di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, para petani dan otoritas terkait kembali disiagakan untuk mencegah terulangnya bencana serupa, mengingat musim kemarau yang diperpanjang dan pergeseran pola hujan akibat El Nino.
- Malaysia — Angkatan Udara Kerajaan Malaysia bekerja sama dengan badan meteorologi negara melakukan penyemaian awan (cloud seeding) di sejumlah wilayah untuk membantu mengisi kembali waduk yang mengering.
- Filipina — Badan Sumber Daya Air Nasional menyiapkan rencana kontingensi berupa penambahan kapasitas produksi air, termasuk mengaktifkan kembali sumur-sumur dalam, guna mencegah krisis air seperti yang pernah terjadi pada 2019.
- Thailand — Kantor Sumber Daya Air Nasional mengeluarkan imbauan penghematan air kepada publik seiring perkiraan kekeringan yang juga akan berdampak pada wilayah-wilayah di Malaysia bagian utara.
Secara umum, para pakar menekankan bahwa persiapan menghadapi Super El Nino membutuhkan kesiapsiagaan yang berkelanjutan dan pemantauan ketat. Pemerintah dan lembaga terkait perlu memanfaatkan prakiraan dini untuk menilai risiko dan merencanakan langkah-langkah mitigasi bencana. Manajemen sumber daya air menjadi prioritas paling mendesak di wilayah rawan kekeringan, sementara wilayah rawan banjir harus memastikan sistem drainase dan rencana evakuasi siap menghadapi curah hujan yang mungkin jauh lebih tinggi dari perkiraan. Sektor pertanian diperkirakan akan menjadi yang paling terpukul, sehingga para petani perlu didukung dengan informasi untuk menyesuaikan kalender tanam atau memilih varietas tanaman yang tahan terhadap cuaca ekstrem. Super El Niño could bring severe drought to ASEAN and push 2027 to record heat +2
Ketidakpastian yang Tetap Membayangi
Meski demikian, para ilmuwan mengingatkan bahwa prakiraan El Nino tidak selalu tepat. Ada preseden pada 2014, ketika model sempat memprediksi El Nino besar yang pada akhirnya tidak terwujud karena hembusan angin barat yang diperkirakan memicunya tiba-tiba melemah. Namun, dengan tren pemanasan global yang terus berlanjut, banyak pihak menilai lebih baik bersiap sejak dini daripada menanggung risiko yang jauh lebih besar jika prakiraan kali ini terbukti benar.
